Cara Aman Agar Mesin Kendaraan Tidak Mati di Rel Kereta Api

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 25 Januari 2019 12:16
Cara Aman Agar Mesin Kendaraan Tidak Mati di Rel Kereta Api
Ngeri, kan, kalau mesin mati ketika melintasi rel dan sirine kereta sudah berbunyi.

Dream – Kecelakaan mobil di perlintasan kereta api masih saja terjadi. Selain kelalaian pengendara, kecelakaan ini juga bisa dipicu oleh faktor lain.

Bisa jadi, mesin tiba-tiba mati saat kendaraan berada di atas perlintasan kereta. Sementara, di saat bersamaan ada kereta yang melaju kencang di perlintasan itu.

Karena itulah kita harus berhati-hati saat melintas di atas rel kereta. Kita harus mematuhi aturan. Bila sirine sudah meraung dan palang pintu sudah tertutup, jangan sekali-sekali menerobosnya. Berhentilah meski kereta masih jauh.

Untuk menghindari kecelakaan akibat mesin mati saat berada di atas perlintasan kereta, berikut ini tip yang bisa kamu lakukan sebagaimana dikutip Dream dari Top 1 Indonesia:

1 dari 3 halaman

Mesin Mati di Lintasan Kereta Api

Kasus mesin mati saat menyebrangi rel kereta memang kerap terjadi. Situasi ini menimbulkan kecelakaan yang parah. Biasanya, kendaraan-kendaraan besar yang sering mengalami mogok, seperti mobil, bus, dan truk. Agar lebih mawas diri, kamu perlu tahu penyebab mengapa mesin bisa mendadak mati ketika melewati rel kereta api.

Daya magnetik yang terdapat pada rel kereta api, menyebabkan mesin mobil bisa tiba-tiba mati. Daya tarik magnet antara peron dan mobil terjadi karena adanya gesekan antara roda kereta dan rel.

Hal ini terjadi karena roda kereta api menggunakan baja berjenis ferritic yang memiliki medan magnet yang kuat. Medan magnet itulah yang mengganggu sistem kelistrikan mobil dan membuat kendaraanmu mogok.

Motor pun bisa tiba-tiba mogok jika kamu menggunakan sistem manual. Kalau pada motor, biasanya itu faktor lalai pengendara karena tidak pandai dalam menjaga putaran mesin tetap stabil.

Lalu, bagaimana caranya supaya aman melintasi rel kereta api?

2 dari 3 halaman

Begini Caranya

Kurangi kecepatan saat hendak melalui perlintasan kereta api dan tak perlu terburu-buru. Selalu waspada dengan kondisi kanan dan kiri.

Usahakan berhenti 25 meter dari perlintasan ketika mendengar suara sirine dan palang pintu sudah tertutup. Sesuaikan putaran mesin dan transmisi kendaraan untuk menghindari mesin tiba-tiba.

Biasakan menggunakan gigi yang rendah saja jika kamu menggunakan transmisi manual. Jika terlalu tinggi, mesin akan lebih cepat mati karena putarannya tidak stabil. Kamu juga perlu jaga jarak, jangan terlalu dekat dengan pengendara lain.

Jika posisi kendaraan saat melintasi tidak sejajar, kamu perlu membuat sudut putar sekitar 70-90 derajat. Jangan menyebrangi ketika posisi ban miring terutama untuk para pengendara motor. Jika miring, ban motor bisa selip dan tergelincir.

3 dari 3 halaman

Kalau Kendaraan Mogok?

Jika kendaraanmu mogok, jangan pernah panik. Tetaplah santai dan juga waspada.

Segera netralkan kepanikanmu dan cobalah untuk menstarter ulang mesin. Kalau tak bisa menyala, mintalah pertolongan warga sekitar untuk mendorong kalau diperlukan.

Intinya, ya, kamu harus selalu disiplin dalam berkendara, ya. Selama menaati aturan lalu lintas dan berkendara secara benar, kamu bisa mengurangi risiko kecelakaan. 

Beri Komentar