Pabrik Baterai Mobil Listrik Senilai Rp15 Triliun Dibangun di Karawang

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 29 Juli 2021 18:12
Pabrik Baterai Mobil Listrik Senilai Rp15 Triliun Dibangun di Karawang
Pabrik ini akan dibangun di Karawang, Jawa Barat.

Dream – Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution Ltd akan membangun pabrik baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat. Baterai ini akan ditujukan bagi mobil listrik bertenaga baterai (battery electric vehicle).

Dikutip dari keterangan tertulis Hyundai, Kamis 29 Juli 2021, Hyundai menandatangani nota kesepakatan dengan pemerintah Indonesia untuk membentuk perusahaan patungan itu.

Melalui MoU Ini, Hyundai dan LG Energy Solution akan menggelontorkan dana senilai US$1,1 miliar (Rp15,91 triliun) ke dalam joint venture. Dana ini digunakan untuk membangun pabrik sel baterai di Karawang dengan kepemilikan saham 50 persen untuk masing-masing.

Pembangunan pabrik dijadwalkan akan dimulai pada kuartal keempat tahun 2021, dan akan selesai pada semester pertama tahun 2023. Produksi massal sel baterai di fasilitas baru ini diharapkan akan dimulai pada semester pertama tahun 2024.

1 dari 3 halaman

Produksi Sel Baterai Li-Ion Total 10 GWh

Karawang dipilih sebagai lokasi pabrik karena dekat dengan Jakarta. Selain itu, daerah itu punya jaringan transportasi yang lengkap, termasuk bandara, pelabuhan, dan jalan bebas hambatan. Karawang juga berhasil minat beragam industri besar untuk membangun fasilitas di area itu, seperti otomotif, elektronik, dan logistik.

Nantinya, pabrik itu akan memenuhi kebutuhan baterai untuk lebih dari 150 ribu kendaraan listrik berbasis baterai per tahun. Pabrik tersebut akan dibangun di lahan seluas 330 ribu meter per segi. Fasilitas ini akan memproduksi total 10 juta GWh sel baterai lithium ion NCMA.

Sel baterai yang diproduksi oleh pabrik di Karawang akan digunakan pada model EV dari Hyundai Motor dan Kia yang dibangun di atas platform BEV khusus Hyundai Motor Group, yaitu Electric-Global Modular Platform (E-GMP).

Pabrik baru ini akan membantu Hyundai dan Kia memproduksi kendaraan dengan efisiensi, kinerja, dan keamanan tinggi dengan memasok sel baterai yang dioptimalkan untuk dua model BEV dari produsen mobil tersebut.

2 dari 3 halaman

NHSTA Temukan Potensi Berbahaya, Hyundai Recall 277 Ribu Mobil di AS

Dream – Hyundai menarik kendaraan dalam jumlah besar (recall) sederet model mobilnya mulai dari Santa Fe, Elantra, Kona dan Veloster. Jumlah kendaraan yang ditarik di Amerika Serikat sebanyak 277.045 unit.

Dikutip dari Car and Driver, Jumat 7 Mei 2021, ratusan ribu kendaraan ini ditarik karena berpotensi terbakar. Penarikan pertama dilakukan pada mobil crossover Santa Fe keluaran 2013-2015. Sebanyak 151.025 unit berpotensi terbakar, menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHSTA).

 

© Dream

 

Kerusakan pada sistem pengereman yang bisa menyebabkan cairan mesin pecah dan bocor ke modul ABS (Antilock Braking System). Ini bisa berujung kepada korsleting listrik dan meningkatkan risiko kebakaran mesin.

Pemilik mobil akan diberi tahu pada Juni 2021. Diler akan mulai memeriksa dan mengganti modul rem jika perlu.

3 dari 3 halaman

Recall Kedua

Recall kedua sebanyak 125.840 unit termasuk Hyundai Elantara keluaran 2019-2020, Kona 2019-2021, dan Veloster 2019-2021 yang dilengkapi mesin 2 liter inline four. Mesin ini punya cincin oli piston. Komponen ini—jika kepanasan—bisa membuat oli bocor ke knalpot.

Pemilik kendaraan yang terdampak akan diberi tahu pada Juni 2021. Diler resmi akan bersiap untuk mengganti mesin ini.

Penarikan terbaru ini menambah daftar panjang mobil Hyundai dan KIA. Dua produsen mobil asal Korea Selatan ini telah menarik kembali ratusan ribu kendaraan untuk masalah serupa.

Sejumlah model Hyundai, Genesis, dan KIA ditarik kembali karena potensi masalah minyak rem dan korsleting listrik.

Beri Komentar