Dasar Laut Jadi `Tambang Harta Karun` Baterai Listrik?

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 27 April 2020 05:00
Dasar Laut Jadi `Tambang Harta Karun` Baterai Listrik?
Ini alasannya.

Dream – Satu masalah sulit berkembangnya kendaraan elektrik di hampir setiap negara adalah ketiadaan pasukan batu baterai sebagai sumber tenaga kendaraan. Kalaupun ada, biasanya harga untuk membuat cukup besar sehingga harga jualnya kepada pembeli menjadi mahal.

 

Meski mahal, kondisi tersebut tak menyurutkan sejumlah ahli untuk menemukan sumber bahan baku baru. Salah satu yang mereka temukan adalah sumber listrik untuk pembuatan baterai di permukaan dasar laut.

Dikutip dari Auto Evolution, Senin, 27 April 2020, saat ini bahan yang digunakan untuk industri pembuatan baterai umumnya berbahan dasar lithium, nikel dan kobalt. Besarnya permintaan akan baterai memunculkan sebuah prediksi dimana industri baterai akan mengalami kehabisan bahan baku.

Pada dasarnya, baterai dapat bertahan apabila sudah ditemukan teknologi untuk mengekstrasi sebuah komponen lain yang ramah lingkungan menjadi bahan dasar baterai. Terlebih pada 2050, diprediksi industri akan kehabisan bahan dasar baterai pada 2050 jika tak ada teknologi ramah lingkungan untuk membuat baterai mobil listrik. Pada dasarnya, limbah pembuatan baterai bisa merusak lingkungan.

Prediksi ini telah diteliti selama setahun oleh sebuah perusahaan eksplorasi nodul polimetalik, DeepGreen, yang hasilnya telah diterbitkan pada minggu ini. Hasil penelitian tersebut berjudul " Where Should Metals for the Green Transition Come From”.

Penelitian ini menggambarkan masa depan ketika pasokan bahan baku melimpah dan proses ekstraksi dilakukan berbagai industri lebih ramah lingkungan.

DeepGreen mengatakan ada dua area utama di mana bahan baku utama berasal yaitu bijih tambang dari tanah yang saat ini sudah dikerjakan adan nodul polimetalik yang terkumpul di dasar laut Samudera Pasifik.

1 dari 5 halaman

Penambangan Dasar Laut Dinilai Ramah Lingkungan

Penambangan dasar laut dianggap lebih ramah lingkungan. Pihak DeepGreen memprediksi akan ada 70 persen lebih sedikit emisi CO2, 90 persen lebih sedikit emisi SOx dan NOx, dan 94 persen lebih sedikit risiko karbon tersimpan dibandingkan dengan penambangan darat.

Selain itu, dengan adanya penambangan bawah laut tidak akan menghasilkan limbah padat dan dasar laut kemungkinan besar dapat menjadi bahan pokok baterai El Dorado EV.

" Nodul laut adalah sumber daya yang unik untuk dipertimbangkan pada saat masyarakat sangat membutuhkan solusi yang baik untuk memasok logam murni baru untuk transisi hijau," kata CEO DeepGreen, Gerard Barron, dalam pernyataannya.

" Ekstraksi logam murni — dari sumber manapun - akan menghasilkan kerusakan lingkungan. Adalah tanggung jawab kita untuk memahami manfaatnya,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Kulit Durian Bisa Buat Isi Ulang Mobil Listrik?

Dream - Bila menyebut buah favorit di Indonesia, sebagian besar orang Indonesia mungkin akan menyebutkan nama durian. Saking populernya, buah musiman ini mendapat julukan “ Si Raja Buah”.

Durian memiliki kulit yang tebal nan berduri. Untuk mengupas buah ini, kamu harus berhati-hati agar tak tertusuk durinya yang sangat tajam.

Tapi tahukah kamu bahwa kulit durian ini mempunyai manfaat yang tersembunyi?

Mengutip laman Ubergizmo, Minggu 8 Maret 2020, para ilmuwan menemukan sebuah potensi tersembunyi dari kulit durian yang tak banyak diketahui masyarakat. Kulit durian kabarnya bisa menjadi sumber energi listrik untuk perangkat elektronik, bahkan mobil listrik.

Sampah kulit durian bisa menjadi super kapasitor yang bisa menyimpan sejumlah besar energi.

 

© Dream

 

Tentu saja untuk mendapatkan manfaat dari kulit durian ini dilakukan tidak dengan trik sederhana. Perlu proses dan rumit untuk mendapat pasokan listrik dari durian. 

“ Ketepatan struktural biomassa alami dikembangkan selama jutaan tahun evolusi biologis memberikan sumber daya luar biasa sebagai tempat untuk sintesis bahan berbasis karbon. Sifat-sifatnya yang terintegrasi dari area permukaan tinggi dan situs aktif antarmuka dapat memfasilitasi reaksi elektrokimia," kata peneliti.

Mereka berpendapat alam merancang buah-buahan berduri seperti nangka dan durian bisa menjadi superkapasitor.

Tak hanya durian, ada eksperimen sains yang menunjukkan kentang juga bisa disulap menjadi baterai.

3 dari 5 halaman

Sorry Elon Musk, Hati Bill Gates Jatuh ke Mobil Listrik Merek Lain

Dream - Bill Gates bukanlah sosok pria penggemar otomotif. Namun dia memang memiliki sejumlah mobil-mobil eksotik dan pastinya mahal seperti Porsche dan Lamborghini.

Seiring tren ramah lingkungan yang melanda dunia, Gates juga tak ketinggalan menambah koleksinya kendaraannya dengan membeli mobil listrik pertamanya. Namun pilihan Gates ternyata tak jatuh pada Tesla.

Dikutip dari Carscoops, Rabu 19 Februari 2020, mobil yang diboyong Gates adalah Porsche Taycan. Ini diungkapkan Gates kepada Youtuber bernama Marques Browni ee.

Kepada Brownlee, cofounder Microsft itu memuji Elon Musk telah membuat mobil listrik menjadi populer melalui Tesla.

“ (Tapi), saya mendapatkan Porsche Taycan. Sebuah mobil listrik dengan harga premium. Tapi, itu sangat keren. Itu adalah mobil listrik pertamaku dan saya sangat menikmatinya,” kata dia.

 

© Dream

 

Gates mengakui mobil listrik memiliki waktu pengisian bahan bakar yang lebih lama daripada yang konvensional. Kemudian, jarak tempuhnya juga makin sedikit.

Sayangnya, filantropi berusia 64 tahun ini tak menjelaskan jenis Taycan yang dibeli.

Diperkirakan dia membeli Taycan Turbo S. Mobil yang dijual mulai US$185 ribu (Rp2,53 miliar) ini menghasilkan kekuatan 750 HP dan bisa berakselerasi 0-96 km per jam dalam waktu 2,6 detik.

4 dari 5 halaman

Ide Unik, Kap Mesin Mobil Listrik Bisa Dipakai Simpan Ayam Goreng

Dream - Mobil listrik menggunakan mesin yang berbeda sama sekali dengan kendaraan konvensional. Dapur pacu yang biasa ada di bawah kap mobil menjadi kosong melompong.

Ruangan ini bisa dimanfaatkan untuk menyimpan barang-barang saat bepergian. Tapi, Ford melangkah lebih jauh.

Dikutip dari The Drive, Kamis 6 Februari 2020, ruang bawah mesin mobil listrik Ford Mustang Mach-E bisa digunakan sebagai pendingin atau tempat menyimpan ayam goreng. Ruang kap di bawah mesin ini berkapasitas 135 liter.

 

© Dream

 

Kalau kerepotan membersihkan air dari es yang mencair, Ford menyediakan saluran pembuangan yang bisa mempercepat air keluar dan membuat ruang di bawah kap kembali kering.

Ford menyarankan pengguna untuk membuka saluran pembuangan jika memakai kompartemen ini.

Menariknya, ruangan itu bisa digunakan untuk menampung makanan panas, misalnya sayap ayam goreng.

Jangan khawatir, ruang penyimpanan ini bisa menampung 10 kilogram sayap ayam goreng pedas.

5 dari 5 halaman

Lagi Kejar Penjahat, Mobil Listrik Polisi Mogok Karena Lupa Di-Charge

Dream – Coba bayangkan ketika polisi sedang mengejar penjahat, lalu mobilnya kehabisan bahan bakar? Nah, pengalaman apes ini dialami Departemen Polisi Fremont di California, Amerika Serikat.

Dikutip dari Auto Evolution, Senin 30 September 2019, seorang polisi bernama Jesse Hartman, mengendarai Tesla Model S keluaran 2014. Kendaraan ini dibeli kepolisian setempat pada 2018 seharga US$61 ribu (Rp864,25 juta).

Mobil ini disulap jadi kendaraan polisi dan menjadi pilot project untuk menekan emisi dan biaya bahan bakar.

Namun polisi ini sepertinya lupa sedang mengendarai sebuah mobil listrik. Saat mengejar seorang penjahat, tiba-tiba saja kuda besinya tak bisa lagi melaju. Baterai kehabisan pasokan listrik.

 

© Dream

 

Juru bicara kepolisian mengatakan, petugas shift sebelumnya lupa mengisi baterai mobil sebelum pergi. Hartman juga lupa mengisinya karena berasumsi mobil itu sudah penuh baterainya.

Hartman meminta tolong petugas lainnya untuk menyusul ke tempatnya karena mobilnya kehabisan energi.

Juru bicara kepolisian, Geneva Bosques, mengatakan insiden itu takkan mengubah masa depan program. “ Ini sama sekali tidak mengubah keinginan untuk menggunakan mobil ini untuk patroli,” kata dia.

Beri Komentar