Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Ilustrasi (© 2014 Http://www.dream.co.id)
Reporter : Syahid Latif
Bursa saham Indonesia hanya mampu bergerak menguat di 30 menit pertama sejak sesi pembukaan dan harus menyelesaikan seluruh sesi perdagangan dari zona merah
DREAM.CO.ID - Bursa saham Indonesia kembali gagal mempertahankan laju positifnya usai dibuka menguat pada sesi perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026. Menanjak ke level 6.154,97 pada saat awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali harus tersungkur di teritori merah saat sesi penutupan.
Laju penguatan IHSG bahkan hanya berjalan sesaat. Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indoensia (BEI), IHSG yang tercatat dibuka di level 6.155,22 pada sesi pembukaan, mulai mengalami tekanan saat perdagangan berjalan 20 menit.
Puncaknya terjadi pada pukul 09.30 WIB ketika IHSG mulai rontok dan masuk teritori merah. Pasar modal Indonesia bergerak melemah sepanjang sesi perdagangan I dengan menutup IHSG di level 6.097,40.
Memulai sesi siang, laju IHSG tetap tak berubah malah semakin bergerak lemah. Selang 30 menit usai pembukaan sesi II, indeks kembali melemah ke level 6.095,45. Hingga penutupan perdaganga, laju indeks nyaris tak mampu lagi terangkat ke zona hijau.
IHSG menutup perdagangan dengan melemah 115,40 poin (1,88%) ke level 6.031,28. Volume transaksi tercatat mencapai 575,55 juta saham dengan nilai transaksi menembus Rp12,63 triliun dari frekuensi perdagangan sebanyak 1,93 juta kali.
Di tengah lantai bursa yang memerah hampir sepanjang perdaganga, dua indeks sektoral masih mencatat kenaikan. Indeks sektor transportasi tercatat menguat 1,03% dan kesehatan 0,69%.
Koreksi tajam terjadi pada indeks sektor energi yang turun hingga 2,77%, diikuti industri 2,25%, industri dasar 1,93%, barang konsumsi cylical 1,77%, dan properti yang mencapai 0,95%.
Sebanyak 238 saham menutup perdagangan hari ini dengan mencatat kenaikan harga sementara 725 lainya ikut terkoreksi bersama IHSG.
Saham-saham yang mencatat top gainer dari sisi harga dihuni oleh ALKA yang menguat Rp600 (7,95%), AMMT Rp360 (11.11%), AGII Rp330 (10,25%), BIKE Rp210 (13,95%), dan SAFE Rp180 (24,83%).
Sementara top looser dihuni beberapa saham bluechips seperti UNTR yang melemah Rp1.000 (-3,94%) dan ITMG dengan koreksi harga Rp600 (-2,31%). Top losser dari sisi harga lainnya adalah SINI yang melemah Rp1.750 (-10,45%), LIFE Rp625 (-6,46%), dan MBSS Rp500 (11,11%)
Pergerakan bursa saham hari ini memang dihantui sejumlah sentimen negatif, terutama dari faktor ekternal. indeks Wall Street pada penutupan perdagangan kemarin tercatat melemah, selain itu investor juga harus menghadapi kemungkinan Bank Sentral AS (The Fed) yang akan kembali menaikkan suku bunganya sebelum akhir tahun.
Dari dalam negeri, investor juga menghadapi tekanan dari kondisi cadangan devisa pada akhir September 2026 yang berada di level 146,3 miliar, atau melemah dari posisi Agustus 2026 yang berada di level US$146,5 miliar.
Penurunan ini disebabkan oleh penarikan pinjaman luar negeri Pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran kembali utang luar negeri Pemerintah serta langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh Bank Indonesia