Di-PHK Karena Wabah Corona, Hyundai di AS Tanggung 6 Bulan Cicilan Pembeli

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 17 Maret 2020 06:12
Di-PHK Karena Wabah Corona, Hyundai di AS Tanggung 6 Bulan Cicilan Pembeli
Serangan virus corona membuat banyak orang kehilangan pekerjaan.

Dream – Serangan virus corona baru, Covid-19, membuat roda bisnis berbagai sektor yang terdampak melambat. Perusahaan harus melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan usahanya. Saah satunya adalah pengetatat pengeluaran.

Salah satu cara mengetatkan budget paling awam dilakukan adalah dengan memberlakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Dengan kondisi kepanikan akibat virus corona, pegawai yang terkena PHK seperti mendapat pukulan keras kedua. Terlebih lagi jika mereka punya utang yang rutin dilunasi dari penghasilan.

Membantu meringankan korban PHK yang masih punya cicilan, Hyundai dan brand mobil mewahnya, Genesis, meringankan konsumen di Amerika Serikat dengan menanggung cicilan kendaraan selama enam bulan. Insentif ini berlaku bagi mereka yang dipecat akibat dampak virus Covid-19.

Dikutip dari Car and Driver, Selasa 17 Maret 2020, program ini berlaku bagi siapa pun yang membeli mobil di Hyundai Capital dan Genesis Finance di Amerika Serikat. Pembelian ini berlaku mulai 14 Maret 2020 sampai 30 April 2020. Misalnya untuk Santa Fe, Tucson, Kona, Accent, dan Venue.

Sekadar informasi, ini bukan pertama kalinya yang dilakukan oleh Hyundai. Perusahaan ini pernah mengeluarkan program serupa pada tahun 2008-2009. Kala itu, terjadi resesi dan Hyundai mengeluaran program Hyundai Assurance Program.

“ Menghadirkan kembali program proteksi bagi yang kehilangan pekerjaan akan menghilangkan satu kekhawatiran konsumen jika terjadi suatu ketidakpastian terhadap status pekerjaan,” kata President dan CEO Hyundai Motor Amerika Utara, Jose Munoz.

1 dari 5 halaman

Hyundai Temukan 36.750 Gaya Berkendara, yang Mana Style Kamu?

Dream - Hyundai mengungkap temuan mengejutkan tentang gaya mengemudi para pengendara. Pabrikan asal Korea Selatan itu mencatat ada 36.750 gaya berkendara yang berbeda.

Perbedaan gaya mengemudi ini dipengaruh oleh enam faktor, misalnya jenis kendaraan.

Dikutip dari Auto NDTV, Selasa 10 Desember 2019, ribuan gaya mengemudi itu ditemukan Hyundai dari hasil survei terhadap 2 ribu pengendara di Inggris. Ribuan pengemudi ini diminta untuk mengeksplorasi sikap terhadap gaya mengemudi, kendaraan bahan bakar alternatif, serta kesalahpahaman terhadap mobil listrik.

 

 © Dream

 

Penelitian ini juga mengungkapkan cara pengemudi Inggris mengidentifikasi gaya mengemudi. Ada lima hal yang digambarkan, yaitu percaya diri, adil dan bisa mengukur, tenang, gugup, dan agresif. Dikatakan bahwa pria (31 persen) percaya diri di balik kemudi dan wanita (25 persen) cenderung gugup.

Terkait pilihan bahan bakar alternatif, 92 persen responden tidak pernah mengklakson pengendara lain, 42 persen memilih berkendara lebih lambat dan membiarkan bus mendahuluinya, serta 37 persen memastikan mereka berterima kasih kepada pengemudi lain di jalan.

Ada juga 20 persen yang mempercepat mobil untuk melewati lampu lalu lintas.

2 dari 5 halaman

Pelajari Gaya Mengemudi

Sekadar informasi, survei ini dilakukan karena Hyundai sedang mempersiapkan mobil dengan bahan bakar alternatif, seperti Kona dan Ioniq. Survei ini bertujuan untuk memahami perilaku pengemudi di balik setir mobil.

Untuk menyelidiki bagaimana gaya mengemudi akan terus berevolusi ketika kendaraan berbahan bakar alternatif menjadi lebih menonjol, Hyundai telah mengembangkan The Drive Different Test.

Tes ini menganalisis enam parameter penggerak inti yang ditetapkan oleh instruktur ahli berkendara Gary Lamb dan membandingkannya dalam mobil bensin atau diesel, versus kendaraan berbahan bakar alternatif.

Pelacakan pupil, pengenalan wajah, detak jantung, dan kehalusan dalam menggunakan kontrol kaki dan tangan hanyalah beberapa metrik yang telah dimasukkan ke dalam uji terobosan yang digunakan untuk membangun profil mengemudi pengendara.

3 dari 5 halaman

Investasi Rp21 T, Hyundai Bangun Pabrik untuk Pasar ASEAN di Cikarang

Dream - Memasuki akhir 2019, industri otomotif mendapat kabar baik dari Korea Selatan. Produsen pabrikan asal Negeri Ginseng, Huyndai menyatakan komitmennya membangun pabrik  perakitan di Tanah Air dengan investasi mencapai US$1,5 miliar atau sekitar Rp21,12 triliun.

Pabrik milik Huyndai itu akan menjadi pusat manufaktur pertama yang berbasis di ASEAN. 

Komitmen tersebut tertuang dalam nota kesepakatan pemahaman antara Hyundai dengan pemerintah Indonesia yang dihadiri langsung Presiden Joko Widodo yang tengah menghadiri pertemuan KTT Asean-Korea Selatan. 

 

 © Dream

 

“ Hyundai secara aktif akan terus mendengarkan dan menanggapi setiap harapan dan kebijakan pemerintah Indonesia berterkaitan dengan kendaraan ramah lingkungan serta akan terus berupaya berkontribusi terhadap komunitas ASEAN,” kata Executive Vice Presiden Hyundai Motor Group, Euisun Chung, dalam keterangan tertulisnya.

Hyundai rencananya akan membangun pabrik seluas 77,6 hektare di kawasan Deltamas, Cikarang, Jawa Barat. Proses pembangunan mulai Desember 2019 dan ditargetkan beroperasi pada paruh kedua 2021.

Untuk tahap awal, kapasitas tahunan pabrik Hyundai ini akan mencapai 150 ribu unit. Ke depan, pabrik ini ditargetkan bisa memproduksi sekitar 250 ribu unit kendaraan setiap tahun.

4 dari 5 halaman

Produksi Apa Saja?

Hyundai berencana untuk memproduksi SUV kompak, MPV kompak, dan sedan yang dirancang untuk konsumen di ASEAN. Di Indonesia, produsen otomotif ini juga akan menggabungkan fasilitas untuk stamping, pengelasan, pengecetan, dan perakitan.

Selain itu, Hyundai juga tengah menjajaki produksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) kelas dunia di pabriknya di Indonesia. Hyundai berkomitmen untuk membantu mengembangkan ekosistem EV Indonesia, berkontribusi pada kualitas hidup masyarakat melalui kepemimpinannya dalam teknologi mobilitas bersih.

Bersama dengan perusahaan afiliasinya, Kia Motors Corporation, Hyundai bertujuan untuk menjadi produsen EV ketiga terbesar di dunia pada tahun 2025.

Selain kendaraan jadi, perusahaan juga berencana untuk mengekspor 59 ribu unit kendaraan completely knocked down (CKD) per tahun.

Sebagai informasi, selain presiden Joko Widodo, penandatanganan MOU di pabrik Hyundai Motor di Ulsan, Korea Selatan juga dihadiri sejumlah menteri seperti Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Sementara dari pihak Hyundai hadir Executive Vice Chairman Hyundai Motor Group Euisun Chung serta Presiden dan CEO Hyundai Motor Company Wonhee Lee.

5 dari 5 halaman

Hyundai Bawa Duit Rp14 T Bikin Mobil Listrik di Indonesia

Dream – Hyundai, produsen otomotif asal Korea Selatan siap membawa dana investasi senilai US$1 miliar (Rp14,12 triliun) ke Indonesia. Hyundai rencananya ingin membangun pabrik mobil listrik di Tanah Air. 

Rencana itu diungkapkan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan saat bertemu manajemen Hyundai.

“ Saya tanya, sambil makan, berapa kau punya investasi. (Dia bilang), ‘Saya bawa US$1 billion, bisa lebih tergantung kapasitas,” kata Luhut di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 15 Januari 2019.

 

 © Dream

 

Rencananya, lanjut Luhut, pabrik mobil listrik tersebut akan dibangun di kawasan industri Bekasi, Karawang, atau Purwakarta. Dia berharap kehadiran Hyundai akan melahirkan industri mobil listrik dari hulu sampai hilir.

" Lokasi kita sedang lihat. Bekasi-Karawang-Purwakarta," kata dia.

Untuk saat ini rencana investasi Hyundai di Indonesia baru sebatas pembicaraan. Dalam waktu dekat Hyundai akan mengirimkan timnya untuk membahas terkait pengembangan industri mobil listrik.

" Saya sudah ketemu akhir tahun kemarin bulan Desember awal di Seoul. Nanti akhir bulan ini, Tim Hyundai, akan ke sini untuk bicara," kata dia.

Selain mobil listrik, pemerintah pun terus mendorong pengembangan bahan baku baterai lithium yang menjadi salah satu komponen penting kendaraan listrik di dalam negeri.

Diketahui pabrik bahan baku baterai lithium untuk mobil listrik sendiri sedang dalam proses dibangun di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah. Pabrik milik PT QMB New Energy Materials tersebut ditargetkan selesai dalam 16 bulan ke depan sehingga dapat beroperasi pada pertengahan 2020.(Sah)

Beri Komentar