1.747 Mitsubishi Triton Ditarik Gara-gara Baut dan Mur

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 18 Oktober 2019 18:15
1.747 Mitsubishi Triton Ditarik Gara-gara Baut dan Mur
Ada masalah apa pada baut dan mur?

Dream – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menarik kembali 1.747 unit Mitsubishi Triton keluaran 2015—2016. Distributor mobil Mitsubishi ini menyebut baut dan mur side foot step shade Triton bermasalah.

Dikutip dari laman MMKSI, Jumat 18 Oktober 2019, President Director MMKSI, Naoya Nakamura, mengatakan komponen side footstep shade berpotensi terlepas atau jatuh. Hal ini disebabkan pengait (rivet) side foot step shade pada kendaraan terputus akibat korosi.

“ Kami berupaya untuk terus menjaga kualitas kendaraan secara berkesinambungan serta memberikan jaminan layanan purna luas yang berkualitas,” kata Nakamura di Jakarta.

MMKSI telah melayangkan surat undangan perbaikan mobil kepada konsumen Triton. Pelanggan tidak akan dikenakan biaya untuk perbaikan komponen baut dan mur mobil. Perbaikannya akan makan waktu selama 1,5 jam.

“ Kampanye ini akan dimulai tanggal 18 Oktober 2019 di seluruh dealer kendaraan penumpang Mitsubishi di Indonesia,” kata dia.

Nakamura melanjutkan, konsumen bisa menghubungi diler kendaraan penumpang Mitsubishi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Konsumen juga bisa mem-booking layanan perbaikan di diler resmi.

1 dari 6 halaman

14.051 Mitsubishi Xpander di Vietnam Ditarik Karena Pompa Bahan Bakar

Dream – Ada kabar kurang sedap dari Mitsubishi Xpander. Sebanyak 14.051 unit Xpander buatan Indonesia ditarik kembali dari pasar Vietnam.

Dikutip dari Liputan6.com, Kamis 3 Oktober 2019, Mitsubishi Motors Vietnam (MMV) menarik belasan ribu Xpander yang diproduksi di Cikarang, Indonesia pada periode 14 Agustus 2018 dan 26 Agustus 2019.

Penarikan ini bertujuan untuk memperbaiki pompa bahan bakar low MPV itu.

 

 

President Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Naoya Nakamura, mengetahui keputusan recall Xpander di Vietnam. Dia memastikan Xpander yang beredar di Indonesia aman untuk dikendarai.

“ Saat ini, kami belum punya rencana recall di pasar Indonesia. Tapi, jika konsumen memiliki masalah yang sama, yang mana kami tidak berharap terjadi di Indonesia, kami dengan senang hati mendengarnya," jelas Nakamura saat berbincang dengan wartawan di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

2 dari 6 halaman

Akan Tarik Produk Jika Ada yang Bermasalah

Nakamura memastikan perusahaan dengan senang hati melakukan penanganan langsung terhadap konsumen yang merasa mengalami masalah seperti dialami di pasar Vietnam. Ini dilakukan karena Mitsubishi selalu memperhatikan keselamatan untuk konsumen.

" Jadi, segera setelah konsumen mengeluhkan itu kami akan langsung menanganinya. Namun hingga saat ini, kami tidak menemukan apapun masalah itu di Indonesia," kata Nakamura.

Sebagai informasi, Mitsubishi Motors Corporation (MMC), sebagai induk usaha MMV, mulai memasarkan Xpander ke Vietnam pada tahun lalu, sejak mobil ini pertama diproduksi di pabrik Cikarang, Jawa Barat, pada 2017. Selain Vietnam, small MPV ini juga diekspor ke Filipina dan Thailand.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)

 

3 dari 6 halaman

Penyebab Suspensi Xpander Seperti Ada Rembesan Oli

Dream - Pemilik Mitsubishi Xpander banyak yang mengeluhkan adanya masalah pada suspensi produk MPV ini. Adanya rembesan oli pada bagian peredam kejut atau shockbreaker yang diduga mengalami kebocoran.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) selaku distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di Indonesia membantah hal itu. Menurut mereka bagian peredam kejut bukan bocor, melainkan uap yang keluar karena peredam kejut bekerja lebih keras.

" Semua konsumen kita mengakui kenyamanan saat menggunakan Xpander. Nah, dampak dari tingkat kenyamanan yang berlebih itu, secara kontruksi mengakibatkan shockbreaker bekerja lebih keras, salah satunya uap yang keluar saat shockbreaker main itu berlebihan," kata Ronald Reagan, Head After Sales Marketing and Development Dept PT MMKSI di Jakarta, Rabu 25 September 2019.

 

 Mitsubishi Xpander

 

Kata dia, MMKSI masih terus melakukan improvement terkait shockbreaker yang disematkan pada Xpander dengan Mitsubishi Corporation (MC).

" Jadi kita mencoba mengimprove bagaimana uap ini ketika basah dia tidak mengikat debu, sehingga debu ini mengakibatkan baret," tutur Ronald.

4 dari 6 halaman

Supaya Tidak Bocor

Pengembangan dan usaha yang dilakukan pabrikan berlambang tiga berlian itu berkaitan erat dengan dash protector.

 Mitsubishi Xpander

" Sebenarnya masalahnya bukan di produk. Karena uap yang berlebih itu memberi dampak lebih nyaman ke konsumen. Dari supplier setelah koordinasi dengan technical Mitsubishi Jepang, yang kita lakukan sekarang adalah bagaimana biar debu ini tidak masuk banyak, sehingga tidak mengakibatkan kebocoran," ujarnya.

Apabila pemilik Xpander mengalami masalah pada shockbreaker, Ronald menegaskan untuk segera menyambangi diler Mitsubishi terdekat melakukan pemeriksaan.

" Silahkan cek dan datang ke bengkel. Nanti di bengkel kita juga punya standar kriteria untuk menentukan shockbreaker ini sudah harus diganti atau tidak ada masalah sama sekali. Selama masih garansi free 3 tahun atau 100.000 km" .

5 dari 6 halaman

Ambisi Xpander Jadi MPV Pertama Ikut Rally Dunia Tertunda

Dream – Ambisi Mitsubishi Xpander mengukir sejarah sebagai mobil low multi purpose vehicle (LMPV) pertama yang mengikuti reli tingkat dunia sementara tertunda. Mengusung pembalap reli Indonesia, Rifat Sungkar, Mitsubishi Xpander AP4 batal unjuk gigi karena harus menjalani pengecekan ulang faktor keselamatan.

Namun berdera Xpander Rallly Team masih tetap berkibat di ajang NZRC Goldrush Rally of Coromandel di Moewai Park, Selandia Baru, yang berlangsung pada 17 Agustus 2019 lalu.

Rifat tampil dengan menaiki Mistubishi Lancer Evo keluaran tahun 1999 dan meraih peringkat 25 dari 63 peserta dari seluruh dunia. 

 

 

Mengutip laman Otosia, Selasa 20 Agustus 2019, Rifat menjelaskan Mitsubishi Xpander AP4 yang rencananya akan dipakai di ajang rally tersebut harus menjalani tahap pemeriksaan homoglasi safety oleh federasi otomotif di Selandia Baru.

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan badan tersebut untuk melakukan homologasi tambahan, yaitu terkait body shell dan roll cage. Proses ini membutuhkan waktu lebih kurang enam pekan sebelum homologasi bisa dikeluarkan.

“ Masalah homologasi yang memakan waktu lebih lama, bisa kami terima dengan besar hati karena faktor yang diperhatikan adalah safety. Ini selalu menjadi yang utama bagi saya,” kata Rifat.

6 dari 6 halaman

Misi HUT RI

Meskipun gagal menunggangi Xpander AP4 di ajang tersebut, Rifat dan navigator M. Redwin tetap bisa menyelesaikan misinya mengibarkan bendera merah putih tepat pada 17 Agustus 2019 di Selandia Baru.

“ Saya dengan Xpander Rally Team memiliki misi utama untuk membela Indonesia di ajang reli internasional,” kata dia.

Menurut Rifat, timnya kala itu berusaha mencari berbagai cara agar mereka tetap dapat berlaga demi bisa mengibarkan merah putih di salah satu ajang reli paling besar di Selandia baru tersebut. 

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik