6 Tips Aman Terobos Banjir, Nomor 1 Paling Penting!

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 2 Maret 2020 06:13
6 Tips Aman Terobos Banjir, Nomor 1 Paling Penting!
Kalau mesin sampai kemasukan air, yah, alamat rugi karena harus keluar uang banyak untuk perbaikan.

Dream - Musim hujan masih berlangsung. Saat musim hujan, ada saja bencana yang terjadi, misalnya banjir.  Nah, banjir ini kerap melanda daerah-daerah di Indonesia, termasuk di Jabodetabek.

Banyak pengguna mobil terjebak banjir dan akhirnya merelakan kendaraannya rusak. Biaya perbaikan pun tak sedikit yang dikeluarkan. Apalagi, kerusakan sampai menyentuh mesin yang kemasukan air atau water hammer.

Lalu, bagaimana caranya agar mengemudi yang aman saat menemui jalanan yang banjir? Upaya yang paling tepat adalah tidak menerobos banjir dan mencari jalan alternatif yang lain dan lebih aman.

Kalau tak memungkinkan, kamu bisa mencoba enam tips ini, dikutip dari keterangan tertulis Auto2000, Senin 2 Maret 2020.

1 dari 6 halaman

1. Perhatikan Genangan Air

Tinggi genangan air yang aman adalah maksimal setengah dari tinggi ban mobil lantaran ketinggian air masih di bawah intake mesin, aki, dan sistem kelistrikan di ruang mesin. Bersabarlah dan perhatikan mobil lain yang menerjang banjir.

 Banjir Terowongan Cawang By Deki© Foto: Deki Prayoga/Dream

Banjir di Terowongan Cawang, Jakarta Timur (Foto: Deki Prayoga/Dream)



Lebih baik lagi kalau ada mobil serupa dengan kendaraanmu sehingga bisa dijadikan patokan. Patokan lainnya adalah pembatas jalan di tengah atau trotoar.

Kalau masih terlihat, artinya aman untuk dilewati. Namun bila sudah tidak terlihat, cobalah pastikan seberapa tinggi genangan sebelum dilalui.

2 dari 6 halaman

2. Pilih Jalur Paling Tepat

Tentukan jalur yang ingin dilewati dengan memilih genangan yang paling rendah serta bebas dari hambatan seperti polisi tidur, jalan rusak, atau lainnya. Ini bisa dilihat dari pergerakan mobil lain di lokasi banjir.

Jangan terlalu ke tepi karena ada risiko turun ke bahu jalan yang rendah atau bahkan masuk ke dalam lubang parit. Tapi juga hati-hati jangan terlalu ke tengah. Kamu bisa terantuk pembatas jalan atau masuk ke jalur mobil dari arah berlawanan.

 Foto Terkini Banjir di Kampung Makasar, Ketinggian Air 1 meter© DREAM.CO.ID

Banjir di Kampung Makassar, Jakarta Timur (Foto: Deki Prayoga/Dream)



Untuk jalan yang terdiri dari beberapa jalur, paling aman adalah ambil jalur tengah atau paling kanan karena relatif lebih tinggi ketimbang jalur lainnya. Untuk mudahnya, perhatikan mobil lain di depan yang sudah melewati.

Namun dengan catatan, sebaiknya tidak memaksakan untuk melewati jalan banjir jika ketinggiannya sudah sama dengan atau bahkan lebih dari tinggi ban mobil karena potensi mesin kemasukan air sangat besar.

3 dari 6 halaman

3. Jaga Jarak Aman

Kecepatan konstan sangat penting untuk memastikan tidak ada air masuk ke dalam ruang mesin. Oleh sebab itu, jaga jarak aman dengan mobil di depan.

 Foto Terkini Banjir di Kampung Makasar, Ketinggian Air 1 meter© DREAM.CO.ID

Banjir di Kampung Makassar, Jakarta Timur (Foto: Deki Prayoga/Dream)



Jalankan mobil setelah cukup yakin mobil di depan tak akan menghalangi laju sebagai langkah antisipasi bila mobil di depan mogok dan masih bisa melakukan manuver menghindar.

4 dari 6 halaman

4. Hindari Arus Air Banjir

Beberapa banjir disebabkan oleh sungai besar yang meluap. Biasanya banjir seperti ini disertai dengan arus air yang mengalir deras memotong jalur lintasan jalan.

 Foto Terkini Banjir di Kampung Makasar, Ketinggian Air 1 meter© DREAM.CO.ID

Banjir di Kampung Makassar, Jakarta Timur (Foto: Deki Prayoga/Dream)


Jangan pernah sepelekan arus air yang deras karena bisa menyeret mobil. Kalau sampai terjadi, nyawa taruhannya. Urungkan niat menerjang banjir kalau situasi seperti ini.

5 dari 6 halaman

5. Jaga Putaran Mesin

Jangan menerjang banjir dengan putaran mesin tinggi dengan alasan supaya mesin tak mudah mati atau untuk melawan air yang masuk lewat knalpot. Hal ini justru memperbesar daya isap udara ke mesin dan air bisa ikut masuk yang berujung pada water hammer.

Cukup jalankan mobil dengan putaran rendah di kisaran 1.500-2.000 rpm dan jaga putaran mesin agar tetap konstan dan mobil tidak melaju terlalu cepat agar tidak sulit dikendalikan.

 Foto Terkini Banjir di Kampung Makasar, Ketinggian Air 1 meter© DREAM.CO.ID

Banjir di Kampung Makassar, Jakarta Timur (Foto: Deki Prayoga/Dream)



Sebisa mungkin lepaskan injakan pedal kopling dan biarkan mesin melajukan mobil secara konstan. Tahan posisi transmisi di gigi 1 dan jaga agar laju mobil tidak tersendat sehingga kehilangan momentum.

Untuk mobil transmisi otomatis, cukup masukkan gigi transmisi ke-1 atau L (Low). Jangan mempercepat atau menghentikan laju mobil secara tiba-tiba yang akan mengakibatkan air masuk ke dalam mesin.

6 dari 6 halaman

6. Keringkan Rem dan Kopling

Setelah melewati banjir, piringan rem akan basah dan daya pengereman berkurang drastis. Hindari langsung menambah kecepatan usai melewati genangan air. Keringkan rem dengan cara menginjak pedal rem sedikit diiringi pedal gas bersamaan.

Lakukan ini sekitar 10 detik, lantas cek daya pengereman dengan mengerem secara normal. Jika belum, injak pedal bersamaan lagi. Ulangi terus langkah ini sampai pengereman kembali normal.

Lakukan proses serupa pada pedal kopling transmisi manual. Amati pula kondisi mobil, apakah ada suara aneh dan tidak biasa? Perhatikan pula panel instrumen jika ada indikator kerusakan menyala. Kalau ragu, sempatkan sejenak untuk menepi dan memeriksa lebih cermat.

Beri Komentar