Ban Motor Benjol-Benjol? Mungkin Ini Penyebabnya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 5 Januari 2019 08:01
Ban Motor Benjol-Benjol? Mungkin Ini Penyebabnya
Kondisi ban motor harus diperhatikan dan dijaga.

Dream – Bagi pengendara sepeda motor, ban jadi komponen penting yang harus dijaga dan diperhatikan. Maklum saja, para biker tak bisa membawa ban cadangan layaknya sebuah mobil. Jika sudah bocor atau robek, mau tak mau motor harus didorong ke bengkel terdekat. 

Dengan fungsinya yang sangat krusial itu, wajib hukumnya bagi pengendara motor untuk selalu memperhatikan kondisi ban. Selain kualitas komposisi ban, tekanan angin pada ban sepeda motor juga perlu diperhatikan secara khusus.

Kamu pasti pernah melihat kondisi ban yang aneh. Saat diraba lapisan luarnya, bank terasa benjol-benjol. Ternyata kondisi ban seperti itu tak hanya dikarenakan lapuk di makan usia.

Syukur, seorang mekanik outlet  ban motor di Jakarta Timur mengatakan tekanan angin yang terlalu tinggi akan membuat tapak ban yang kontak dengan permukaan jalan jadi tidak rata. Begitu pula dengan sebaliknya.

" Tekanan angin ban motor tentunya sangat penting dalam berkendara," kata Syukur dikutip dari Federal Oil, Sabtu 5 Januari 2019.

Agar ban motor awet dan nyaman dikendarai, dia menyarankan tekanan ban disesuaikan dengan aturan.

" Sebaiknya harus sering-sering dicek tekanan angin pada ban motor, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan saat berkendara. Kalau tekanan angin ban motor kurang dari batas minimal, bisa juga ban motor mengakibatkan benjol hingga pecah ban," kata dia.

1 dari 4 halaman

Bahaya Isi Ban Campuran Nitrogen dan Angin Biasa

Dream – Mengisi ban dengan nitrogen dianggap lebih baik ketimbang angin biasa. Sebab, nitrogen tidak menyebabkan oksidasi yang mengakibatkan velg karatan.

Namun tak jarang para penegndara mencampur nitrogen dengan angin biasa. Mereka mengisi ban mereka dengan nitrogen, padahal di dalamnya masih banyak terdapat angin biasa. 

Dikutip dari intersport.id, Jumat 14 Desember 2018, pencampuran nitrogen dan oksigen itu berbahaya. Pencampuran nitrogen dan oksigen bisa membuat udara di dalam ban menjadi tidak stabil.

Kalau kendaraan dipakai saat cuaca panas dan jarak tempuh cukup jauh, tekanan udara di dalam ban bisa meningkat. Kemungkinan terburuk, ban akan meledak.

Lebih baik mengurungkan niat mencampur nitrogen dengan oksigen untuk mencegah ban meledak.

2 dari 4 halaman

7 Cara Memilih Ban yang Cocok untuk Mobil

Dream – Apa yang jadi pertimbangan Sahabat Dream saat memilih ban? Kemampuannya mencengkeram aspal, kecepatan, atau modelnya yang menunjang  penampilan mobil? Apapun alasan kamu, sebaiknya aspek keselamatan tetap jadi yang prioritas. 

Ban memang jadi salah satu komponen terpenting bagi mobil. Sederhananya, mobil takkan mungkin melaju jika tak ada ban. 

Dikutip dari Wuling, Kamis 13 Desember 2018, ban sebetulnya mempunyai lima fungsi, yaitu menahan beban dan guncangan, meneruskan tenaga dari mesin, serta melanjutkan fungsi kemudi. Ban juga berfungsi untuk menopan beban kendaraan dan muatan yang dibawa, meneruskan gaya gerak dan pengereman, dan mengontrol arah kendaraan.

Ketika memilih ban, alangkah baiknya kamu juga memperhatikan kebutuhan mobil. Sangat disayangkan jika memilih ban hanya karena aspek visual tapi tidak memperhatikan apa yang diperlukan untuk mobil. Sia-sia saja kan?

Lantas, bagaimana caranya memilih ban yang bagus? Kamu bisa mengikuti tujuh tips yang diberikan oleh Wuling Motor di bawah ini.

3 dari 4 halaman

Begini Caranya

Tipe Ban

Tipe ban yang sesuai dengan mobil, umumnya, tertera di plakat, pintu, atau laci mobil. Contohnya, ada huruf P (Passenger), berarti ban tersebut didesain untuk mobil penumpang. Tulisan LT untuk Light Truck, ST Special Trailer, T yang berarti ban serep, dan R berarti Radial.

Ukuran Ban

Jika memilih dan menggunakan ukuran yang lebih kecil, atau lebih besar dibandingkan dengan ukuran velg, ban tidak akan dapat terpasang dengan baik. Ukuran biasanya terdapat pada angka di belakang huruf R yang tertera pada plakat.

Lebar Ban

Semakin lebar ban, daya cengkramnya akan semakin baik. Begitu pula sebaliknya. Namun, ban yang lebar akan memengaruhi akselerasi.

Pola Tapak Ban

Selain lebar, pola tapak juga akan berpengaruh kepada daya cengkeram dan akselerasi. Untuk jalan yang memiliki pola hujan cukup tinggi disarankan menggunakan pola V. Pola atau kembangan ban sangat berpengaruh pada kinerja traksi dan pengereman.

4 dari 4 halaman

Selanjutnya

Ketebalan Ban

Ban yang lebih tipis memang terlihat lebih keren ketika digunakan, namun ban dengan profil tipis sangat buruk ketika digunakan untuk melintasi jalan yang jelek, serta velg akan cepat rusak.

Perhatikan Kode Kecepatan

Perhatikan contoh kode P195/55/R15 84V. Huruf V pada bagian belakang menunjukkan kecepatan maksimal yang mampu diatasi oleh ban. Jika diterjemahkan kecepatan maksimal mencapai 240 km/jam.

Perhatikan Kode Produksi

Setiap ban memiliki kode produksi yang tertera pada sisi bagian luar ban. Terdiri dari 5-7 digit. Digit 1-3 adalah huruf, dan digit sisanya adalah angka. Perhatikan bagian yang angka. Misal MA1115. Artinya ban tersebut diproduksi pada minggu ke-11 di tahun 2015 (Sekitar akhir Maret 2015).

Tidak disarankan membeli ban lama, karena tapak ban sudah mulai mengeras yang berpengaruh pada daya cengkram ban ke aspal terutama pada saat pengereman. Hal ini mengurangi kenyamanan dan berpengaruh pada keselamatan berkendara. 

Beri Komentar