Pria Asal Indonesia Jadi Sopir Truk Terbaik di Dunia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 26 Oktober 2018 15:45
Pria Asal Indonesia Jadi Sopir Truk Terbaik di Dunia
Keren, Pak Eko!

Dream – Seorang pengendara truk asal Indonesia, Eko Yulianto, memenangi perlombaan Extra Mile Challenge (EMC). Dia mendapatkan gelar terbaik atau ultimate driver dari ajang yang digelar oleh produsen truk, UD Trucks di Ageo, Jepang.

Dilansir dari Liputan6.com, Jumat 26 Oktober 2018, sopir truk ekspedisi dari PT Duta Lintas Nusa ini bisa mengalahkan ratusan sopir dari dalam negeri maupun luar negeri, seperti Jepang, Australia, Singapura, Afrika Selatan, dan Malaysia.

Eko berterima kasih atas dukungan dari berbagai pihak. Dia berharap kompetisi ketangkasan mengemudi ini akan memacunya lebih baik dalam berkendara.

“ Ini memotivasi saya buat lebih baik saat mengemudi di Indonesia. Memang banyak pengalaman berharga, terlebih saat melihat para pengemudi di Jepang sangat tertib,” kata dia di Tokyo, Jepang.

 Eko Yulianto saat menjalani sesi pemotretan© Facebook @dutalintasnusa

Eko Yulianto saat sesi pemotretan (Foto: Facebook @dutalintasnusa)

Sebelum berlaga di kompetisi tersebut, ayah satu anak ini memang cukup optimistis bisa memenangkan perlombaan tersebut. Eko mengaku telah melatih keterampilan mengemudi selama tiga bulan sebelum bertanding.

Ketika lomba, dia mengemudikan truk UD Quester yang irit bahan bakar.

Pengalamannya mengemudi selama 11 tahun juga telah menanamkan mental juara dan tak grogi ketika lomba.

1 dari 2 halaman

Gampang Grogi, Tapi Tak Putus Asa

Keberhasilan Eko memenangi EMC 2018 tak lepas dari peran sang pelatih, yaitu Hadi Darwanto. Dia merupakan trainer specialist UD Trucks.

Hadi mengatakan Eko merupakan sopir truk paling menonjol, baik keterampilan mengemudi maupun pengetahuan tentang UD Truck Quester. Itu dilihat ketika memberikan pelatihan mengemudi dua tahun lalu di PT Duta Lintas Nusa.

“ Waktu 2017, Eko ikut kompetisi EMC, tapi kalah. Dia tidak putus asa. Kedua kalinya Eko dipilih Astra International dan PT Duta Lintas Nusa memberikan kepercayaan untuk ikut kompetisi,” kata dia.

 Eko Yulianto bersama rekan dan plakat penghargaan sebagai sopir terbaik© Facebook @dutalintasnusa

Eko Yulianto saat berpose dengan piagam penghargaan (Foto: Facebook @dutalintasnusa)

Hadi mengatakan Eko memiliki keterampilan yang bagus. Tapi waktu itu belum maksimal. Pria ini diberikan ilmu mengemudi dengan simulasi pengujian semirip mungkin lintasan saat perlombaan EMC 2018.

“ Pengujiannya mulai dari parkir, fuel efficiency, dan lain-lain,” kata dia.

Hadi mengatakan uji coba fuel efficiency dilakukan di Cakung. Ketika itu, hasilnya belum maksimal. “ Kami coba lagi semaksimal mungkin. Bagaimana tekniknya agar lebih efisien,” kata dia.

Hadi mengatakan Eko tak setenang itu ketika sedang dilatih. Dia sangat mudah grogi.

“ Saat nervous, dia akan blank. Tapi, overall (saat perlombaan) oke,” kata Hadi.

Dia mengatakan pada EMC 2017, wakil Indonesia gagal karena grogi. “ Jadi, tidak menang secara umum. Hanya juara fuel consumption kami pertahankan,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Bos Senang dan Bangga

Keberhasilan Eko membuat bosnya, Technical Manager Duta Trans Lintas Nusa, Rico Hardyaso, bangga. Rico mengatakan keberhasilannya merupakan capaian terbaik sepanjang kariernya di perusahaan selama dua tahun.

“ Setiap tahun ada penilaian driver yang meliputi etika, ketepatan waktu, dan perawatan kendaraan. Ada atau tidak lomba EMC, perusahaan kami memang ada penilaian khusus,” kata dia.

Rico mengatakan ada hadiah yang diberikan setiap tahun. “ Tak berupa materi, tapi tetap bernilai,” kata dia.

Selama persiapan, kata Rico, Eko mendapatkan gaji penuh dari perusahaan. Kini, sopir truknya mendapatkan tawaran kerja dari perusahaan-perusahaan lain.

“ Saya sendiri sudah kasih tahu hal itu. Kalau menang, pasti akan ada tawaran kerja di tempat lain dengan gaji lebih besar,” kata dia.

Rico mengatakan perusahaannya akan mempersiapkan driver lain yang diharapkan bisa tampil gemilang di kompetisi sopir truk terbaik EMC 2019.

(Sumber: Liputan6.com/Herdi Muhardi)

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'