Di Malaysia, Booking Tempat Parkir Biar Tak Diserobot Bisa Dipenjara

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 5 Juli 2019 13:36
Di Malaysia, Booking Tempat Parkir Biar Tak Diserobot Bisa Dipenjara
Atau bayar denda Rp13 juta

Dream – Kesulitan terbesar saat pergi ke pusat perbelanjaan saat weekend adalah mencari tempat parkir. Areal parkir yang disediakan pengelola sudah bisa dipastikan penuh. Kamu yang tetap ngotot mesti punya kesabaran ekstra tinggi. 

Saat melihat satu spot parkir kosong, biasanya pengemudi akan langsung menginjak gas agar tak ditempati pengemudi lain. 

Kalau trik ini tak mempan, ada juga yang nekat menyuruh penumpang lain untuk berdiri di spot parkir kosong itu. Tentu cara ini akan membuat kesal pengendara lain.

Cara ini juga tak bisa kamu lakukan di Malaysia ya. Di negara ini biasanya orang akan memasng kerucut jalan atau kursi agar tak ditempati pengendara lain.

Walaupun cara ini legal untuk lokasi parkir berbayar, orang-orang tetap tidak bisa secara acak menandai lokasi parkir dengan kerucut jalan. Jika melakukannya, mereka akan dikenakan denda, seperti di Malaysia.

Dikutip dari World of Buzz, Jumat 5 Juli 2019, Departemen Transportasi Jalan Malaysia akan menjatuhkan denda kepada orang-orang yang booking tempat parkir dengan kursi, sepeda motor, pot bunga, atau kerucut jalan.

Berani melanggar, mereka akan dikenakan denda sesuai denganp pasal 50 ayat 3 Undang-Undang 1987 tentang Transportasi Jalan.

Aturan ini berlaku untuk parkiran di tempat umum atau swasta, seperti pusat perbelanjaan. Misalnya, menandai tempat parkir di parkiran apartemen, akan dikenakan denda.

1 dari 6 halaman

Berapa Dendanya?

Ada dua sanksi yang akan dijatuhkan bagi para pelanggar. Sanksi bagi pelanggaran pertama adalah kurungan penjara kurang dari enam bulan atau denda sebesar 2 ribu ringgit (Rp6,84 juta).

Pelanggaran kedua dan seterusnya adalah hukuman penjara tak lebih dari 12 bulan atau denda 4 ribu ringgit (Rp13,67 juta).

Kalau ada yang masih melakukan praktik ini, orang bisa mengirimkan aduan ke aduantrafik@jpj.gov.my. Saat menyampaikan aduan, kamu harus memberikan informasi berupa nomor identitas penduduk pelapor, lokasi insiden, tanggal insiden, pelat nomor kendaraan, dan rincian insidennya.

2 dari 6 halaman

Parkir Mobil 600 Hari, Pemilik Ditagih Rp171 Juta

Dream – Seorang pemilik mobil di Hangzhou, Tiongkok, memarkirkan mobil Hyundai di parkiran mobil. Tak tanggung-tanggung, dia menginapkan mobilnya selama 600 hari.

Tarif parkir yang harus dibayar membengkak jadi senilai Rp171 juta.

Dikutip dari Zing, Kamis 6 Juni 2019, area parkir ini berjarak 500 meter dari Lake West. Mobil Hyundai yang terlantar ini memiliki pelat nomor dari provinsi Anhui, tiongkok.

Cat mobil ini sudah rusak dan dipenuhi oleh debu. Terlihat pemilik mobil tak bersedia membawanya kembali pulang.

Setiap hari, pegawai parkir akan merekam tiket parkir senilai 147 yuan (Rp303.702). Tarif parkirnya meningkat jadi 83.023 (Rp171,02 juta).

Di Tiongkok, tak ada aturan yang jelas untuk mengatur mobil terlantar di area parkir dalam waktu lama. Makanya, tak sedikit pemilik mobil yang memilih untuk menelantarkan mobil di area parkir.

