Sistem Ganjil-Genap Belum Berlaku, Jakarta Masih Transisi PSBB

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 2 Juli 2020 14:35
Sistem Ganjil-Genap Belum Berlaku, Jakarta Masih Transisi PSBB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali menunda sistem ganjil genap demi menjaga protokol kesehatan physical distancing di dalam kendaraan umum.

Dream - Sistem pembatasan kendaraan dengan sistem pelat nomor ganjil-genap selam 14 hari ke depan masih belum akan diberlakukan. Hal ini sejalan dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang memperpajang masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menegaskan kembali menunda penerapkan sistem ganjil genap demi menjaga protokol kesehatan jaga jarak (physical distancing) di dalam kendaraan umum.

" Tentu pemerintah bersama Ditlantas Polda Metro Jaya kita akan mengkaji, karena apa? Karena kita kan berupaya supaya tetap menjaga physical distancing di kendaraan umum," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo seperti dilansir NTMC Polri, Kamis 2 Juli 2020.

Belum adanya instruksi dari Gubernur DKI Jakarta untuk mengaktifkan kembali sistem ganjil genap juga menjadi alasan peraturan ini belum berlaku.

1 dari 3 halaman

Khawatir Pengguna Angkutan Umum Meningkat

Dirlantas menambahkan, apabila sistem ganjil genap kembali diaktifkan di masa PSBB transisi, penumpang angkutan umum dikhawatirkan akan meningkat tajam.

" Kalau misal kita aktifkan ganjil genap, maka misal hari ini tanggal ganjil, penumpang pemilik kendaraan genap tentu dia akan mengalihkan ke angkutan umum, jadi takutnya nanti justru physical distancing 50 persen di angkutan umum tidak terjaga," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Jam Masuk Kantor

Meski volume kendaraan di jalanan ibu kota hampir mencapai volume normal, sistem ganjil genap belum diperlukan lantaran surat edaran gugus tugas terkait pembagian jam masuk kantor cukup membantu mengurangi kepadatan arus lalu lintas.

" Surat edaran dari satuan gugus tugas yang menyatakan bahwa ada pembagian jam masuk kantor jam 7.00 WIB dan jam 10.00 WIB, ini saya rasa cukup membantu terutama bagi penumpang angkutan umum yang setiap pagi komuter bergerak dari arah Bodetabek masuk Jakarta," tuturnya.

(Sah, Sumber: Liputan6.com)

3 dari 3 halaman

PSBB Transisi DKI Diperpanjang 14 Hari

Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Jakarta diperpanjang hingga 14 hari kedepan.

" Kesimpulan rapat gugus tadi disimpulkan, bahwa PSBB transisi yaitu kegiatan masih kapasitas 50 persen akan diteruskan 14 hari ke depan,” kata Anies dalam Konpers daring, Rabu 1 Juli 2020.

Anies menyebut hasil penilaian tim fakultas kesehatan masyarakat UI, Jakarta mendapat skor 71 yang artinya bisa dapat dilakukan pelonggaran PSBB.

“ Apabila skor dibatas 70 boleh pelonggaran,” kata Anies.

" Dari total skor (Jakarta) ini, status kita bisa melakukan pelonggaran,” tambah Anies.

Skor tersebut didapatkan dari tiga unsur yakni epidemologi, kesehatan publik dan fasilitas kesehatan.

" Terihat epidemologi (Jakarta) 75, kesehatan publik 54, fasilitas kesehatan 83, total 71,” jelasnya.

(Sumber: Liputan6.com)

Beri Komentar