Diskon Pajak 100% Mobil Baru Diperpanjang Sampai Akhir Tahun

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 17 September 2021 14:48
Diskon Pajak 100% Mobil Baru Diperpanjang Sampai Akhir Tahun
Semula, kebijakan itu hanya berlangsung hingga Agustus 2021.

Dream – Pemerintah kembali memperpanjang Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) 100 persen untuk kendaraan bermotor sampai akhir tahun 2021. Melalui PMK 120/PMK 010/2021, besaran insentif diskon PPnBM kendaraan bermotor yang semula diberikan dari Maret hingga Agustus 2021 diperpanjang menjadi hingga Desember 2021.

Dikutip dari laman Kementerian Keuangan, Jumat 17 September 2021, insentif yang diperpanjang meliputi, PPnBM DTP 10 persen untuk segmen kendaraan bermotor penumpang dengan kapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc, PPnBM DTP 50 persen untuk kendaraan bermotor penumpang 4x2 dengan kapasitas mesin >1.500 cc s.d. 2.500 cc, serta PPnBM DTP 25 persen untuk kendaraan bermotor penumpang 4x4 dengan kapasitas mesin >1.500 cc s.d. 2.500 cc

“ Perpanjangan insentif dilakukan untuk menstimulasi konsumsi masyarakat kelas menengah seiring dengan perkembangan positif penanganan pandemi Covid-19, sehingga diharapkan terus dimanfaatkan,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu.

1 dari 4 halaman

Penjualan Ritel Mobil Naik Double Digit

Secara kumulatif Januari-Juli 2021, penjualan mobil ritel telah tumbuh 38,5 persen dari periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan geliat yang sangat positif sebagai dampak kebijakan insentif diskon pajak yang telah diberikan.

Dengan peningkatan penjualan tersebut, para produsen kendaraan bermotor dapat kembali beroperasi dengan kapasitas yang lebih tinggi. Produksi mobil secara kumulatif Januari – Juli 2021 mampu tumbuh 49,4 persen secara year-on-year (yoy). 

Peningkatan produksi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik namun juga ekspor kendaraan Complete Knockdown (CKD) yang tumbuh 169,7 persen pada periode yang sama.

Dengan performa tersebut, kinerja pertumbuhan PDB sektor industri dan perdagangan alat angkutan dapat tumbuh double digit atau masing-masing sebesar 45,7 persen dan 37,9 persen (yoy) pada triwulan II-2021.

Ruang bagi industri otomotif nasional masih cukup besar untuk dapat kembali berproduksi secara maksimal. Meskipun industri kendaraan bermotor sudah berangsur pulih, tetapi tingkat produksi pada Q2-2021 masih belum kembali ke level pra-pandemi. Oleh sebab itu, dukungan insentif diskon PPnBM diperpanjang.

2 dari 4 halaman

Multiplier Effect

Kebijakan fasilitas diskon PPnBM tidak hanya memiliki dampak yang signifikan kepada sisi permintaan, namun juga kepada sisi produksi. Hal ini sangat krusial mengingat peningkatan sisi produksi juga memiliki dampak positif kepada tingkat penyerapan tenaga kerja.

Selain itu, prasyarat pemberian fasilitas diskon PPnBM Kendaraan Bermotor dengan tingkat kandungan produk dalam negeri yang tinggi juga memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang cukup besar kepada sektor pendukungnya, seperti sektor industri barang logam, industri logam dasar, industri karet, dan jasa keuangan. Sektor otomotif juga merupakan sektor strategis yang memiliki nilai tambah dan level adopsi teknologi yang relatif tinggi.

“ Momentum pemulihan sektor otomotif nasional diharapkan terus berlanjut seiring dengan kondisi pandemi yang lebih terkendali dan penguatan ekonomi global yang mendorong permintaan ekspor produk otomotif nasional,” tambah Febrio.

Kebijakan insentif PPnBM DTP kendaraan bermotor ini menjadi salah satu bukti kehadiran APBN dan kebijakan fiskal yang responsif di tengah pandemi. Konsistensi peran APBN sebagai instrumen countercyclical secara keseluruhan akan terus diperkuat untuk kembali mendorong laju pemulihan yang lebih berkelanjutan.

Di tengah pandemi yang masih terjadi, kebijakan fiskal akan terus menjadi instrumen yang optimal dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat, melindungi daya beli masyarakat, serta memberi dukungan bagi dunia usaha.

3 dari 4 halaman

Siasat yang Bikin Pajero Sport Laku Tanpa Diskon PPnBM

Dream - Relaksasi insentif pajak barang mewah atau PPnBM dari pemerintah untuk beberapa tipe mobil menguntungkan banyak pihak.

Penjualan mobil pun meningkat cukup tajam usai diberlakukannya potongan pajak sejak Maret 2021 lalu.

Selain multi purpose vehicle atau MPV, mobil jenis sport utility vehicle atau SUV juga mendapatkan fasilitas tersebut. Besaran diskonnya bervariasi, mulai dari belasan hingga puluhan juta rupiah.

Sayangnya, salah satu SUV gagah yang laku di pasaran, Mitsubishi Pajero Sport tidak mendapatkan kemudahan itu.

Mitsubishi New Pajero Sport© Istimewa

Namun bukan berarti peminatnya menurun. Justru, perusahaan berlogo tiga berlian itu berhasil membuktikan Pajero Sport bisa laris manis tanpa mendapatkan relaksasi pajak.

Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo memperlihatkan, angka distribusi unit New Mitsubishi Pajero Sport dari pabrik ke diler pada semester pertama 2021 sebanyak 8.299 unit. Sementara, rivalnya ada di posisi dua dengan jumlah 7 ribuan unit.

 

4 dari 4 halaman

Menurut Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, Irwan Kuncoro, kesukesan itu bisa diraih berkat adanya program khusus untuk konsumen.

Mitsubishi New Pajero Sport Meluncur, Harga Mulai Rp502 Jutaan© MEN

“ Mengenai program penjualan Pajero Sport, pada prinsipnya tentu kami akan memberikan nilai lebih pada konsumen,” ujarnya saat konferensi pers virtual, belum lama ini.

Program yang dimaksud tidak hanya terkait dalam hal penjualan saja namun juga melibatkan fasilitas yang ditawarkan saat purna jual, seperti perawatan dan perbaikan.

“ Ada cashback yang cukup lumayan, jutaan rupiah. Kemudian yang penting juga dari sisi after sales, ada program Smart Package, perawatan secara berkala,” tutur Iwan.

Beri Komentar