6 Perbedaan Mobil Bensin dan Diesel, Nomor 5 Paling Disukai

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 7 November 2019 11:22
6 Perbedaan Mobil Bensin dan Diesel, Nomor 5 Paling Disukai
Berdasarkan jenis mesin, ada dua tipe mobil yang beredar di pasaran.

Dream – Tipe mesin mobil yang lalu lalang di jalanan bisa dibedakan menjadi dua berdasarkan jenis bahan bakarnya, yaitu bensin dan diesel. Meski baru sebatas rencana, ke depan akan hadir kendaraan berbahan bakar listrik.

Untuk dua model yang pertama, saat ini mobil berbahan bakar bensin lebih banyak digunakan masyarakat.

Selain jenis bahan bakar yang berbeda, apa perbedaan antara mobil diesel dan bensin. Yuk langsung check it out.

Mengutip laman Seva.id, Kamis 7 November 2019, ada enam perbedaan mesin mobil bensin dan diesel. Pertama, jenis bahan bakar. Mesin bensin menggunakan bensin (gasoline), sedangkan diesel pakai solar.

Dalam mesin diesel, udara dikompresi terlebih dahulu dan bahan bakar disuntikkan karena udara memanas saat dikompresi, sehingga bahan bakar menyala. Di mesin bensin, bahan bakar dicampur dengan udara, kemudian dikompres dengan piston dan kemudian dinyalakan oleh percikan api dari busi.

Kedua, harga mobil diesel lebih mahal daripada yang bensin. Hal ini disebabkan oleh material mesin diesel yang kuat. Material yang kuat membuat biaya yang dikeluarkan lebih besar.

Terutama, di bagian komponen kepala dan blok silinder. Dua bagian ini tak boleh memakai sembarang produk. Kualitasnya harus terjamin nomor satu. Kalau tak pakai material yang kuat, mustahil mesin tersebut bisa bertahan dengan kompresi diesel yang cukup tinggi.

1 dari 5 halaman

Bagaimana dengan Performanya?

Ketiga, mesin performa diesel jauh lebih unggul daripada bensin.

Hal ini bisa dibuktikan dari truk dan bus yang menggunakan diesel. Dengan mesin ini, bus dan truk bisa melibas jalan yang sulit dan perjalanan jauh.

Tapi, ini tidak berarti mesin bensin jelek. Mobil bermesin mesin bensin lebih unggul tentang akselerasi dan responsif.

Keempat, perawatan mesin. Meskipun mesin diesel terlihat kuat dan tangguh, namun, cara perawatannya tidak bisa sembarangan begitu saja. Diperlukan perawatan ekstra dibandingkan mobil yang memakai bensin.

Cara kerja mesin diesel dan sistem ruang pembakarannya yang lebih kompleks membuatnya juga mudah kotor. Kamu harus rutin mengecek dan memberi perhatian khusus pada mobil diesel.

Kelima, bahan bakar. Mesin diesel terkenal dengan penggunaan bahan bakar yang sangat efisien. Bahan bakarnya yang minim ternyata dapat diolah menjadi tenaga yang maksimal. Tak hanya itu, harga solar lebih murah daripada bensin.

Jika kamu hanya mencari kendaraan dari segi kehematan bahan bakar, maka mobil diesel adalah pilihan yang cocok. Apalagi, yang sering melakukan perjalanan jarak jauh setiap harinya.

Keenam teknologi. Mobil diesel di era modern sekarang ini justru sudah dilengkapi teknologi canggih yang membutuhkan sistem kelistrikan yang memadai. Meskipun tahan terhadap banjir, sebaiknya kamu tetap waspada.

 

 © Dream

 

Jangan pernah menerjang banjir dengan kecepatan tinggi atau pecahan air bisa masuk ke dalam mesin. Usahakan menggunakan gigi satu atau transmisi D1 untuk matic.

Berbeda dengan mobil bensin, komponen listrik di ruang mesin mobil ini cukup banyak, ditambah adanya busi, electronic control unit (ECU), dan aki. Jika terlanjur kemasukan air dapat mengakibatkan hal yang fatal. Sifat bahan bakar mobil bensin termasuk yang mudah terbakar.

Oleh karena itu, apabila ada kebocoran sedikit di selang bensin tentunya dapat membahayakan pengemudi mobil. Potensi mobil bensin terbakar lebih besar dibandingkan dengan mobil diesel.

2 dari 5 halaman

Mesin Mobil Tiba-Tiba Overheat, Begini Cara Mengatasinya

Dream – Mobil overheat atau mengalami peningkatan temperatur, sangat mengkhawatirkan pengemudi. Overheat bisa membahayakan keselamatan.

Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 23 Agustus 2019, kondisi ini ditandai dengan jarum indikator temperatur yang melewati batas tengah pada sistem analog atau menyalanya lampu indikator temperatur pada sistem digital.

Meningkatnya temperatur mobil secara tidak normal dapat disebabkan oleh beberapa hal.

" Penyebabnya bisa saja karena radiatornya mampet, kalo yang pake motor fan, ya, motornya. Lebih sering itu ada kebocoran di radiator atau selang,” kata pemilik bengkel mobil Oscar di Gading Serpong, A. Guan.

Kondisi overheat ini bisa merusak komponen yang ada di mobil. “ Kalau dibiarkan, overheat bisa menyebabkan mesin jebol (dan) cylinder head melengkung,” kata dia.

3 dari 5 halaman

Begini Cara Mengatasinya

A. Guan mengatakan, dalam kondisi darurat, overheat bisa diatasi dengan sementara. Caranya dengan mengurangi beban kerja mobil.

Misalnya, mengurangi kecepatan mobil dan mematikan AC. Pengemudi juga bisa menghentikan mobil atau mematikan mesin jika kondisinya sudah mengkhawatirkan.

Guan mengatakan, sebagai antisipasi, penumpang disarankan untuk melakukan pengecekan berkala dengan memperkecil kemungkinan kerusakan komponen yang menyebabkan overheat pada mobil.

(Sumber: Liputan6.com/Khema Aryaputra)

4 dari 5 halaman

Cara Kerja Oli Membuat Mesin Tak Overheat

Dream – Kemacetan parah bisa membuat radiator mobil bisa bekerja kurang optimal karena kurang mendapatkan embusan udara dingin. Suhu panas di ruangan mesin juga akan terperangkan sehingga membuat bagian penting mobil ini panas.

Dalam kondisi ekstrem, mesin bisa mengalami overheat dan mati mendadak. Hal ini disebakan oleh oli yang menguap.

Dikutip dari Auto2000, Senin, 12 Agustus 2019, saat suhu kerja mesin normal, sebenarnya oli telah membantu tugas mengurangi panas mesin. Masalahnya, oli mesin tidak memiliki sistem pendingin khusus sehingga menemui kesulitan melepaskan panas yang berlebih saat jalanan macet.

 © Dream

Secara alami oli juga mengalami penguapan saat suhu tinggi. Karena pada batas temperatur tertentu, energi dalam yang mengikat molekul hidrokarbonnya tidak sanggup lagi menahan diri akibat adanya energi panas dari luar.

Asal masih dalam kadar aman, penguapan oli mesin masih wajar saja. Direkomendasikan pemilik mobil mengganti oli setiap 6 bulan sekali atau 10 ribu km.

5 dari 5 halaman

Performa Bisa Turun

Kalau kamu sama sekali tidak peduli pada kondisi oli mesin, seperti tidak pernah mengecek volume oli lewat tongkat pemeriksa (dipstick), ini akan bermasalah. Tanpa sadar, oli mesin berkurang atau bahkan mengering.

Volume oli yang tidak sesuai kebutuhan akan membuat tugasnya melumasi, mendinginkan, membersihkan, dan melindungi mesin semakin berat. Jika dibiarkan akan membuat usia pakai komponen mesin turun dan cepat rusak.

Turunnya kondisi komponen membuat mesin kesulitan mengail tenaga sehingga performanya turun. Selain tentunya membuat boros konsumsi bensin karena kamu akan menekan pedal gas lebih dalam untuk mendapatkan tenaga.

Apalagi kalau sampai oli mesin habis total. Komponen mesin yang bergesekan tanpa ada pelumas akan membuat mesin macet dan rusak parah. Biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki pun tidak murah.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'