Ingin Menyalip di Tol Tapi Tak Dikasih Jalan, Begini Aturannya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 21 Juni 2019 09:48
Ingin Menyalip di Tol Tapi Tak Dikasih Jalan, Begini Aturannya
Ketika berkendara, baik jalan raya maupun tol, ada aturan yang harus dipatuhi.

Dream – Ketika berkendara, baik jalan raya maupun tol, ada aturan yang harus dipatuhi. Ketentuan ini tertuang dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dkutip dari Liputan6.com, Jumat 21 Juni 2019, disebutkan pengemudi kendaraan bermotor yang akan menyalip kendaraan lain, harus menggunakan lajur kanan. Pengemudi juga harus memerhatikan pandangan yang bebas dan tersedia ruang yang cukup.

Pengemudi juga bisa menggunakan lajur sebelah kiri, tapi tetap harus memperhatikan keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menyarankan pengguna jalan tidak menyalip dari sebelah kiri karena sangat berbahaya. “ Enggak boleh menyalip dari sebelah kiri,” kata Susmana.

1 dari 5 halaman

Harus Taat Peraturan

Sementara, apabila ada kendaraan yang sudah mencapai batas kecepatan maksimal dan berada di jalur kanan, kemudian ada kendaraan di belakang yang ingin menyalip, maka tergantung keinginan kendaraan di depan apakah akan memberikan lajurnya.

“ Kalau bus sudah 100 km per jam, kemudian di belakang meminta jalan, itu kembali ke etika. Jadi, memang sah kalau enggak mau kasih,” kata dia.

Terkait adanya penumpukan kendaraan apabila kendaraan depan tak mau memberikan lajur meski sudah diminta kendaraan di belakangnya, Sony menegaskan apabila berkendara sesuai aturan penumpukan tak mungkin terjadi.

" Terakhir saya naik bus dari Malaysia ke Singapura, semua mobil disebelah kanan dan tengah mereka kecepatannya 100 (kpj) enggak lebih dan enggak terjadi kemacetan, indah sekali," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)

2 dari 5 halaman

Bahaya Kelamaan Mengabaikan Lampu Sein Mati

Dream – Kendaraan saat ini sudah menjadi bagian keseharian dari masyarakat. Hampir di seluruh jalanan yang tersebar di Indonesia akan banyak dijumpai kendaraan bermotor.

Jalanan pun banyak dipadati oleh pengendara motor.

Agar perjalanan aman dan nyaman, ada banyak hal dalam peraturan yang harus dipatuhi. Salah satunya adalah lampu sein.

Dikutip dari Suzuki, Minggu 27 Januari 2019, lampu sein berfungsi sebagai indikator pada kendaraan ketika akan berbelok. Lampu ini bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Saat ini, lampu sein menjadi salah satu kelengkapan yang harus dimiliki oleh semua kendaraan bermotor. Lampu sein secara umum berwarna kuning yang akan menyala berkedip-kedip ketika dihidupkan.

Kalau lampu sein tidak berfungsi dengan baik atau mati, kondisi ini akan berbahaya bagi diri sendiri dan pengendara lainnya. Akibatnya bisa fatal. Potensi kecelakaan akan terbuka lebar.

3 dari 5 halaman

Aturan Penggunaan Lampu Sein

Lampu sein secara umum memiliki peranan yang sangat penting bagi setiap orang saat berkendara. Dalam penggunaannya pun, lampu sein memiliki aturan nya sendiri.

Penggunaannya juga harus tepat ketika akan berbelok atau pindah jalur. Kalau salah, ya, bisa kecelakaan.

Makanya, lampu ini harus hidup dan aktif. Jangan sampai lampu sein kendaraan bermotor tidak berfungsi atau mati.

Meski tidak menutup kemungkinan, lampu sein berfungsi dengan baik namun jika kita tidak hati-hati, kecelakaan pun tidak dapat dihindarkan. Kalau lampu sudah bermasalah, lebih baik kamu segera membawanya ke bengkel untuk diperbaiki.(Sah)

4 dari 5 halaman

Perhatikan Tips Ini, Hati Plong Waktu Pindah Jalur Mengemudi

Dream – Berpindah jalur di jalan raya atau tol bisa menjadi momen yang menakutkan bagi para pengemudi khususnya pemula. Pindah jalur bisa menjadi sebuah ujian bagi pengendara yang tidak terbiasa.

Dengan mobil yang berlalu-lalang dengan kencang, pengemudi terkadang dihinggapi perasaan ragu-ragu saat akan berpindah jalur. Alhasil fokus mengemudi jadi terganggu dan bisa memicu kecelakaan karena tak awas dengan kendaraan di depan.

Dikutip dari OTO.com, Jumat 11 Januari 2019, banyak panduan agar kamu bisa berpindah jalur dengan aman. Hal pertama yang harus dilakuan adalah memperhatikan marka jalan. Penanda jalan ini sering diabaikan oleh pengemudi. Jika marka jalannya berbentuk garis-garis putus, berarti mobil boleh berpindah jalur.

Langkah selanjutnya, menyalakan lampu sein sesuai arah yang dituju. Dengan menyalakannya berarti kamu memberikan informasi kepada pengemudi lain. Perlu dicatat, setelah menyalakan lampu sein, bukan berarti kamu mempunyai hak untuk langsung berpindah.

“ Waktu kita kasih sein itu, sebenarnya kita minta izin. Kita tidak punya hak. Boleh atau tidak tergantung dari kendaraan yang di belakang,” kata founder Safety and Defence Consultant Indonesia, Sony Susmana, kepada OTO.com.

Sony mengatakan pengendara harus tetap memperhatikan kondisi melalui kaca spion. Proses ini juga bisa dibantu melalui kaca spion tengah. Walaupun dibantu spion tengah, peran utama “ pemantauan” tetap berada di spion samping karena cakupannya lebih luas.

5 dari 5 halaman

Perhitungkan Jarak Kendaraan

Dilansir dari conduitefacile.com, terdapat formula untuk mengetahui jarak kendaraan di belakang berdasarkan visibilitas di spion. Jika mobil terlihat sepenuhnya dengan ukuran kecil di dalam spion, berarti jaraknya aman. Kalau mobil di samping belakang hanya terlihat sebagian, berarti jaraknya sudah terlalu dekat.

Kamu juga bisa melakukan head atau shoulder check. Ini merupakan tindakan sederhana yang dapat meningkatkan keamanan ketika hendak berpindah jalur. Pengemudi cukup memalingkan muka ke arah samping sambil melirik ke area samping.

Tindakan ini untuk melengkapi proses pemeriksaan kondisi sekitar. Ingat, kaca spion tetap memiliki blind spot. Itu dapat diatasi dengan head check.

Proses pemeriksaan kondisi sekitar perlu kehati-hatian. Kamu harus melakukannya dengan cepat, sambil tetap memperhatikan jalan di depan. Selain itu, pastikan memegang roda kemudi dengan kuat dan stabil. Agar mobil tidak bergerak keluar jalur saat Anda sibuk mengecek.

Langkah terakhir, menentukan waktu yang tepat. Apakah mobil di belakang mengizinkan untuk berpindah jalur?

Jika tidak, tunggu sampai mobil itu melewatimu. Dalam kasus tertentu, kamu perlu menambah kecepatan agar dapat berpindah jalur di depan, lantaran mobil di samping tak mau beranjak dari posisinya.

Jangan lupa selalu memastikan kaca jendela bersih. Soalnya, kaca jendela yang kotor, menghalangi visibilitas terhadap spion samping. Makanya mencuci kendaraan secara rutin penting.

Kalau berkendara dengan penumpang, kamu bisa meminta bantuannya untuk memastikan kondisi. Cara ini lebih baik dalam mengatasi blind spot, sehingga proses manuver atau berpindah jalur bisa lebih aman.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'