3 Cara Merawat Lap Microfiber Agar Awet

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 29 September 2019 15:01
3 Cara Merawat Lap Microfiber Agar Awet
Lap serbaguna ini bisa awet dipakai jika dirawat dengan benar.

Dream – Saat ini lap microfiber semakin banyak digunakan pemilik mobil untuk membersihkan body kendaraan kesayangannya. Berbeda dengan lap kain, microfiber dianggap tak membat badan mobil lecet.

Lap microfiber merupakan kain yang menggunakan bahan serat sintesis. Lap itu memiliki banyak fungsi, mulai dari mengeringkan mobil yang basah, membersihkan debu, sampai sering digunakan untuk menerapkan wax pada mobil.

Aga bisa selalu awet, lap multiguna ini harus dirawat, lho.

Mengutip lama Suzuki, Minggu 29 September 2019, berikut adalah tiga cara merawat lap microfiber.

Pertama, mencucinya terlebih dahulu sebelum dipakai.

Ketika baru membeli lap tersebut, segeralah dicuci sebelum lap tersebut akan digunakan. Mirip dengan baju yang sebaiknya dicuci dulu pakai air supaya bahan kainnya bisa beradaptasi. Tapi ingat jangan mencucinya dengan mesin cuci.

Cukup cuci tangan tanpa deterjen dan pelembut karena bisa merusak struktur microfiber-nya. Usahakan untuk menggunakan air yang hangat untuk mencuci dan merendam lap microfiber. Setelah direndam, peras ringan saja jangan terlalu keras seperti kain lap biasa. Lalu dijemurnya cukup diangin-anginkan saja dan jangan di bawah sinar matahari langsung.

Ingat juga, jangan dicampur juga dengan bahan lain seperti kaos atau celana. Mengapa? Daya serap microfiber berbeda dan partikel dari bahan-bahan lain yang justru berisiko menempel.

1 dari 5 halaman

Pisahkan

Kedua, memisahkan fungsi setiap lap. Misalnya, lap yang digunakan untuk waxing, ya, waxing. Kalau untuk mengeringkan mobil, kainnya terpisah. Jangan dicampur pemakaiannya.

Ketiga, cuci segera setelah dipakai. Setelah dipakai, lap microfiber juga sebaiknya langsung dicuci agar kondisinya tetap baik dan saat ingin dipakai bisa langsung digunakan. Bagaimana cara mencucinya? Sama dengan poin pertama.

Cukup cuci tangan dengan air hangat, tanpa deterjen dan pelembut. Lalu dijemurnya cukup diangin-anginkan saja dan jangan di bawah sinar matahari langsung.

2 dari 5 halaman

Cuci Ruang Mesin Mobil Pakai Air Tekanan Tinggi, Aman?

Dream – Memiliki mobil yang bersih tentu akan memberikan kenyaman tersendiri bagi setiap pemiliknya. Namun di penghujung musim hujan seperti saat ini, mobil mudah menjadi kotor. Merka yang tak punya banyak waktu akan mengarahkan kendaraannya ke tempat pencucian mobil.

Jasa cuci memang sangat membantu pengendaran mobil. Apalagi jasa yang ditawarkan semakin beragam. Mulai dari harga murah sampai kelas premium. Biasanya, mereka akan menawarkan beberapa pengerjaan, seperti cuci bodi, vacuum interior, cuci kolong, sampai cuci mesin.

Namun sebaiknya kamu memberikan instruksi yang jelas kepada pegawai pencucian mobil sebelum membersihkan mobil kesayanganmu. 

 

© Dream

 

Sampai saat ini masih ada beberapa jasa pencucian mobil yang masih salah dalam mencuci mobil terutama untuk bagian ruang mesin. Tak jarang, mereka mencuci mesin dengan air bertekanan tinggi.

CEO Scuto di Lebak Bulus, Jakarta, Kwie Stefan Eka Wijaya, mengatakan treatment pencucian mesin di setiap mobil tidaklah sama. Ada beberapa mobil yang sangat sensitif terhadap cipratan air, terutama di bagian sensor-sensornya.

“ Tidak setiap mobil itu bisa kena air, seperti mobil-mobil Eropa atau mobil baru yang sudah banyak sensornya,” kata Stefan, dikutip dari Otosia, Kamis 7 Februari 2019. 

Kalau sembarangan, kata dia, akan berakibat kerusakan pada beberapa sensor.

3 dari 5 halaman

Lebih Baik Pakai Air Bertekanan Kecil

Stefan menyarankan untuk menggunakan air bertekanan kecil untuk membersihkan mesin mobil. Cara ini juga akan membuat mesin tidak akan rusak.

“ Seperti mobil Jepang, misalnya, cenderung lebih aman jika kena air. Cukup dengan air tekanan kecil saja, namun mengalir,” kata dia.

Stefan mengatakan komponen mobil yang berusia tua dan mobil kekinian dengan sensor melimpah, bisa rusak jika menggunakan air bertekanan tinggi. Dia juga menegaskan ruang mesin harus segera dikeringkan setelah disiram. Tujuannya untuk mencegah karat pada mesin.

“ Sehabis kena air itu juga harus segera dikeringkan. Kalau hanya disiram, tapi tidak dikeringkan, ya, sama saja bohong. Bisa timbul karat juga,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Gunakan Engine Degreaser

Stefan juga menyarankan pemilik mobil menggunakan engine degreaser ketika membersihkan ruang mesin. Selain aman, penggunaan engine degreaser juga bsia diaplikasikan sendiri oleh pemilik kendaraan.

Alat ini juga banyak dijual di toko-toko umum.

" Kalo di Scuto sih kita menggunakan engine degreaser yaa, karena memang lebih aman. Kalau mau beli di toko umum juga tetap harus hati-hati ya, khawatir tidak bagus kualitasnya malah bisa merusak. Untuk penggunaanya cukup disemprot ke bagian mesin yang akan dibersihkan, lalu bersihkan dengan kuas atau lap microfiber. Terakhir tetap harus dikeringkan lagi agar tidak karat," kata dia.

Stefan mengatakan membersihkan ruang mesin juga ada aturannya. Misalnya, menutupi beberapa komponen elektrikal. Cara ini bisa menghindari korsleting di ruang mesin.

(Sumber: Otosia)

5 dari 5 halaman

Begini Cara Pemilik Mobil Nikmati Cuci Mobil Gratis

Dream – Mencuci mobil menjadi aktivitas yang sering dilakukan oleh pemilik kendaraan. Biasanya mereka mencuci kendaraannya di rumah.

Kalau tak sempat, pemilik mobil bisa membawa ke tempat jasa pencucian mobil. Toh, bisnis cuci mobil sudah banyak ditemukan di mana-mana.

Tapi, bagaimana jika kondisi dompet kritis dan kendaraan perlu dicuci?

Dikutip dari akun Instagram @rawswift, Jumat 7 Juni 2019, ada sebuah video yang menampilkan ada saluran air yang bocor. Kebocoran ini membuat air memancur keluar.

Cuci mobil gratis.© Akun Instagram @rawshift

 

Situasi itu dimanfaatkan oleh pengemudi mobil untuk membersihkan kendaraanya. Pengemudi sengaja mengarahkan kendaraan ke bawah pancuran air yang deras. Lalu, menepikan sisi kanan mobil ke arah air agar bisa tersiram.

Dia tak sendirian. Ada empat mobil lainnya yang mengikuti jejaknya.

Kamu bisa melihat videonya di sini.

[crosslink_1]

Beri Komentar