Biar Nggak Kecelakaan, Begini 4 Teknik Mengerem Dadakan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 27 Januari 2020 08:12
Biar Nggak Kecelakaan, Begini 4 Teknik Mengerem Dadakan
Rem dadakan sering dilakukan saat ada halangan di jalan ketika sedang ngebut.

Dream – Hal pertama yang akan dilakukan  para pengendara ketika melihat mengebut ada halangan saat melaju dengan kecepatan tinggi adalah mengerem dadakan. Namun cara mengereman ini menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan.

Apalagi, kondisi jalan padat dan kendaraan dari belakang juga akan lambat merespons.

Saat kondisi jalan basah karena hujan atau genangan air lainnya, teknik pengereman yang baik sangat perlu untuk diperhatikan. Ketika jalanan tergenang air, gesekan antara aspal dengan roda sangat minim, yang akhirnya berujung pada selip dan motor pun akan tergelincir.

Beberapa teknik pengereman ini bisa anda pelajari agar anda terhindar dari kecelakaan ketika melakukan pengereman di saat melaju cepat atau kondisi jalan yang basah.

Berikut ini adalah teknik mengerem dadakan, dikutip dari Wahana Honda, Senin 27 Januari 2020.

1 dari 5 halaman

Empat Jari Tangan dan Lepas Handle Gas

Empat Jari Tangan

Teknik pengereman yang benar dan sangat dianjurkan adalah menggunakan empat jari tangan. Sayangnya, beberapa pengendara karena terlalu menyepelekan faktor safety, dan lebih mementingkan gaya yang akhirnya biasanya hanya menggunakan 2 jari saja.

Menggunakan keempat jari, akan memaksimalkan pengereman motor. Seluruh bagian handle rem akan terpegang dengan sempurna. Tenaga pengereman yang dikeluarkan pun juga akan maksimal, sehingga rem akan bekerja sempurna.

Lepas Handle Gas

Sebelum mengerem, pengendara sebaiknya melepaskan handle gas terlebih dahulu. Baru setelah itu melakukan pengereman dengan menggunakan empat jari.

Hal ini sering tidak disadari oleh para pengendara. Padahal melakukan pengereman dengan handle gas masih tertekan membuat pengereman tidak maksimal.

Saat handle gas masih ditekan, roda masih akan terus berputar. Roda yang berputar akan bergesekan dengan rem yang penekanannya tidak maksimal.

Akibatnya, akan terjadi gesekan pada roda, yang bisa mengakibatkan adanya selip dan berujung pada kecelakaan. Selain itu, menekan handle gas bersamaan dengan pengereman akan memperpendek usia roda dan kampas rem

2 dari 5 halaman

Jangan Menyerah dan Gunakan Rasio Rem Depan dan Belakang

Jangan Menyentak

Kebanyakan para pengendara akan melakukan pengereman mendadak ketika tahu di depannya ada penghalang. Penekanan rem yang menyentak akan memicu adanya pengereman mendadak, kendaraan pun akan oleng dan susah dikendalikan.

Sebaiknya, tekan pelan-pelan handle rem saat halangan mulai terlihat. Dan ketika kecepatan sudah dirasa mulai berkurang, serta halangan mulai semakin dekat, baru lakukan pengereman secara penuh.

Gunakan Rasio Rem Depan dan Belakang

Lakukan pengereman menggunakan rem depan dan rem belakang dengan rasio 60/40 atau 70/30. Yakni gunakan penekanan 60 persen pada rem belakang dan 40 persen menggunakan rem depan, atau 70 persen rem belakang dan 30 persen rem depan. Menggunakan rem depan akan memastikan kendaraan tidak mengalami oleng.

3 dari 5 halaman

Kamu Perlu Tahu, Ini Dua Teknik Pengereman yang Benar

Dream – Teknik pengereman menjadi sangat penting untuk keselamatan mengemudi. Sehingga kita wajib tahu beragam teknik pengereman.

Ada beberapa cara yang harus diperhatikan agar rem bisa bekerja secara optimal, terutama bagi kendaraan yang belum dilengkapi dengan fitur antilock braking system (ABS).

 

 © Dream

Dikutip dari Pressroom Toyota Astra, Rabu 30 Oktober 2019, ada dua cara yang bisa digunakan untuk mengerem, yaitu pulse dan threshold. Dua teknik ini punya cara yang berbeda.

Sebelum mengerem, kunci utama yang harus diperhatikan adalah grip ban ke aspal atau permukaan jalan. Secanggih apa pun rem mobil, kalau ban mobil tak dapat grip, pengereman, ya, takkan berjalan dengan baik.

Berikut ini adalah dua teknik pengereman yang bisa dilakukan.

4 dari 5 halaman

Teknik Pulse

Cara ini meniru kerja ABS. Kamu bisa menginjak pedal rem secara kuat dan injak-lepas berulang kali secara cepat. Ibaratnya, seperti memompa ban sepeda dengan kaki.

Tujuannya agar roda tak rerkunci dan kekuatan pengereman lebih optimal. Teknik sangat berguna bagi mobil yang belum mengusung teknologi ABS.

5 dari 5 halaman

Teknik Threshold

Cara ini lazim disebut dengan injakan mengambang. Caranya, kamu menginjak pedal secara kuat hingga mendekati batas pengunciabn. Kemudian, diangkat secara perlahan seperti injakan yang mengambang. Untuk mengangkat kaki, lakukan secara perlahan.

Salah satu cara mengetahui batas rem trercapai adalah suara berdecit dari ban. Nah, di situ kamu bisa melepas injakan dari pedal rem secara perlahan.

Teknik pengereman ini sebenarnya memerlukan waktu dan latihan agar kaki lebih terbiasa untuk melepas pedal lebih halus serta juga menghindari kaki menginjak pedal rem melewati batas penguncian roda membuat mobil tidak stabil. Perlu diketahui, teknik pengereman threshold bisa berbeda hasil jarak pengeremannya, tergantung dari permukaan dan kecepatan.

Ketika mengerem di jalanan kering hasilnya akan berbeda dengan jalanan basah. Begitu pula saat mengerem dengan kecepatan 100 km/jam, tentu berbeda dengan 40 km/jam.

(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari) 

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis