Dibeli Rp1 Juta, Mobil `Kapal Selam` Laku Terjual Rp13 Miliar

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 10 Desember 2019 12:48
Dibeli Rp1 Juta, Mobil `Kapal Selam` Laku Terjual Rp13 Miliar
Desain Lotus Esprit telah menginspirasi lahirnya desain Cybertruck Tesla.

Dream - Pada 2013, bos Tesla, Elon Musk, menyedot perhatian publik. Musk mengungkapkan telah membeli kapal selam Lotus Esprit dari film James Bond 1977: “ The Spy Who Love Me”.

Enam tahun usai pengumuman itu, Musk meluncurkan desain Cybertruck yang memicu polemik. Musk menyatakan desain tersebut terispirasi dari mobil amphibi milik James Bond. 

Dikutip dari Carscoops, Selasa 10 Desember 2019, CNBC menemukan informasi yang menarik tentang mobil yang digunakan karakter agen rahasia Inggris tersebut.

Pada 1989, pasangan dari Long Island, New York, Amerika Serikat, menghadiri pelelangan Lotus Esprit senilai US$100 (Rp1,4 juta). Ada delapan Esprit yang digunakan selama pembuatan film dan salah satunya dibeli oleh pasangan ini.

“ Pasangan itu belum pernah melihat film Bond dan tak tahu betapa berharganya penemuan itu,” kata Pendiri Ian Fleming Foundation, Doug Redenius.

1 dari 5 halaman

Ternyata Bukan Sembarang Mobil

Berniat memperbaiki mobil itu, pasangan ini memasukkannya ke truk dan dikirim ke rumah mereka. Saat menuju rumah, sopir truk itu menghubungi mereka melalui radio CB dan mengungkapkan keistimewaan mobil yang baru saja dibeli.

Berbekal informasi ini, pasangan tersebut memperbaiki tampilan mobil “ kapal selam”. Mereka juga kerap menyertakan mobil tersebut di beragam pameran.

Pada 2013, mobil ini dijual kepada seorang pembeli dengan harga US$997 ribu (Rp13,98 miliar). Pembeli tersebut adalah Elon Musk.

Setelah membeli mobil ini, Musk menyebut kendaraan “ ampfibi” itu cocok dengan powertrain Tesla dan mencoba mengubahnya dari mobil darat menjadi kapal selam mini. Tapi, sejauh ini tak ada berita tentang kemajuan yang dihasilkan terkait rencana itu.

2 dari 5 halaman

Mobil Terbang Antik Dilelang Rp12 M, Benar-Benar Bisa Melayang!

Dream - Mobil terbang bukanlah temuan baru di dunia otomotif. Enam dekade lalu, sudah ada inovator yang merancang dan membuat mobil yang bisa berjalan di darat serta mampu terbang.

Kendaraan terbang ini bernama Taylor Aerocar yang diambil dari nama pembuatnya Moulton Taylor. Dia mendesain mobil terbang ini di tahun 1949 dan baru dibangun setahun setelahnya. 

Dikutip dari Autoblog, Kamis 5 Desember 2019, mobil terbang itu akan dilelang di Pelelangan Barret-Jackson Scottsdale pada Januari 2020. Harga lelangnya mulai US$895 ribu atau sekitar Rp12,53 miliar.

 

 

Mobil ini menggendong mesin Lycoming 0-320 4 silinder di belakang. Mesin itu dikawinkan dengan girboks manual 3 percepatan.

3 dari 5 halaman

Mode Terbang dan Mode Jalan

Saat mobil sedang dalam road-mode, Taylor Aerocar menggunakan sistem penggerak empat roda. Saat dalam mode terbang, tenaga dipusatkan di spoiler belakang.

Komponen terbang saat mobil ini melaju di darat akan disimpan di trailer yang terpasang di bagian belakang.

Menariknya, mobil terbang memiliki sertifikat dari FAA sebagai kendaraan di darat dan udara. Mobil terbang ini sudah mengantongi 781 jam terbang dan menempuh jalan darat 15 ribu mil.

4 dari 5 halaman

Pemuda Ini Baret BMW Mewah di Showroom Agar Dibeli Ayahnya

Dream - Banyak anak ngambek kepada orang tuanya karena tidak dibelikan mainan. Demikian pula yang dilakukan oleh Ji Moubing, pemuda asal China, berikut ini.

Usia Ji Moubing memang sudah bukan kanak-kanak. Umurnya sudah 22 tahun. Tapi kelakuannya masih kekanak-kanakan. Dia membuat ulah di diler mobil.

Menurut laman World of Buzz, peristiwa itu terjadi di sebuah diler BMW di wilayah Jiangxi, Shangrao, pada 25 November silam. Kala itu, Ji datang ke diler dan tertarik dengan sebuah mobil. Dia berdiri dengan santai sambil mengamati deretan mobil mewah.

Sales showroom menunjukkan sebuah sedan kelir biru tua. Ji pun merasa tertarik dan sangat ingin membelinya. Kepada sales, Ji mengatakan bahwa sang bapak berjanji membelikan mobil sebagai hadiah karena telah memiliki SIM.

 

Dia kemudian menelepon sang ayah untuk berdiskusi. Namun entah apa yang terjadi dalam diskusi tersebut, karena setelah itu Ji kembali masuk dalam kondisi marah.

Ji kemudian mengambil kunci mobil dan membaret bagian pintu BMW bercat biru tua tersebut. Jelas saja sang salesman panik. Mobil belum tentu dibeli, sudah baret duluan!

Sang sales pun segera menelepon polisi. Rekaman video pengintai diputar ulang. Di situah diketahui ulah Ji yang marah setelah menelepon dan membaret BMW itu.

5 dari 5 halaman

Ayahnya Tak Mau Belikan Mobil

Saat diinterogasi, Ji mengaku ingin mobil itu, namun sang bapak ogah membelikannya. Untuk memaksa sang ayah membayar mobil itu, jadilah dia mambaret bagian pintu BMW biru tua tersebut.

Tapi akibat ulahnya dia harus melupakan mimpinya mendapat tunggangan mewah. Jangankan mendapat mobil, kini dia harus meringkuk di dalam penjara karena diringkus polisi.

Kasus ini sudah menjadi urusan penegak hukum, tapi tidak jelas apakah setelah insiden ini ayah Ji membayar mobil incaran anaknya itu atau tidak.

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian