Dolar Menguat, Penjualan Kendaraan Terganggu?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 7 September 2018 10:43
Dolar Menguat, Penjualan Kendaraan Terganggu?
Penguatan mata uang ini menjadi sorotan banyak pihak.

Dream – Penguatan dolar AS menjadi perhatian belakangan ini. Banyak pihak cemas situasi ini bisa mengganggu perekonomian nasional.

Industri otomotif pun turut mewaspadai apresiasi dolar AS. Salah satu produsen yang telah menyiapkan antisispasi dampak jangka panjang akibat situasi ini adalah Toyota.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Edward Otto Kanter, mengatakan, penguatan dolar terhadap rupiah untuk jangka pendek belum bisa dirasakan secara langsung.

Tapi, untuk jangka menengah dan panjang, Edward mengatakan pihaknya memikirkan keseluruhan secara detail. “ Paling berpengaruh? Ya, 15 persen itu tadi (bahan baku impor),” kata Edward, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 7 September 2018.

Untuk menyiasati pelemahan rupiah, dia berkata, Toyota mencoba melakukan efisiensi aktivitas produksi. Sebab, nilai tukar dolar ini cukup berpengaruh terhadap biaya produksi.

“ Kalau material impor, ya, naik dong. Di-cover sama aktivitas tadi. Dengan lebih mudah kerja, berarti lebih cepat kerjanya kalau di operasi. Kami mencobga teknologi ramah lingkungan sekaligus lebih efisien energinya,” kata dia.

Menurut Edward, Toyota juga mensubstitusi bahan baku produksi impor dengan produk lokal. Contohnya, baja. “ Kami mengembangkan steel dengan PT Krakatau Steel. Jadi, bisa dipakai (untuk produksi),” kata dia.

 

 

2 dari 2 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
TOP 3 | Arab Saudi Investasi Rp 282 Triliun di Pakistan