Geely Rogoh Rp4,6 Triliun untuk Satelit Mobil Swakemudi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 9 Maret 2020 09:40
Geely Rogoh Rp4,6 Triliun untuk Satelit Mobil Swakemudi
Satelit itu bertujuan untuk membantu mobil swakemudi beroperasi.

Dream - Saat ini, tren dunia otomotif mengarah ke mobil cerdas. Produsen otomotif beramai-ramai mengembangkan mobil berteknologi swakemudi. Produsen otomotif asal Tiongkok, Geely, tak mau ketinggalan.

Dikutip dari Zing, Senin 9 Maret 2020, produsen otomotif ini “ totalitas” mengembangkan teknologi swakemudi. Perusahaan ini tak segan merogoh kocek US$326 juta (Rp4,60 triliun) untuk membuat pabrik satelit.

Perusahaan ini ingin memproduksi satelit berorbit rendah. Satelit ini nantinya akan menyediakan data akurat untuk self driving cars. Berdasarkan Autonews Europe, pabrik tersebut akan memproduksi 500 unit per tahun.

Sekadar informasi, Geely punya brand mobil Volvo dan berinvestasi di Damler, induk perusahaan Mercedes Benz. Lagipula perusahaan itu bukankah newbie di bisnis satelit.

Pada 2018, Geely meluncurkan proyek Geespace yang bertanggung jawab untuk riset, peluncuran, dan eksploitasi satelit berorbit rendah.

Ada 300 orang yang bekerja di proyek ini. Departemen tersebut akan mengkomersialkan produknya pada akhir 2020.

Satelit ini akan menawarkan koneksi internet berkecepatan tinggi, navigasi yang akurat, dan sistem komputasi cloud untuk mobil swakemudi. Koneksi internet juga memungkinkan mobil memperbarui sistem perangkat lunak.

1 dari 6 halaman

Kendaraan di Ibu Kota Baru Indonesia Pakai Teknologi Swakemudi

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan sarana transportasi yang digunakan  di ibu kota baru di Kalimantan Timur tak menggunakan pengemudi alias autonomous. Tak hanya kendaraan umum, mobil pribadi juga diinginkan menggunakaan kendaraan swakemudi.

“ Baik yang berkaitan dengan transportasi karena di ibu kota baru nantinya transportasi umumnya, transportasi massanya akan menggunakan autonomous vehicle,” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas persiapan pemindahan ibu kota baru di Kantor Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 16 Januari 2020.

Jokowi meminta Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dan Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, untuk segera memikirkan desain transportasi sarat teknologi tersebut.

 

© Dream

 

“ Kalau kita betul-betul siap, infrastrukturnya juga diarahkan kepada penggunaan electric vehicle dan autonomous vehicle,” kata dia.

Mobil dengan teknologi nirsopir sebenarnya bukan hal yang baru. Tak semua teknologi nirsopir disematkan pada mobil setara. Melansir Auto Evolution, perbedaan bukan dari pabrikan yang membuatnya, melainkan kemampuan nirsopir yang dimiliki.

Terdapat enam tingkatan teknologi nirsopir yang bisa dikenali. Klasifikasi ini mengacu kepada standar SAE International dan telah digunakan oleh U.S. Department of Transportation (DoT) dan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) di November 2017.

Berikut ini adalah enam tingkatan teknologi nirsopir atau tanpa pengemudi.

2 dari 6 halaman

Mulai dari Level 0

Level 0

Tingkatan ini berlaku untuk semua mobil yang ada. Tak ada teknologi nirsopir. Semua pekerjaan dilakukan oleh sopir, seperti pengereman dan akselerasi. Mobil yang disemati teknologi blind spot dan collision warning masih termasuk dalam kategori ini. Dengan kata lain, pengemudi bertanggung jawab sepenuhnya untuk pengendalian.

Level 1

Mobil dapat melakukan perintah sederhana untuk mengatur lingkar kemudi, pengereman, dan akselerasi. Namun, pengemudi tetap bertanggung jawab untuk memperhatikan jalanan, sewaktu-waktu butuh intervensi.

Level 2

Memiliki kemampuan yang lebih baik dibanding Level 1. Teknologi ini tetap memungkinkan pengemudi untuk intervensi jika kondisi jalanan dianggap tidak memungkinkan untuk nirsopir. Setidaknya terdapat dua fungsi otomatis, tapi pengemudi tetap bertanggung jawab untuk pengoperasian.

3 dari 6 halaman

Kendaraan Bisa Memantau Kondisi Sekitar sampai Teknologi Tertinggi

Level 3

Mobil memiliki kemampuan untuk memantau kondisi sekitar dan mengoperasikan akselerasi, pengereman, dan lingkar kemudi. Sistem ini diperuntukkan di jalan bebas hambatan. Intervensi dibutuhkan pada keadaan tidak terduga atau darurat.

Level 4

Setelah diaktifkan sistem ini dapat bekerja secara mandiri sepenuhnya. Tidak dibutuhkan intervensi sama sekali, hanya saja cuaca masih menjadi salah satu kendala.

Level 5

Tingkatan tertinggi untuk teknologi nirsopir. Pengemudi hanya dianggap sebagai penumpang biasa, tinggal masukkan tujuan dan mobil akan melaju sampai tujuan.

(Sumber: Liputan6.com/Amal Abdurrochman)

4 dari 6 halaman

Pembuat Mobil Nirsopir Ikut Tanggung Klaim Jika Tabrakan?

Dream – Perusahaan mobil dan teknologi getol mengembangkan mobil berteknologi driveless. Dengan teknologi ini, pengemudi bisa lepas tangan dari setir dan mobil bisa menyetir sendiri.

Namun keandalan mobil nirsopir ini memang masih diragukan. Banyak juga peminat yang khawatir mobil driverless ini akan sudah mendapatkan perlindungan asuransi. 

Kekhawatiran itu sepertinya takkan terjadi di Inggris. Dikutip dari Carscoops, Senin 25 Maret 2019, Negeri Ratu Elizabeth II itu telah menyetujui Undang-Undang Kendaraan Listrik dan Otomatis (Autonomous and Electric Vehicle).

Dalam salah satu ketentuannya, Inggris memastikan mobil swakemudi itu bisa mendapatkan perlindungan asuransi.

 

© Dream

 

Pimpinan AXA Insurance Inggris, David Williams, mengatakan ada struktur yang jelas untuk pertanggungjawaban. Pemilik mobil harus membeli polis asuransi untuk mematuhi peraturan lalu lintas.

“ Karena mobil otonom memungkinkan pengemudi untuk beralih dari mode manual menjadi swakemudi, memiliki dua polis asuransi yang berbeda akan terlalu rumit,” kata Williams.

Sebagai gantinya, pemilik mobil bisa membeli satu polis asuransi yang mencakup dua mode mengemudi. Pembayaran klaimnya dibagi dua antara pihak asuransi dan produsen mobil.

Kepala Asuransi Pribadi dan Umum di Insurance Europe, Nicolas Jeanmart, mengatakan suatu hari mobil otonom memungkinkan adanya kepemilikan mobil bersama. Ini berarti bahwa jenis polis asuransi baru perlu ditulis untuk memenuhi skenario seperti itu.

“ Bahkan dalam kasus kendaraan bersama, kendaraan itu sendiri masih perlu diasuransikan. Terlepas dari apakah asuransi dibagi antara pemiliknya atau tidak,” kata Jeanmart.

5 dari 6 halaman

Tekan Risiko Kecelakaan?

Williams memperkirakan kecelakaan lalu lintas akan turun dengan mobil otonom ini. Menurut data National Highway Traffice Safety Administration (NHTSA), kesalahan manusia berperan 94 persen dalam kecelakaan mobil. Peran ini bisa diperkecil dengan keberadaan mobil otonom.

“ Pada waktunya, 50 persen mobil aman dan memiliki lebih kecil kecelakaan. Itu berarti mobil manual yang tersisa akan memiliki lebih kecil kecelakaan juga,” kata dia.

Klaim terhadap mobil otomom mungkin tinggi pada awalnya. Hal ini disebabkan oleh teknologi mahal di mobil itu. Namun, kondisi ini berubah ketika produksinya meningkat seiring waktu.

Jeanmart mengatakan asuransi kewajiban pihak ketiga, bekerja dengan baik dalam melindungi pengguna jalan. “ Ini akan terus menjadi kasus dengan teknologi yang sedang berlangsung, seperti connected vehicle dan otonom,” kata Jeanmart.(Sah)

6 dari 6 halaman

Indonesia Ketinggalan, Malaysia Siap Kembangkan Mobil Nirsopir

Dream – Perkembangan industri otomotif di Malaysia lebih maju daripada Indonesia. Setelah mengembangkan mobil nasional, Malaysia siap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi: mobil nirsopir.

Dikutip dari Paultan, Rabu 23 Januari 2019, Malaysia Autotomotive Roboitics dan IoT Institute (MARii) memberikan beberapa rincian tentang autonomous vehicle test bed (AVTB). Teknologi kendaraan nirsopir ini akan dikembangkan pada tahun ini.

CEO MARii, Datuk Madani Sahari, mengatakan rencananya pihaknya akan menguji berbagai teknologi yang berkaitan dengan kendaraan otonom. Mereka akan menyesuaikan teknologi ini dengan infrastruktur dan lingkungan di Malaysia.

“ Kami akan menguji semua teknologi ini untuk memastikan kendaraan ini aman dan dapat diandalkan sesuai dengan lingkungan di Malaysia,” kata Madani.

 

© Dream

 

Dia mengatakan MARii akan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lain seperti Futurise, GreenTech, Departemen Transportasi Jalan, dan Institut Riset Keselamatan Jalan Malaysia untuk mendirikan lembaga pengujian di Cyberjaya.

Lembaga ini bertujuan untuk memulai tes dalam dua tahap tahun ini, yaitu tahap perencanaan pada paruh pertama 2019 dan tahap kedua adalah pengujian.

“ Kami telah mengunjungi fasilitas test-bed yang sama di tempat lain, termasuk Singapura, Eropa dan Jepang,” kata dia.

Sekadar informasi, kendaraan nirsopir merupakan aspek yang akan dimasukkan ke dalam tinjauan yang akan datang dari Kebijakan Otomotif Nasional, termasuk kendaraan listrik.

Beri Komentar