Airbag Lutut di Mobil Tak Efektif?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 12 Agustus 2019 19:12
Airbag Lutut di Mobil Tak Efektif?
Benarkah?

Dream – Airbag atau kantong udara sudah menjadi fasilitas wajib yang harus dimiliki setiap kendaraan. Kehadirannya bisa mengurangi kemungkinan cedera fatal pengemudi atau penumpang saat terjadi tabrakan.

Umumnya kita mengenal airbag di bagian kemudi atau samping sopir dan penumpang. Kini mulai banyak pabrikan otomotif membuat airbag lutut (knee airbag) untuk melindungi pemilik kendaraan.

Namun temuan mengejutkan dikeluarkan Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) yang meneliti tentang efektivitas knee airbag ini. IIHS menyatakan fitur baru ini tidak berpengaruh signifikan terhadap keamanan ketika berkendara.

Dikutip dari Carscoops, Selasa 13 Agustus 2019, kajian dari IIHS mengumpulkan data 400 kecelakaan di Amerika Serikat. Lalu, institut ini membandingkan risiko cedera dengan kendaraan yang menggunakan airbag lutut dan yang tidak.

Kesimpulannya, airbag lutut tidak terlalu berguna.

Studi IIHS menemukan airbag lutut mengurangi cedera keseluruhan dari 7,9 persen menjadi 7,4 persen.

“ Ada banyak strategi desain yang berbeda untuk melindungi terhadap jenis cedera kaki dan kaki yang dimaksudkan oleh airbag lutut,” tulis periset senior IIHS, Becky Mueller.

Mueller mengatakan airbag lutut hanya memiliki efek yang kecil pada cedera yang direkam. Dalam uji coba airbag lutut, fitur ini memperkecil risiko cedera di kaki bagian bawah dan tulang paha kanan meskipun risiko cedera kepala sakit.

“ Airbag tidak berpengaruh pada tindakan cedera dalam uji tumpang tindih,” kata dia.

Mueller mencatat airbag lutut tidak akan berfungsi efektif jika pengemudi tidak memakai sabuk pengaman.

1 dari 5 halaman

Pentingnya Airbag untuk Keselamatan, Halangi Pernapasan?

Dream – Tidak sedikit pengendara mobil mengira sabuk pengaman sudah cukup untuk menjaga keselamatan ketika terjadi benturan keras. Selain seatbeltairbag juga menjadi salah satu fitur keselamatan berkendara yang penting.

Keberadaan kantong udara di mobil sangat penting dan membantu untuk mencegah penumpang cedera ketika terjadi kecelakaan di jalan.

Bagaimana airbag berfungsi saat kecelakaan? Dikutip dari Suzuki, Minggu 5 Mei 2019, airbag berfungsi saat terjadi tabrakan keras terdeteksi oleh sensor mobil.

Sensor ini akan langsung mengirimkan sinyal agar airbag mengembang. Kantong udara ini akan melindungi daerah vital di tubuh kita, mulai dari kepala, leher, dan dada.

Tanpa adanya airbag sebagai bantalan, tubuh yang cuma ditahan oleh seatbelt berisiko mengalami cedera pada leher dan dada, terlebih jika benturannya sangat keras.

Posisi airbag itu tergantung tipe kendaraannya. Beberapa ada yang terpasang di bagian depan (pengemudi dan penumpang depan) dan ada juga yang terpasang sampai ke bagian penumpang yang duduk di kabin belakang. 

2 dari 5 halaman

Airbag Halangi Pernapasan?

Jawabannya, tidak. Airbag telah didesain dan diuji untuk memastikan keamanannya ketika digunakan. Yang penting, materi yang digunakan adalah nilon tipis dengan lubang-lubang berukuran kecil.

Dari lubang ini, gas nitrogen yang akan membuat airbag mengembang, keluar. Lalu, airbag akan mengempis perlahan.

Apakah gas ini berbahaya? Jangan khawatir. Udara yang dihirup ini 78 persen mengandung nitrogen. Bisa disimpulkan gas ini aman jika terhirup.  (ism) 

3 dari 5 halaman

Jarang Diketahui, Ini Efek Tersembunyi Saat Airbag Mengembang

Dream – Tak hanya sabuk pengaman, kantong udara (airbag) menjadi perangkat keselamatan yang mulai diperhitungkan pabrikan otomotif supaya diterapkan di setiap produk mobil. Airbag memang sudah diyakini bisa menekan risiko cedera serius ketika terjadi kecelakaan.

Meski dianggap aman, airbag yang mengembang saat terjadi kecelakaan ternyata menyimpan efek kecil bagi penumpang. 

Dikutip Dream dari Liputan6.com, Jumat 16 November 2018, Global Project Management Methods and Engineering Proces Autoliv, Davik Nugroho, mengatakan efek itu berupa lecet.

“ Secara general enggak mungkin kalau bilang zero percent enggak ada luka. Tapi kalau ada lecet itu jauh lebih bagus (daripada luka parah atau hilang nyawa),” kata dia di acara ASEAN Automobile Safety Forum 2018 yang digelar oleh Asean New Car Assessment Program (NCAP) di Proving Ground Bridgestone di Karawang, Jawa Barat.

Mengutip dari berbagai sumber, efek lain yang bisa berdampak terhadap korban kecelakaan usai airbag mengembang adalah masalah tenggorokan serta mata gatal dan berair.

 

4 dari 5 halaman

Ini Penyebab Mata Gatal dan Tenggorokan Sakit

Masalah di atas diketahui berasal dari debu dan asap ketika airbag mengembang. Kantong udara juga memiliki tepung maizena atau talcum powder sebagai pelumas agar tak menempel.

Ada juga airbag yang menggunakan bahan kimia, seperti atrium hidroksida atau kalium klorida, serta sodium azide (NaN3).

Penggunaan airbag ini memang pantas diterapkan di mobil. Alasannya, bisa menekan risiko cedera yang parah kalau terjadi kecelakaan.

(Sumber: Liputan6.com/Herdi Muhardi)

5 dari 5 halaman

Efek Mengerikan Jika Mobil Tak Ada Seatbelt dan Airbag

Dream – Kantong udara (airbag) dan sabuk pengaman (seatbelt) adalah perlengkapan penting yang harus ada di setiap kendaraan. Kedua komponen ini bisa mengurangi potensi cedera parah bagi penumpang ketika terjadi kecelakaan.

Global Project Management Methods and Engineering Proces Autoliv (produsen airbag dan sabuk pengaman), Davik Nugroho, mengatakan tanpa seatbelt dan airbag, pengemudi dan penumpang akan terbentur lingkar kemudi serta dashboard.

“ Bahkan bisa tanpa itu (airbag dan seatbelt), saat kecelakaan tubuh bisa terbang keluar. Jadi kalau kalau nonton film terus orang terbang (ketika kecelakaan mobil) itu bukan hanya di film, karena pada kenyataannya itu real, bisa terjadi,” kata Davik dalam acara “ ASEAN Automobile Safety Forum 2018” di Karawang, Jawa Barat, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 16 November 2018.

Dia mengatakan, agar sistem perlindungan berjalan dengan sempurna, alangkah baiknya sistem perlindungan juga bekerja dengan baik, termasuk crumple zone. Jika crumple zone bekerja dengan baik, dari sejumlah pengetesan, kerusakaan berupa mobil ringsek hanya sampai pilar A atau mencapai perbatasan mesin dan dashboard.

Fungsi airbag dan seatbelt mampu mengurangi kecepatan tubuh, sehingga mencegah pengemudi dan penumpang menghantam setir dan dashboard atau terlontar keluar lewat jendela.

“ Kalau terjadi kecelakan, kapan tubuh menghantam benda keras itu sekitar 35-50 mill second, atau 0,03-0,05 detik, bahkan tidak bisa dilihat mata. Bahkan kalau pengetesan dilakukan gambar diambil dari video yang merekam cepat sampai 5000 frame per sekenk 50-64 km, kalau side bisa 50-30 km, itu tetap kencang,” kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Herdi Muhardi)

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim