Hore! Gojek Tambah Fitur Keamanan Buat Pengguna Perempuan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 11 Maret 2020 18:45
Hore! Gojek Tambah Fitur Keamanan Buat Pengguna Perempuan
Penguna jasa Goride dan Gocar bisa menyamarkan nomor telepon.

Dream - Perusahaan jasa transportasi online, Gojek Indonesia menambah fitur keamanan khususnya buat para perempuan pengguna jasa Gojek maupun Gocar. Lewat Gojek Shield, Gojek ingin memastikan para perempuan bisa menggunakan transportasi ini lebih aman. 

Lewat program #AmanBersamaGojek, Senior Vice President Marketing Gojek Indonesia, Monita Moerdani, menjelaskan fitur baru tersebut disediakan untuk memastikan keamanan pengguna, dari sebelum memulai perjalanan hingga berada di dalam keadaan darurat.

Tak hanya untuk penumpang, Gojek Shield juga disiapkan untk menjamin keamanan para mitra pengemudi Gocar dan Gojek.

“ Bagi Gojek, keamanan adalah prioritas utama, khususnya untuk perempuan. Kami memanfaatkan kecerdasan buatan untuk fitur Gojek Shield untuk memberikan rasa aman saat menggunakan aplikasi Gojek,” kata Monita dalam acara “ Peringatan Hari Peremmpuan Internasional, Gojek Hadirkan Layanan Makin Aman untuk Perempuan” di Jakarta, Rabu 11 Maret 2020.

Fitur Gojek Shield ini diakui mempunyai beragam kelebihan seperti penyamaran nomor telepon, fitur berbagi perjalanan, dan tombol darurat.

Data yang dimiliki Gojek mencatat, pengguna layanan Goride maupun Gocar pada malam hari didominasi kalangan perempuan. Jumlahnya bahkan mencapai 55 persen.

“ Kami bekerja ekstra keras melebihi standar industri guna memastikan keamanan bagi perempuan, terutama pada malam hari,” kata Monita.

1 dari 6 halaman

Zona Aman dan Active Bystander

Tak hanya lewat fitur Gojek Shield, upaya Gojek untuk menjamin keamanan penggunanya juga dilakukan melalui non aplikasi lewat pilar proteksi dan edukasi.

Dua inisiatif ini merupakan komitmen yang ditandai dengan peluncuran Zona Aman Bersama Gojek dan pelatihan Active Bystander untuk para mitra Goride dan Gocar.

Zona aman bersama Gojek merupakan ruang ramah perempuan yang memanfaatkan ratusan shelter atau titik jemput gojek yang berada di titik-titik startegis di Indonesia.

Untuk edukasi pelatihan, Gojek menggandeng HollaBack! Jakarta. Kerja sama ini bertujuan agar para mitranya teredukasi menjadi saksi yang aktif membantu korban pelecehan seksual di tempat kejadian

(Sah, Laporan: Shania Suha Marwan)

2 dari 6 halaman

Tarif Ojek Online di Jabodetabek Naik, Begini Respons Gojek dan Grab

Dream - Perusahaan penyedia jasa transportasi online, Grab dan Gojek, menghormati keputusan pemerintah yang memutuskan menaikkan tarif ojek online untuk daerah Jabodetabek.

Dengan kebijakan baru tersebut, kedua perusahaan tersebut berharap akan ada peningkatan kenyamanan dan keamanan buat para penggunanya.   

“ Kami mendukung kebijakan naiknya tarif ojol. Pihak Gojek senantiasa selalu berusaha meningkatkan keamanan dan kenyamanan,” kata Chief of Public Policy and Government Gojek, Shinto Nugroho, di Jakarta, Selasa 10 Maret 2020.

Menurut Shinto, perusahaan selama ini selalu berusaha melindungi keamanan dan kenyaman konsumen salah satunya dengan memberikan asuransi buat masyarakat pengguna. Untuk perlindungan tersebut Gojek telah menggandeng perusahaan penyedia asuransi kecelakaan, Jasa Raharja.

 

 © Dream

 

“ Ini merupakan langkah yang terus dilakukan untuk melindungi konsumen,” kata dia.

Sementara itu Head of Public Affair Grab, Tri Sukma menegaskan perusahaan menghormati keputusan pemerintah menaikkan tarif Ojol di wilayahan Jabodetabek. 