Kalau tarifnya makin tinggi, mereka akan mengirimkan ke tempat sampah dan mengabaikan “ nasib” kendaraannya. (ism)

 

[crosslink_1]

3 dari 6 halaman

Habis Rp413 Juta Buat Sewa Lahan Parkir, yang Didapat Bikin Emosi

Dream – Malang benar nasib wanita ini. Dia sudah mengeluarkan duit senilai ratusan juta rupiah untuk membeli lahan parkir.

Tapi, yang didapatkan justru zonk alias tak sesuai harapan

Dikutip dari Next Shark, Rabu 5 Juni 2019, wanita ini bernama Tao. Dia merogoh kocek 200 ribu yuan setara dengan Rp413,2 juta untuk sebuah lahan parkir di sebuah apartemen di Nanning, Tiongkok.

Sebenarnya, Tao telah membeli lahan ini pada Agustus 2018, tapi baru bisa mengecek setelah pindah ke apartemen.

Saat mengetahui lahan parkirnya, ternyata area Tao dekat lift. Kemudian, diapit oleh dua tembok.

4 dari 6 halaman

Ngenes Banget

Serasa penderiataannya tak berhenti, Tao mendapat areanya yang sangat sempit. Tao pun hanya bisa memasukkan mobil tanpa bisa membuka pintu.

Mau tak mau dia harus keluar dari sunroof.

Karena kecewa, dia mendatangi pengembang untuk meminta pengembalian uang.

Sayang seribu sayang, pengembang enggan mengembalikan uangnya. Pengembang menyebut permintaannya mustahil dikabulkan. Tao pun diminta untuk menjual area parkir itu kepada orang lain yang membutuhkan.(Sah)

5 dari 6 halaman

Baru Parkir 45 Menit, Tarifnya Jadi Rp32 Juta

Dream – Saban memarkir kendaraan di pusat perbelanjaan atau tempat berbayar lain, kita pasti sudah punya gambaran tarif yang harus dibayar. Kita biasanya sudah menghitung-hitung lama kendaraan kita terparkir.

Tapi, ada kisah yang sedang menjadi perbincangan. Pengendara ini harus menerima tagihan sebesar Rp32 juta padahal baru sekitar 45 menit memarkir mobilnya.

Kisah ini dialami oleh sopir pengiriman, Supra Mac, di Bandara Jewel Changi Singapura. Dia kaget bukan kepalang saat harus membayar tarif parkir senilai 3.158,72 dolar Singapura (Rp32,92 juta).

Dilansir dari World of Buzz, Selasa 30 April 2019, cerita ini bermula ketika Supra Mac hendak keluar parkir. Sayangnya, dia tidak bisa keluar karena saldo uangnya tidak cukup.

“ Saya baru mengisi kartu kredit saya pagi hari. Ketika melihat jumlahnya, itu seperti lelucon,” kata dia.

Lalu, Supra menghubungi staf Jewel melalui intekom. Sepuluh hingga lima belas menit kemudian, pria ini baru bisa keluar.

“ Saya pikir tidak ada yang bisa disalahkan. Itu hanya kesalahan dan mereka yang menyelesaikannya,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Kesalahan Pencatatan

Juru bicara bandara menyebut insiden ini terjadi karena tap out Supra tidak tercatat di gerbang pembayaran. “ Kami mengonfirmasi ini kasus yang terjadi pada 10 April di ruang bongkar muat,” kata juru bicara tersebut.

Menurut juru bicara itu, tak ada catatan pengemudi meninggalkan tempat parkir. Biaya parkirnya terakumulasi sampai kunjungan berikutnya pada 24 April 2019.

Juru bicara juga meminta agar kendaraan lain tidak mengekor mobil dan menjaga jarak aman dari mobil di depannya. Tujuannya agar system parkir bisa merekam semua mobil yang keluar masuk pintu.

Beri Komentar