4 Fakta Ilmiah Nitrogen Bikin Ban Lebih Awet

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 16 Januari 2020 13:48
4 Fakta Ilmiah Nitrogen Bikin Ban Lebih Awet
Harganya memang lebih mahal dari angin biasa tapi setimpal dengan yang kamu dapatkan.

Dream - Kondisi ban yang selalu prima akan membuat perjalanan berkendara semakin nyaman. Laju kendaraan akan terasa mulus jika kamu rutin memeriksa komponen penting kendaraan ini.

Tak hanya kualitas dan masa kedaluwarsa ban luar, penggantian tekanan ban juga menjadi hal yang penting diperhatikan. Agar performa ban semakin baik dan tahan lama, gunakanlah nitrogen.

Dikutip dari Wahana Honda, Kamis 16 Januari 2020, ada empat kelebihan penggunaan nitrogen untuk ban dibandingkan angin biasa. Keunggulan pertama adalah mempersempit kemungkinan ban bocor. Nitrogen memiliki kandungan partikel molekul yang ukurannya lebih besar jika dibandingkan dengan angin biasa.

Partikel yang lebih besar ini membuat angin susah keluar dari pori-pori ban. Efeknya, kebocoran angin ban akan sangat minimal dan tekanan angin cenderung lebih stabil.

Kelebihan penggunaan nitrogen kedua adalah tekanannya optimal dan membuat irit bensin. Besarnya molekul pada nitrogen akan membuat tekanan ban menjadi lebih optimal. Molekul tak mudah bocor melalui pori-pori.

Tekanan optimal pada ban, mampu menghemat bahan bakar hingga 3 persen lebih. Selain itu, tekanan kuat juga akan menambah daya cengkram roda dengan aspal. Kontrol pada kemudi pun akan menjadi semakin baik dan terhindar dari kecelakaan

1 dari 5 halaman

Risiko Ban Meledak Juga Minim

 4 Mitos Penggunaan Nitrogen untuk Ban Motor, Kamu Wajib Tahu© MEN

Dibandingkan oksigen yang digunakan pada angin ban yang biasa, nitrogen punya suhu yang jauh lebih rendah. Hal ini akan berimbas kepada kondisi di dalam ban yang akan lebih stabil dan risiko meledak bisa ditekan.

Keempat, ban akan lebih awet. Dengan suhu yang stabil, nitrogen jauh lebih awet hingga satu bulan daripada dibandingkan dengan angin yang biasa. Perbedaan partikel pada Nitrogen dan angin biasa, juga berpengaruh pada proses oksidasi pada ban.

Partikel pada oksigen lebih mudah memicu adanya proses oksidasi, dan hal ini bisa membuat ban cepat rusak. Nitrogen merupakan udara yang sudah terfilter atau tersaring secara alami, jadi tidak mengalami proses oksidasi.

2 dari 5 halaman

Musim Hujan Datang, Perlu Ganti Ban Motor Nggak?

Dream - Musim hujan merupakan musim yang lebih berisiko bagi pengendara motor. Kalau “ kuda besi” tak disiapkan dengan baik, akan muncul beragam bahaya saat mengendarainya.

Bagi pemotor, salah satu hal yang wajib diperhatikan adalah ban.

Kalau musim hujan, apakah ban biasa masih aman digunakan atau harus diganti?

Dikutip dari Suzuki, Rabu 18 Desember 2019, hal pertama yang harus kita lakukan adalah melihat batas aman pemakaian ban yang bisa kita lihat pada titik TWI (Thread Wire Indicator). Kalau sudah sampai titik TWl, itu tandanya ban sepeda motor sudah perlu diganti.

 

 © Dream


Titik TWI itu merupakan indikasi apakah ulir pembuangan air dari ban masih bisa berfungsi dengan maksimal atau tidak.

Kalau fungsinya sudah tidak maksimal dan harus diganti, jangan ganti ban sembarangan, ya? Usahakan ukuran bannya sama.

Kalau mau dapat daya cengkeram yang lebih baik, kamu bisa menambah ukuran sesuai dengan kemampuan pelek sepeda motor.

3 dari 5 halaman

Jangan Diganti dengan Ukuran yang Lebih Kecil

Perlu dicatat, lebih baik ganti dengan ukuran yang lebih besar. Jangan diganti dengan yang lebih kecil karena kontak area juga kecil.

Penggantian ban juga harus memperhatikan lebar pelek.

Untuk pengguna harian, patokan standar bisa diikuti. Untuk ban balap atau sport, lebih baik gunakan ban yang ukurannya 1-2 psi lebih rendah dari standar.

Ban balap disarankan punya tekanan 16-17 saat musim hujan. Ban ini punya pola yang jarang.

Jadi, saat basah, jenis ini butuh lebih banyak buangan air. Untuk bisa menapak di jalan basah, lebih baik kurangi tekanan udaranya. (ism)

4 dari 5 halaman

4 Tips Ban Motor Nggak Gampang Botak

Dream - Peran ban sangat penting di sebuah kendaraan, terutama sepeda motor. Pasti kamu tahu rasanya mengendari motor dengan kondisi ban bocor atau kurang angin.

Pemilik sepeda motor selalu disarankan untuk rajin mengecek dan merawat ban motor. Dengan perawatan tersebut diharapkan ban motor awet dan tak mudah botak.

Dikutip dari Federal Oil, Selasa 26 November 2019, ada beberapa langkah yang bisa kau lakukan untuk mencegak ban motor botak lebih cepat. Hal pertama harus dilakukan adalah rutin membersihkan ban agar kotoran yang menempel di ban bisa hilang.

 

 © Dream

 

Kotoran, debu, dan pasir yang menempel akan membuat ban mudah bocor dan pecah. Saat membersihkan ban, gunakanlah sikat dan basahilan ban terlebih dahulu dengan air sabun.

Langkah kedua yaitu rutin mengecek tekanan angin ban. Ini penting dilakukan agar bisa mengetahui ban dalam kondisi kempes atau tidak. Jika kondisi ban kempes, segera tambah angin.

Jangan memaksa mengendarai motor ketika ban dalam kondisi kempes. Ban akan lebih mudah bocor, cepat botak, bahkan bisa sampai retak.

Ingat jangan memberi tekanan angin terlalu tinggi dalam mengisi angin ban karena ban juga berisiko pecah atau meledak.

5 dari 5 halaman

Jangan Beri Muatan Motor Berlebihan

Ketiga, jangan berikan muatan berlebihan. Dalam mengangkut muatan, sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas kendaraan. Mengapa?

Jika mengangkut muatan melebihi kapasitas, ban motor bisa cepat botak dan membuat ban mudah pecah atau retak. Hal ini sudah pasti membahayakan keselamatan saat berkendara sepeda motor.

Keempat, hindari parkir motor di bawah terik matahari. Sewaktu memarkir sepeda motor, sebaiknya di tempat yang teduh. Kalau kamu parkir di bawah terik matahari, tekanan angin ban bisa meningkat karena pemuaian udara.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak