Ban Bocor Akibat Jalan Tol Berlubang Dapat Ganti Rugi, Ini Cara Klaimnya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 7 Februari 2020 16:15
Ban Bocor Akibat Jalan Tol Berlubang Dapat Ganti Rugi, Ini Cara Klaimnya
Jalan berlubang memang membuat ban mobil cepat soak.

Dream – Kabar baik buat kamu pelanggan jalan tol yang pernah mengalami pecah ban karena jalan yang berlubang. PT Jasa Marga Tbk (Persero) memastikan akan memberikan ganti rugi kepada pemilik kendaraan yang mengalami masalah tersebut. 

Tindakan ini sudah dilakukan operator jalan tol pelat merah ini saat memberi ganti rugi untuk pemilik mobil yang mengalami pecah ban di Jalan Tol Soedijatmo. 

Manager Area Jasamarga Tollroad Operator, Agus Pramono, mengatakan pengantian ganti rugi ini sesuai dengan Keputusan Direksi Jasa Marga No. 117/KPTS/2007 pasal 4 ayat 2. Dalam peraturan itu, tertulis bahwa kejadian yang menimpa pengguna jalan yang bisa diklaim misalnya karena jalan rusak. Jalan berlubang salah satunya.

Menurut Agus pengguna jalan bisa mengklaim kerugian akibat jalan tol yang berlubang. Klaim ini juga akan diproses ganti rugi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“ Untuk kendaraan yang mengalami bocor ban akibat lubang kemarin, khususnya 7 kendaraan yang pada saat penggantian ban juga dibantu oleh petugas kami, kami proses klaim ganti ruginya, sesuai ketentuan yang berlaku di perusahaan,” kata Agus di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 7 Februari 2020.

Merujuk aturan tersebut, pengendara bisa mengajukan klaim ganti rugi kepada Jasa Marga dengan menunjukkan bukti fisik kerusakan kendaraan dan penyebab kerusakan. Ditambah juga bukti tanda terima transaksi tol.

Hal yang sama juga dapat diajukan klaimnya jika terjadi pada ruas Jasa Marga lainnya, dengan melaporkan kepada Call Center Jasa Marga di 14080. Nantinya, petugas akan membuatkan berita acara kejadian dan membantu menjelaskan tata cara klaim.

“ Batas maksimum klaim adalah 3x24 jam sejak kejadian,” kata dia.

1 dari 5 halaman

Unik, Jalan Tol TransJawa Bisa `Bernyanyi`

Dream - Untuk pertama kalinya, Indonesia memiliki ruas jalan tol yang bisa 'bernyanyi'. Fasilitas tersebut dikenal dengan singing road yang terletak di Tol Trans Jawa KM 644+200 B arah Surabaya-Solo.

Dikutip dari akun Instagram @official.jasamargatransjawa, Rabu 29 Januari 2020, singing road merupakan marka berupa rumble strip yang dipasang di badan jalan tol. Tanda ini akan menimbulkan nada jika dilintasi kendaraan yang melaju dengan kecepatan 80 km-100 km per jam. 

 

 © Dream



Singing road berfungsi sebagai tanda peringatan agar pengguna jalan berhati-hati ketika berkendara di jalan tol.

" Ingin merasakan bagaimana sensasinya melewati " Singing Road" di Jalan Tol? Sekarang #KawanJM bisa merasakannya di salah satu Jalan Tol di Indonesia tepatnya di Jalan Tol Ruas Ngawi-Kertosono-Kediri Km 644+200 B (arah Surabaya-Solo). Bagaimana? Ada yang sudah pernah mencobanya? Yuk bagikan pengalaman Anda di kolom komentar,"  tulis @official.jasamargatransjawatol. 

Indonesia bukan satu-satunya negara yang menerapkan singing road di jalan tol. Negara-negara lainnya seperti Korea dan Jepang menggunakan skema ini untuk membatasi kecepatan di jalan tol.

Menurut informasi yang dihimpun Dream, marka tersebut jika dilalui dengan kecepatan tertentu akan menghasilkan irama lagu “ Selamat Ulang Tahun.” Apakah kamu sudah mencobanya, Sahabat Dream?

3 dari 5 halaman

Jalan Tol Pertama Kalimantan Diresmikan, Jadi Akses ke Kawasan Inti Ibukota Baru

Dream - Pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur. Salah satunya, pembangunan jalan tol pertama di Kalimantan: Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam).

“Jalan tol pertama di Pulau Kalimantan akhirnya terwujud juga. Sore ini, dari gerbang tol Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, saya meresmikan tiga seksi tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 58,7 kilometer,” tulis Jokowi di akun Instagram @jokowi, Rabu 18 Desember 2019.

Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu menjelaskan, panjang total tol ini 99,3 kilometer dan terbagi menjadi lima seksi. Ada 3 seksi yang telah selesai dan dua lainnya ditargetkan rampung pada April 2020.

 

© Dream

 

“Jalan tol ini akan memangkas jauh waktu tempuh perjalanan di antara dua kota utama Kalimantan Timur, Balikpapan dan Samarinda, yang semula tiga jam melalui jalan biasa, menjadi sekitar satu jam saja,” kata dia.

Selain itu, lanjut Jokowi, jalan tol itu akan mendorong pengembangan kawasan-kawasan produksi kelapa sawit, batu bara, minyak bumi, dan gas alam, serta komoditas pertanian yang langsung terhubung dengan jalur distribusi.

“Satu lagi, jalan tol Balikpapan-Samarinda akan mempercepat akses masuk ke kawasan inti ibu kota negara yang baru,” tulis dia.

      View this post on Instagram

Jalan tol pertama di Pulau Kalimantan akhirnya terwujud juga. Sore ini, dari gerbang tol Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, saya meresmikan tiga seksi tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 58,7 kilometer. Panjang total jalan tol ini adalah 99,3 kilometer yang terbagi atas lima seksi. Tiga seksi telah rampung, dua seksi lainnya mudah-mudahan bisa selesai bulan April 2020. Jalan tol ini akan memangkas jauh waktu tempuh perjalanan di antara dua kota utama Kalimantan Timur, Balikpapan dan Samarinda, yang semula tiga jam melalui jalan biasa, menjadi sekitar satu jam saja. Selain itu, jalan tol ini akan mendorong pengembangan kawasan-kawasan produksi kelapa sawit, batu bara, minyak, gas, dan komoditas pertanian yang terhubung langsung dengan jalur distribusi. Satu lagi, jalan tol Balikpapan-Samarinda akan mempercepat akses masuk ke kawasan inti ibu kota negara yang baru.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on 

4 dari 5 halaman

Bahaya Memakai Teknik Slipstream di Jalan Tol, Apa Itu?

Dream – Hampir di setiap negara memiliki akses tol untuk mempermudah pengendara untuk tetap mendapatkan akses cepat untuk sampai ke lokasi tujuan.

Ada beberapa hal kebiasaan yang harus dihilangkan ketika sedang melintasi jalur tol yang panjang. Salah satu kebiasaaannya adalah teknik slipstream atau memanfaatkan aliran udara.

Dikutip dari Garda Oto, Senin 23 September 2019, slipstream adalah kondisi saat salah satu mobil mengikuti kendaraan lain dari belakang.

Cara ini membuat mobilmu bisa melaju lebih cepat tanpa memerlukan tenaga penuh, karena tak berbenturan dengan aliran udara yang datang dari depan mobilmu.

 

 © Dream

 

Biasanya ini dilakukan dengan melaju di belakang bis besar atau mobil-mobil lain yang lebih besar daripada mobilmu. Dengan teknik ini pula, kita bisa mencapai kecepatan tinggi tanpa menggunakan banyak bahan bakar.

Teknik ini merupakan teknik yang sering digunakan para pembalap mobil, motor ataupun sepeda di arena balapan yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam melakukannya.

Para pembalap mengikuti pembalap lain di depannya untuk mengimbangi kecepatannya tanpa harus mengeluarkan tenaga besar.

5 dari 5 halaman

Tapi, Bahaya

Perlu dicatat, aksi ini sangat membahayakan semua orang. Sebab, pengendara tak bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada mobil depanmu.

Kalau terjadi tabrakan, kamu akan sulit menghindar. Risiko terburuknya, ya, kamu akan terlibat kecelakaan beruntun dengan mobil di depanmu.

Kalau mau irit, gunakan teknik eco-driving. Caranya, menggunakan kecepatan yang digunakan 80 km per jam dengan jarak 80 m.

Atau, kamu bisa menggunakan teori jarak dengan hitungan detik. Kamu memperkirakan kecepatan tersebut bisa sampai ke mobil depan selama tiga detik.

Ini teknik yang lebih tepat diterapkan. Dengan begitu, bahan bakar lebih hemat dan pengendara aman.   (ism)

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam