Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
© 2026 Prabowo Subianto Dan Gibran Rakabuming Raka (Instagram @setwapres.ri)
Reporter : Okti Nur
Pilpres masih jauh. Namun Golkar telah memutuskan kembali mencalonkan Prabowo. Apakah akan dipasangkan lagi dengan Gibran?
DREAM.CO.ID - Pemilihan Presiden 2029 masih lama. Meski demikian, Partai Golkar sudah punya calon presiden yang diusung dalam pemilu mendatang. Sosok yang akan dicalonkan oleh Partai Beringin itu adalah Prabowo Subianto.
“Ya, sejak tahun akhir 2024, standing position Golkar kan jelas. Bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo,” kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 8 Oktober 2026.
Meski demikian, Golkar belum menentukan calon wakil presiden yang akan mendampingi Ketua Umum Gerindra tersebut dalam Pilpres 2029. Menurut Doli, sosok calon wakil presiden akan dibahas dengan partai lain yang juga akan mengusung Prabowo.
“Itu selalu nanti biasanya menjelang-menjelang pendaftaran capres dan cawapres. Karena apa? Karena itu akan dibicarakan terlebih dahulu oleh partai-partai politik pengusungnya,” tambah Doli.
Saat ini, belum diketahui partai mana saja yang bakal mengusung Prabowo dalam Pilpres 2029. Sehingga, belum ada gambaran soal sosok calon wakil presiden. Selain itu, pemilihan calon wakil presiden juga diputuskan oleh calon presiden.
“Biasanya penetapan calon wakil presiden itu adalah titik akhirnya adalah presiden. Si yang mau kita usung, calon presiden yang mau kita usung,” tambah Doli.
Saat ini, kata Doli, belum memungkinkan untuk membahas calon wakil presiden dengan Prabowo karena sebagai kepala negara calon yang mereka usung itu masih fokus menjalankan program pemerintah. Karena itu, Golkar belum bicara cawapres. “Pasti di ujung,” tegas Doli.
Bagi Golkar, yang lebih penting saat ini mengawal program pemerintahan. Seluruh jajaran diinstruksikan untuk turut menyukseskan pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Agar semua program itu deliver, dan masyarakat merasakan manfaatnya kehadiran pemerintah ini,” ujar Doli.
Kesuksesan pemerintahan Prabowo-Gibran, kata Doli, penting. Sebab bisa menjadi modal untuk pencalonan kembali Prabowo pada Pilpres 2029.
“Kalau misalnya program semua deliver, masyarakat senang, itu akan lebih mudah mencalonkan kembali Pak Prabowo. Gitu loh,” kata dia.
Lantas, apakah Golkar masih mempertimbangkan Gibran untuk dipasangkan dengan Prabowo, usai putusan syarat pendidikannya di Mahkamah Konstitusi? Menurut Doli, kemungkinan masih ada.
“Ya, patut dipertimbangkan ya, patut dipertimbangkan untuk kemudian direkomendasikan berpasangan lagi,” kata Doli.
Namun lagi-lagi dia menilai masih terlalu dini untuk membicarakan calon wakil presiden. Golkar akan lebih dulu fokus menyukseskan pemerintahan.
“Kita kerja dulu, ya sukseskan dulu pemerintahan ini, ya, kami sudah putuskan Pak Prabowo calon presidennya, wakilnya presidennya nanti,” tegas Doli.
Batu Sandungan Gibran Maju di Pilpres 2029
Dalam putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait syarat pendidikan Gibran dalam pendaftaran Pilpres 2024, MK menyatakan tidak menerima gugatan pemohon.
Namun dalam pertimbangannya, MK menyatakan tidak menemukan bukti yang meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang menjadi dasar penyetaraan pendidikan setingkat SMA.
Menurut MK, temuan mengenai tidak adanya ijazah atau dokumen pendidikan luar negeri yang menjadi dasar penyetaraan tersebut merupakan ranah lembaga lain yang berwenang menilai keabsahan dan pemenuhan syarat calon presiden dan wakil presiden.
Bagi Denny Indrayana, salah satu pemohon perkara ini, putusan MK itu membuat Gibran tidak bisa lagi menduduki jabatan publik yang mensyaratkan pendidikan SMA karena tidak punya bukti tamat pendidikan yang setara. Gibran tidak bisa maju menjadi calon kepala daerah, legislatif, apalagi presiden dan wakil presiden. Kecuali nanti punya ijazah Paket C.
“Beliau tidak bisa lagi mencalonkan diri, apakah wali kota Solo lagi, gubernur Jawa Tengah kah, apalagi wakil presiden di 2029. Tidak bisa,” tegas Denny,
Sementara, Mahfud MD yang pada Pilpres 2024 menjadi cawapres mendampingi Ganjar Pranowo menilai pertimbangan MK akan menjadi batu sandungan bagi Gibran jika maju sebagai calon presiden maupun calon presiden dalam Pemilu 2029. “Oleh karena itu akan menjadi masalah pencalonan Gibran pada 2029,” tutur Mahfud MD.
Gibran sudah buka suara soal putusan itu. Putra sulung Joko Widodo (Jokowi) itu mengatakan tidak mungkin dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 1 (S1) jika belum memiliki ijazah setara SMA.
“Ya kalau saya tidak lulus SMA, kan saya enggak mungkin bisa kuliah. Saya kan kuliah sampai S1 juga di Singapura,” kata Gibran usai membuka pameran INACRAFT di Jakarta, Rabu lalu.