Selanjutnya, Grab akan mengkomunikasikan keputusan Kementerian Perhubungan tersebut ke seluruh mitranya. 

“ Tarif Jabodetabek akan didiskusikan dengan rekan-rekan,” kata Tri.

(Laporan: Cindy Azari)

3 dari 6 halaman

Inikah Alasan Tarif Ojol Naik Rp250/KM?

Dream - Kementerian Perhubungan resmi menaikkan tarif ojek online (ojol) untuk di Jabodetabek. Kenaikannya sebesar Rp250 per km untuk tarif batas bawah dan Rp150 untuk tarif batas atas.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, membeberkan dua alasan kenaikan tarif ojol.

Yang pertama, Budi mempertimbangkan keadaan ekonomi di Jakarta. “ Yang pertama, perkembangan terhadap ekonomi di Jakarta ini, kan, cepat sekali, ya,” kata Budi di Jakarta, Selasa 10 Maret 2020.

 

 © Dream



Alasan lainnya yang menjadikan tarif ojol naik, kata dia, adalah masukan dari berbagai pihak. Budi mengatakan perubahan tarif ojol akan ditinjau kembali per tiga bulan sekali.

“ Kalau di regulasi, kan, tiga bulan sekali,” kata dia.

Sekadar informasi, kenaikan tarif ini akan berlaku per 16 Maret 2020.

4 dari 6 halaman

Mulai 16 Maret 2020, Tarif Ojol Naik Rp250 per KM

Dream - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikkan tarif ojek online (ojol) berdasarkan tarif batas bawah (TBB) dan tarif batas atas (TBA). Kenaikan tarif ini berlaku mulai 16 Maret 2020.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengatakan, TBB naik dari Rp225 menjadi Rp250 per km. Sehingga, tarifnya anyar menjadi Rp2.250 per km.

“ Sedangkan TBA naik Rp150 menjadi Rp2.650 per km,” kata Budi di Jakarta.

 

 © Dream



Dengan kenaikan tarif ini, ongkos perjalanan per 4 km naik dari Rp9 ribu menjadi Rp10.500. “ Ya, (tanggal) 16 Maret kami harapkan kenaikan tarif sudah bisa dijalankan,” kata dia.

Setelah tanggal 16 Maret, Kemenhub akan mengevaluasi kepatuhan aplikator terhadap kenaikan. Rencananya, kenaikan tarif ojol ini berlaku di Jabodetabek.

Laporan: Cindy Azari

5 dari 6 halaman

Mulai Hari Ini, Tarif Baru Ojol Berlaku di Seluruh Indonesia

Dream – Mulai hari ini, Senin 2 September 2019, tarif baru transportasi online akan diberlakukan. Tarif ini berlaku di beberapa kota.

“ Kami mengumumkan mulai tanggal 2 September 2019, pemberlakuan tarif ojek online berlaku di seluruh Indonesia,” kata Direktur Angkutan Darat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Darat, Ahmad Yani, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com.

Yani mengatakan keputusan tarif tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019 yang merupakan turunan atas Permenhub 12/2019.

 

 © Dream

 

Soal rincian, untuk Zona I (Sumatera, Jawa, Bali kecuali Jabodetabek) Rp1.850 - Rp2.300 per kilometer dengan biaya minimal Rp7 ribu—Rp10 ribu.

Untuk Zona II (Jabodetabek), tarifnya mulai Rp2 ribu—Rp2.500 per km. Biaya minimal sebesar Rp8 ribu—Rp10 ribu.

Untuk zona III (Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya), tarifnya sekitar Rp2.100—Rp2.600. Biaya minimalnya sebesar Rp7 ribu—Rp10 ribu.

6 dari 6 halaman

Sudah Berlaku di Beberapa Kota

Sebenarnya, tarif baru ini sudah berlaku di banyak kota di Indonesia. Namun belum semuanya. Dilaporkan, tarif baru hanya berlaku di 123 kota.

Dengan adanya keputusan ini, maka tarif baru tersebut akan berlaku di 224 kota di seluruh Indonesia. Rinciannya, 224 kota wilayah operasi Grab serta 221 kota untuk Gojek.

Penyesuaian tarif baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengemudi atau driver. Selain itu, diharapkan pula adanya peningkatan jumlah pengguna dari berbagai layanan berbasis online ini. 

Beri Komentar