Begini Cara Kerja Tilang Elektronik Sepeda Motor

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 3 Februari 2020 13:46
Begini Cara Kerja Tilang Elektronik Sepeda Motor
Tilang elektr onik berlaku mulai awal bulan ini.

Dream - Tilang elektronik untuk sepeda motor mulai berlaku pada 1 Februari 2020. Kamera tilang ini siap merekam sepeda motor yang melanggar lalu lintas dan tidak memakai helm.

Dikutip dari Liputan6.com, Senin 3 Februari 2020, ada 57 kamera electronic traffic law enforcement (ETLE) yang berada di ruas jalan arteri atau jalur khusus TransJakarta. Pengendara sepeda motor diimbau untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas.

Kamera ETLE merekam langsung gambar kendaraan bermotor yang melanggar lalu lintas. Setelah itu, hasil tangkapan gambar dikirim langsung ke pusat data TMC Polda Metro Jaya.

Petugas akan memverifikasi jenis pelanggaran pengendara motor yang tertangkap kamera ETLE dan mengidentifikasi nomor pelat nomor. Apabila sudah terverifikasi jenis pelanggarannya, petugas akan menerbitkan surat konfirmasi.

Surat konfirmasi tilang elektronik akan dikirim ke alamat pengendara motor yang melanggar selambat-lambatnya tiga hari setelah pelanggaran dilakukan. Pelanggar diberikan waktu 7 hari setelah pengiriman surat konfirmasi untuk klarifikasi jika ada kekeliruan dalam proses tilang.

Klarifikasi dari pemilik kendaraan dapat dilakukan melalui situs web ETLE, melalui aplikasi yang nantinya dapat diunduh melalui Play Store, atau mengirimkan kembali belangko konfirmasi yang telah diisi kepada kepolisian.

Pemilik kendaraan yang kena tilang elektronik bisa mengklarifikasi jika saat itu kendaraannya dikendarai orang lain, atau kendaraan itu sudah bukan lagi miliknya namun belum dilakukan balik nama oleh pemilik yang baru.

1 dari 5 halaman

Pembayaran Denda

Sesudah klarifikasi, pelanggar mendapatkan surat tilang biru sebagai bukti pelanggaran, serta kode BRI virtual sebagai kode virtual pembayaran melalui Bank BRI.

Pembayaran bisa dilakukan lewat bank atau mengikuti sidang sesuai jadwal yang ditentukan. Pelanggar memiliki waktu 7 hari lagi setelah proses klarifikasi untuk membayar denda.

Jika pelanggar tidak secepatnya membayar denda, STNK akan terblokir dan tak bisa diperpanjang. STNK bisa diaktifkan kembali setelah pengemudi membayar denda tilang.

Denda yang dibayarkan sesuai jenis pelanggaran yang diatur Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)

2 dari 5 halaman

Catat Lokasi Tilang Elektronik untuk Sepeda Motor

Dream – Mulai awal Februari 2020, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mulai menerapkan electronic traffic law enforcement (ETLE) atau sistem tilang elektronik untuk sepeda motor.

" Nanti pada Februari ini, kita sosialisasikan seminggu lah, baru penindakan," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar, saat dikonfirmasi, Jumat 24 Januari 2020.

Menurut dia, ada dua lokasi kamera ETLE khusus sepeda motor, yakni jalan Jendral Sudirman hinggan MH Thamrin dan Jalan Warung Buncit.

" Pertama, sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin. Kemudian, di jalur Transjakarta koridor 6 rute Ragunan-Monas, tepatnya di depan kantor Imigrasi, Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan," kata dia.

 

 © Dream

 

Sebanyak 57 kamera pengawas akan disebar di lokasi yang telah ditentukan untuk penindakan pengendara motor.

Sebelumnya, sistem tilang elektronik sudah diterapkan bagi kendaraan roda empat atau lebih. Namun, untuk sepeda motor kamera ETLE baru diberlakukan dan penilangan hanya pada pengendara motor yang menggunakan pelat nomor Jakarta.

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)

3 dari 5 halaman

Uji Coba E-Tilang Motor Diberlakukan di Thamrin-Sudirman Bulan Depan

Dream - Para pengendara sepeda motor yang melintasi jalan protokoler di Jakarta sebaiknya mengurangi kecepatannya. Selain untuk keselamatan berkendara, polisi mulai bulan depan akan memberlakukan uji coba tilang elektronik pada kendaraan roda dua. 

Ujicoba tilang elektronik sepeda motor ini rencananya akan diberlakukan selama sepekan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mulai berlaku 1 Februari 2020. 

“ Uji coba nggak lama. Paling tiga hari sampai seminggu. Kalau oke, langsung kami tilang,” kata Kabid Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Fahri Siregar, dikutip dari NTMC Polri, Kamis 23 Januari 2020

 

 © Dream

 

Fahri menerangkan penerapan E-TLE terhadap kendaraan roda dua ini akan berlangsung di Jalan Sudirman – Thamrin dan koridor 6 Transjakarta, yaitu Ragunan–Dukuh Atas. Jenis kamera yang digunakan pun merupakan kamera E-TLE yang saat ini sudah beroperasi.

“ Ada 57 (kamera E-TLE) di ruas Sudirman – Thamrin, kami tingkatkan untuk penindakan sepeda motor plus 2 kamera yang di jalur Transjakarta,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Hanya Rekam Motor Plat B

Kamera tilang elektronik ini akan merekam sepeda motor berplat B saja yang melakukan pelanggaran seperti rambu lalu lintas, tidak memakai helm, hingga pelanggaran marka jalan.

Kamera E-TLE pertama kali dioperasikan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya pada 1 November 2018 dengan menyasar kendaraan mobil. Hingga November 2019, E-TLE telah menangkap pelanggaran sebanyak 54.074 kali.

Sebanyak 25.459 pelanggar telah melakukan konfirmasi dan pembayaran denda tilang. Serta 28.615 pelanggar yang diblokir kendaraannya. Tilang elektronik atau disingkat E-TLE juga diklaim mampu menurunkan jumlah pelanggar lalu lintas hingga 27 persen. Semakin banyak kamera yang dipasang akan bisa mendorong pengguna jalan lebih tertib dalam berkendara.

5 dari 5 halaman

Resmi! Sistem Tilang Elektronik Berlaku di 4 Ruas Jalan Tol Ini

Dream - Tilang elektronik resmi diterapkan di jalan tol. Kepastian ini ditandai dengan kerja sama PT Jasa Marga Tbk (Persero) dengan Polda Metro Jaya tentang penerapan sistem electronic traffic law enforcement (ETLE).

Kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (Persero), Desi Arryani, dan Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusuf.

“ Dalam penerapan ETLE ini, Standard Operating Procedure (SOP) juga sangat penting. SOP ini nantinya diharapkan bisa digunakan untuk moda-moda transportasi lainnya,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis Jasa Marga yang diterima Dream, Rabu 4 Desember 2019.

Danang mengatakan penerapan sistem ETLE dan electronic registration and identification (ERI) bisa mendukung penerapan pembayaran tol dengan sistem multi lane free flow.

 

 © Dream

 

Yusuf mengatakan penerapan ETLE selama setahun bisa menurunkan tingkat pelanggaran lalu lintas di jalan non-tol hingga 27 persen di Jakarta.

“ Tentu saja hal ini dapat kita capai bersama dengan memperhatikan apa yang juga sudah disampaikan oleh Kepala BPJT tadi, bahwa penerapan SOP terkait dengan ETLE, khususnya yang akan diterapkan di Kawasan Jalan Tol dan Trans Jakarta akan menjadi perhatian kami,” kata dia.

Desi mengharapkan kerja sama ini bisa menurunkan tingkat pelanggaran di jalan tol. Dikatakan terjadi banyak pelanggaran di jalan tol, seperti penggunaan sabuk pengaman dan ponsel saat mengemudi.

“ Kami berharap pengguna jalan tol juga semakin tertib lalu lintas, menurunkan tingkat kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas dengan ETLE di jalan tol,” kata dia.

Penegakan hukum ETLE kerja sama Jasa Marga-Polda Metro Jaya ini awalnya akan dilakukan pada Jalan Tol wilayah hukum Polda Metro Jaya, yakni Jalan Tol Dalam Kota (ruas Cawang-Tomang-Pluit), Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Soedijatmo, Jalan Tol JORR, dan Jalan Tol Jagorawi melalui Smart CCTV yang telah dipasang. Selain itu dilengkapi juga rambu-rambu yang dipasang pada lokasi Smart CCTV tersebut.

Teknisnya, Smart CCTV akan memotret kendaaraan yang melebihi ketentuan batas kecepatan atau pelanggaran lainnya di ruas jalan tol tersebut. Lalu data hasil capture Smart CCTV  yang ada di Jasa Marga akan diintegrasikan dengan database kepemilikan kendaraan yang ada pada sistem ERI dan ETLE milik Polda Metro Jaya untuk kemudian diproses lanjut oleh Polda Metro Jaya sesuai ketentuan yang berlaku.

Beri Komentar