Parkir Mobil 600 Hari, Pemilik Ditagih Rp171 Juta

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 6 Juni 2019 14:01
Parkir Mobil 600 Hari, Pemilik Ditagih Rp171 Juta
Pemiliknya lupa atau bagaimana?

Dream – Seorang pemilik mobil di Hangzhou, Tiongkok, memarkirkan mobil Hyundai di parkiran mobil. Tak tanggung-tanggung, dia menginapkan mobilnya selama 600 hari.

Tarif parkir yang harus dibayar membengkak jadi senilai Rp171 juta.

Dikutip dari Zing, Kamis 6 Juni 2019, area parkir ini berjarak 500 meter dari Lake West. Mobil Hyundai yang terlantar ini memiliki pelat nomor dari provinsi Anhui, tiongkok.

Cat mobil ini sudah rusak dan dipenuhi oleh debu. Terlihat pemilik mobil tak bersedia membawanya kembali pulang.

Setiap hari, pegawai parkir akan merekam tiket parkir senilai 147 yuan (Rp303.702). Tarif parkirnya meningkat jadi 83.023 (Rp171,02 juta).

Di Tiongkok, tak ada aturan yang jelas untuk mengatur mobil terlantar di area parkir dalam waktu lama. Makanya, tak sedikit pemilik mobil yang memilih untuk menelantarkan mobil di area parkir.

Kalau tarifnya makin tinggi, mereka akan mengirimkan ke tempat sampah dan mengabaikan “ nasib” kendaraannya. (ism)

 

1 dari 3 halaman

Baru Parkir 45 Menit, Tarifnya Jadi Rp32 Juta

Dream – Saban memarkir kendaraan di pusat perbelanjaan atau tempat berbayar lain, kita pasti sudah punya gambaran tarif yang harus dibayar. Kita biasanya sudah menghitung-hitung lama kendaraan kita terparkir.

Tapi, ada kisah yang sedang menjadi perbincangan. Pengendara ini harus menerima tagihan sebesar Rp32 juta padahal baru sekitar 45 menit memarkir mobilnya.

Kisah ini dialami oleh sopir pengiriman, Supra Mac, di Bandara Jewel Changi Singapura. Dia kaget bukan kepalang saat harus membayar tarif parkir senilai 3.158,72 dolar Singapura (Rp32,92 juta).

Dilansir dari World of Buzz, Selasa 30 April 2019, cerita ini bermula ketika Supra Mac hendak keluar parkir. Sayangnya, dia tidak bisa keluar karena saldo uangnya tidak cukup.

“ Saya baru mengisi kartu kredit saya pagi hari. Ketika melihat jumlahnya, itu seperti lelucon,” kata dia.

Lalu, Supra menghubungi staf Jewel melalui intekom. Sepuluh hingga lima belas menit kemudian, pria ini baru bisa keluar.

“ Saya pikir tidak ada yang bisa disalahkan. Itu hanya kesalahan dan mereka yang menyelesaikannya,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Kesalahan Pencatatan

Juru bicara bandara menyebut insiden ini terjadi karena tap out Supra tidak tercatat di gerbang pembayaran. “ Kami mengonfirmasi ini kasus yang terjadi pada 10 April di ruang bongkar muat,” kata juru bicara tersebut.

Menurut juru bicara itu, tak ada catatan pengemudi meninggalkan tempat parkir. Biaya parkirnya terakumulasi sampai kunjungan berikutnya pada 24 April 2019.

Juru bicara juga meminta agar kendaraan lain tidak mengekor mobil dan menjaga jarak aman dari mobil di depannya. Tujuannya agar system parkir bisa merekam semua mobil yang keluar masuk pintu.

3 dari 3 halaman

Kena Denda Parkir, Pemilik Mobil Baru Bayar 44 Tahun Kemudian

Dream – Ini mungkin pembayar denda paling lama di dunia. Seorang pria diketahui baru membayar denda parkir setelah 44 tahun dari saat dia memperoleh hukuman pembayaran uang itu.

Dikutip dari Liputan6.com, Jumat 6 Juli 2018, Departemen Kepolisian Minersville, Pennsylvania, Amerika Serikat, mendapatkan kejutan berupa sebuah amplop yang datang ke kantor tersebut. Amplop ini berisi uang US$5 (Rp71.910) dan sebuah catatan di dalamnya—plus tiket denda parkir.

“ Departemen Kepolisian sayang, saya sudah membawa tiket (denda) ini selama 40 tahun lebih. Selalu berniat membayar. Maafkan saya jika tidak memberikan informasi ini. Dengan hormat, Dave,” begitu tulis pelanggar itu.

Kepala Polisi Minersville, Michael Combs, mengatakan, uang itu digunakan untuk membayar tiket denda parkir yang dirilis tahun 1974.

“ Ini ditujukan tentu saja ke departemen kepolisian dengan alamat pengirim yang merasa bersalah di Wayward Road, Anytown,” kata Combs.

Dia membenarkan keaslian tiket yang dikeluarkan pada 44 tahun yang lalu. Akan tetapi, Combs sadar keterbatasan teknologi pada masa itu menyulitkan pelacakan karena dana terbatas.

Combs tak mempermasalahkan keterlambatan pembayaran si pelanggar. Sebaliknya, dia justru ingin berterima kasih kepada Dave.

“ Kami sangat menghargai individu ini membayar tiketnya. Sekali lagi, kami mendorong orang lain, jika memiliki tiket yang luar biasa, tolong bayar,” kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Herdi Muhardi)

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian