Wajib Dihindari Pemilik Mobil Agar Klaim Asuransi Banjir Bisa Cair

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 31 Januari 2019 06:44
Wajib Dihindari Pemilik Mobil Agar Klaim Asuransi Banjir Bisa Cair
Cara klaimnya bisa mudah jika kamu memperhatikan hal-hal di bawah ini.

Dream – Setiap musim hujan, bencana banjir mengintai masyarakat terutama yang tinggal di wilayah yang memiliki sistem drainase buruk. Ketika air bah melanda, ada beragam dampak negatif dan kerusakan yang dihasilkan.

Tak hanya rumah yang ternggelam atau jatuhnya korban jiwa, banjir juga bisa menghancurkan aset-aset yang dimiliki orang-orang, termasuk kendaraan bermotor.

Bagi pemilik kendaraan, mobil yang terendam banjir adalah bencana. Mereka harus mengurang uang cukup dalam untuk memperbaiki kendaraannya. Belum lagi urusan membersihkan interior mobil.

Biasanya, pemilik kendaraan yang daerahnya sering dilanda banjir sudah melakukan persiapan dengan ikut sebagai peserta asuransi kendaraan. Diharapkan saat bencana melanda, pihak asuransi akan menanggung biaya yang meski dikeluarkan.

Namun apakah semudah itu memperoleh klaim asuransi kendaraan?

" Dengan perluasan bencana alam, pengendara bisa dijamin dari kerugian karena bencana alam, termasuk hujan es, banjir, dan lainnya. Tanpa adanya perluasan manfaat, maka tidak akan dijamin,” kata Business Development Division Head PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance), Tanny Megah Lestari, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 31 Januari 2018.

Tanny menyarankan agar pemegang polis asuransi kendaraan hendaknya memperhatikan ketentuan yang dibuat pihak perusahaan penerbit asuransi. 

Salah satu tips yang diberikan Tanny adalah pemilik kendaraan bermotor disarankan tak menyalakan mesinnya di tengah banjir. Kondisi ini akan menimbulkan water hammer di mesin dan akan memperparah kerusakan.

“ Apabila berada di genangan air yang rendah, sebisa mungkin tinggalkan kendaraan, kunci kendaraan, tunggu hingga air surut dan menelpon pihak asuransi atau derek untuk mengangkut mobil untuk diperbaiki,” kata dia.

Tanny juga menyarankan untuk tidak menerobos banjir. Kalau sengaja menerobos, kendaraan akan rusak.

“ Kendaraan tersebut (menerjang banjir) masuk ke dalam pengecualian yang tidak dijamin oleh polis asuransi,” kata dia.

1 dari 3 halaman

Trik Mengemudikan Mobil Melewati Jalan Banjir

Dream – Intensitas hujan yang tinggi belakangan ini berpotensi menimbulkan genangan air. Bahkan, curah hujan tersebut bisa menimbulkan banjir di beberapa wilayah.

Pengemudi, termasuk mobil, tak punya pilihan untuk menerjangnya jika memang sangat terpaksa.

Namun jika kamu berada dalam situasi ini dan masih ada alternatif jalur lain, ada baiknya kamu berbalik arah.

Melewati banjir memiliki banyak risiko. Mulai dari komponen kendaraan rusak atau terperosok akibat tak mengetahui ada lubang.

Berikut ini adalah lima tips menerobos banjir ketika mengemudi mobil dari Mitsubishi, dikutip dari OTO.com, Sabtu 29 Desember 2018.

2 dari 3 halaman

Ini Trik Kendaraan Tetap Aman Lewati Banjir

Identifikasi Banjir

Kamu perlu mengetahui seberapa dalam banjirnya. Bagian ini mungkin cukup sulit dilakukan, tetapi penting agar kamu tak terjebak di tengah banjir.

Kalau hapal dengan jalan yang dilewati, kamu bisa memprediksi kedalaman banjir dan area mana saja yang perlu dihindari. Kalau tidak, kamu bisa mengambil patokan dari trotoar atau mobil lain untuk memperkirakan ketinggian air.

Caranya, kamu tinggal melihat seberapa dalam ban yang tergenang. Kalau sudah mencapai satu ban, lebih baik putar balik, apalagi mobilmu jenis sedan atau city car.

Mengetahui Spesifikasi Mobil

Caranya dengan melihat data ground clearance dan kemampuan melewati genangan air. Mobil dengan ground clearance rendah seperti sedan dan city car biasanya lebih berisiko jika dipaksakan menerabas banjir. Berbeda dengan mobil sport utility vehicle (SUV), contohnya Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner yang punya ground clearance tinggi, serta spesifikasi melewati genangan air mencapai 70 cm.

Kemampuan melahap banjir juga ditunjang letak ketinggian saluran udara ke mesin. Kamu perlu tahu di mana letak dan seberapa tingginya agar bisa menghindari air masuk ke mesin dan terhisap. Lebih aman lagi untuk mobil yang punya letak intake yang tinggi, biasanya saluran udara yang letaknya tinggi ini ada di mobil SUV.

Kalau air sampai masuk ke dalam mesin, mobil akan mengalami water hammer. Kondisi ini berbahaya dan ditandai dengan mobil mogok. Kalau sudah begini, jangan mencoba menyalakan mesin sebab akan semakin merusak komponen di dalamnya.

3 dari 3 halaman

Kalau Apes, Bawa ke Bengkel

Berkendara Perlahan

Pastikan kecepatan saat membelah banjir tidak tinggi. Gunakan gigi rendah agar mobil berjalan lancar. Jangan terburu-buru menambah kecepatan karena air berisiko naik ke atas kap mesin.

Hindari menahan setengah kopling atau mengocok pedal gas dalam genangan, karena dapat menciptakan gelombang air. Tindakan ini acapkali dinilai mampu menyelamatkan mesin dari kemasukan air lewat saluran knalpot, padahal ini salah.

Periksa Pengereman

Setelah berhasil melewati banjir, kamu tetap harus waspada. Periksa pengereman dengan melakukan trik sederhana.

Jalankan kendaraan dalam kecepatan rendah sekitar 5 km per jam. Lalu injak pedal rem berkali-kali guna mengetahui kinerjanya.

Mengapa ini perlu dilakukan? Rem yang basah mengalami penurunan kinerja, bahkan malfungsi. Dibutuhkan waktu agar dapat berfungsi normal. Kamu tentunya tak mau mengalami rem blong saat mengemudi bukan.

Bawa ke Bengkel

Jangan menunda pemeriksaan mobil ke bengkel resmi. Setelah melewati banjir, kondisi mobil bisa berubah, Makanya, dibutuhkan pemeriksaan menyeluruh di bengkel resmi, termasuk mengantisipasi adanya kerusakan lebih jauh.

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya