Catat Lokasi Tilang Elektronik untuk Sepeda Motor

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 24 Januari 2020 15:25
Catat Lokasi Tilang Elektronik untuk Sepeda Motor
Tilang ini akan berlaku pada bulan depan.

Dream – Mulai awal Februari 2020, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mulai menerapkan electronic traffic law enforcement (ETLE) atau sistem tilang elektronik untuk sepeda motor.

" Nanti pada Februari ini, kita sosialisasikan seminggu lah, baru penindakan," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar, saat dikonfirmasi, Jumat 24 Januari 2020.

Menurut dia, ada dua lokasi kamera ETLE khusus sepeda motor, yakni jalan Jendral Sudirman hinggan MH Thamrin dan Jalan Warung Buncit.

" Pertama, sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin. Kemudian, di jalur Transjakarta koridor 6 rute Ragunan-Monas, tepatnya di depan kantor Imigrasi, Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan," kata dia.

Sebanyak 57 kamera pengawas akan disebar di lokasi yang telah ditentukan untuk penindakan pengendara motor.

Sebelumnya, sistem tilang elektronik sudah diterapkan bagi kendaraan roda empat atau lebih. Namun, untuk sepeda motor kamera ETLE baru diberlakukan dan penilangan hanya pada pengendara motor yang menggunakan pelat nomor Jakarta.

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)

1 dari 5 halaman

Uji Coba E-Tilang Motor Diberlakukan di Thamrin-Sudirman Bulan Depan

Dream - Para pengendara sepeda motor yang melintasi jalan protokoler di Jakarta sebaiknya mengurangi kecepatannya. Selain untuk keselamatan berkendara, polisi mulai bulan depan akan memberlakukan uji coba tilang elektronik pada kendaraan roda dua. 

Ujicoba tilang elektronik sepeda motor ini rencananya akan diberlakukan selama sepekan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mulai berlaku 1 Februari 2020. 

“ Uji coba nggak lama. Paling tiga hari sampai seminggu. Kalau oke, langsung kami tilang,” kata Kabid Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Fahri Siregar, dikutip dari NTMC Polri, Kamis 23 Januari 2020

 

© Dream

 

Fahri menerangkan penerapan E-TLE terhadap kendaraan roda dua ini akan berlangsung di Jalan Sudirman – Thamrin dan koridor 6 Transjakarta, yaitu Ragunan–Dukuh Atas. Jenis kamera yang digunakan pun merupakan kamera E-TLE yang saat ini sudah beroperasi.

“ Ada 57 (kamera E-TLE) di ruas Sudirman – Thamrin, kami tingkatkan untuk penindakan sepeda motor plus 2 kamera yang di jalur Transjakarta,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Hanya Rekam Motor Plat B

Kamera tilang elektronik ini akan merekam sepeda motor berplat B saja yang melakukan pelanggaran seperti rambu lalu lintas, tidak memakai helm, hingga pelanggaran marka jalan.

Kamera E-TLE pertama kali dioperasikan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya pada 1 November 2018 dengan menyasar kendaraan mobil. Hingga November 2019, E-TLE telah menangkap pelanggaran sebanyak 54.074 kali.

Sebanyak 25.459 pelanggar telah melakukan konfirmasi dan pembayaran denda tilang. Serta 28.615 pelanggar yang diblokir kendaraannya. Tilang elektronik atau disingkat E-TLE juga diklaim mampu menurunkan jumlah pelanggar lalu lintas hingga 27 persen. Semakin banyak kamera yang dipasang akan bisa mendorong pengguna jalan lebih tertib dalam berkendara.

3 dari 5 halaman

Resmi! Sistem Tilang Elektronik Berlaku di 4 Ruas Jalan Tol Ini

Dream - Tilang elektronik resmi diterapkan di jalan tol. Kepastian ini ditandai dengan kerja sama PT Jasa Marga Tbk (Persero) dengan Polda Metro Jaya tentang penerapan sistem electronic traffic law enforcement (ETLE).

Kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (Persero), Desi Arryani, dan Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusuf.

“ Dalam penerapan ETLE ini, Standard Operating Procedure (SOP) juga sangat penting. SOP ini nantinya diharapkan bisa digunakan untuk moda-moda transportasi lainnya,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis Jasa Marga yang diterima Dream, Rabu 4 Desember 2019.

Danang mengatakan penerapan sistem ETLE dan electronic registration and identification (ERI) bisa mendukung penerapan pembayaran tol dengan sistem multi lane free flow.

 

© Dream

 

Yusuf mengatakan penerapan ETLE selama setahun bisa menurunkan tingkat pelanggaran lalu lintas di jalan non-tol hingga 27 persen di Jakarta.

“ Tentu saja hal ini dapat kita capai bersama dengan memperhatikan apa yang juga sudah disampaikan oleh Kepala BPJT tadi, bahwa penerapan SOP terkait dengan ETLE, khususnya yang akan diterapkan di Kawasan Jalan Tol dan Trans Jakarta akan menjadi perhatian kami,” kata dia.

Desi mengharapkan kerja sama ini bisa menurunkan tingkat pelanggaran di jalan tol. Dikatakan terjadi banyak pelanggaran di jalan tol, seperti penggunaan sabuk pengaman dan ponsel saat mengemudi.

“ Kami berharap pengguna jalan tol juga semakin tertib lalu lintas, menurunkan tingkat kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas dengan ETLE di jalan tol,” kata dia.

Penegakan hukum ETLE kerja sama Jasa Marga-Polda Metro Jaya ini awalnya akan dilakukan pada Jalan Tol wilayah hukum Polda Metro Jaya, yakni Jalan Tol Dalam Kota (ruas Cawang-Tomang-Pluit), Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Soedijatmo, Jalan Tol JORR, dan Jalan Tol Jagorawi melalui Smart CCTV yang telah dipasang. Selain itu dilengkapi juga rambu-rambu yang dipasang pada lokasi Smart CCTV tersebut.

Teknisnya, Smart CCTV akan memotret kendaaraan yang melebihi ketentuan batas kecepatan atau pelanggaran lainnya di ruas jalan tol tersebut. Lalu data hasil capture Smart CCTV  yang ada di Jasa Marga akan diintegrasikan dengan database kepemilikan kendaraan yang ada pada sistem ERI dan ETLE milik Polda Metro Jaya untuk kemudian diproses lanjut oleh Polda Metro Jaya sesuai ketentuan yang berlaku.

4 dari 5 halaman

Tilang Elektronik di Jalan Tol Berlaku Bulan Depan, 12 Kamera Siap Mengintai

Dream – Sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) akan diuji coba di sejumlah ruas tol pada Oktober 2019. Perangkat ETLE punya fitur baru yang membuat kinerjanya lebih cekatan membaca pelanggaran di jalan tol.

Dikutip dari NTMC Polri, Jumat 20 September 2019, Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komusaris Besar, M. Nasir mengatakan fitur baru tersebut mampu menjerat pengemudi yang ugal-ugalan atau pelanggar batas kecepatan.

 

© Dream

 

Kamera ETLE juga bisa membaca kendaraan truk yang kelebihan muatan alias ODOL (over dimension over load). Kelebihan ETLE lain yaitu membaca kendaraan yang tidak terdaftar atau ‘bodong’.

“ Jadi sistem-sistem itu sekarang masih dibuat dan dipelajari dulu, misal bagaimana bisa CCTV tahu kendaraan itu overloading,” kata Nasir di Jakarta.

5 dari 5 halaman

CCTV Ditempatkan di Mana?

Menurut Nasir, PT Jasa Marga Tbk (Persero) dan Ditlantas Polda Metro Jaya bakal memfokuskan penempatan CCTV disebar di ruas tol dalam kota.

“ Berapa titiknya nanti, tapi di tol dalam kota dulu. Nanti ada penambahan, yang penting sistem berjalan dahulu, semua terkoneksi, baru nanti tinggal tambah,” kata dia.

Sebelumnya Polda Metro Jaya juga sudah menggandeng Transportasi Jakarta untuk menerapkan tilang CCTV di jalur Transjakarta. Kamera tilang itu berfungsi menindak pelanggar lalu lintas.

Seperti diketahui, tilang CCTV telah diberlakukan sejak Oktober 2018 dan pada 1 Juli 2019 fitur lebih canggih yang bisa mengambil gambar sampai ke kabin mobil diterapkan.

Menurut Nasir sudah 12 titik kamera terpasang untuk pengawasan tilang CCTV. Sementara itu targetnya ada 81 kamera yang tersebar di seluruh Jakarta.

“ Ketika 12 titik sudah berjalan sempurna mampu mengurangi pelanggar, kami akan kembangkan ke seluruh wilayah yang infonya akan menjadi 81 titik di seluruh Jakarta,” kata dia.

Beri Komentar