26 Ribu Armada Listrik Grab Akan Mengaspal di Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 18 Desember 2020 17:12
26 Ribu Armada Listrik Grab Akan Mengaspal di Indonesia
Ini akan dilakukan secara bertahap

Dream – Indonesia tak mau kalah menghadirkan kendaraan listrik di jalan raya. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggandeng beberapa penyedia kendaraan dan jasa transportasi listrik, termasuk Grab, untuk menghadirkan kendaraan listrik bagi masyarakat Indonesia.

Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, mengatakan Grab mendukung pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Melalui inisiatif #LangkahHijau yang dirilis tahun 2019, perusahaan ini siap menghadirkan armada 26 ribu kendaraan listrik secara bertahap hingga 2025.

“ Saat ini, Grab telah menyediakan lebih dari 5 ribu armada listrik, baik e-scooter, sepeda listrik, motor listrik, maupun kendaraan listrik empat roda,” kata Ridzki dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 18 Desember 2020. 

Armada kendaraan listrik yang dirilis ini ada di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Tak hanya di Jawa, Grab juga meluncurkan armada kendaraan listrik di Sumatera Utara, Bali, dan Sulawesi Selatan.

“ Grab siap untuk berperan aktif dalam inisiatif pengembangan ekosistem transportasi yang ramah lingkungan demi terwujudnya Indonesia yang lebih hijau dan ekonomi negeri yang berkelanjutan,” kata dia.

1 dari 5 halaman

Rilis Roadmap Ekosistem Kendaraan Berbasis Listrik

Sekadar informasi, program #LangkahHijau telah diluncurkan oleh Grab Indonesia pada 2019 untuk memberikan dampak positif terhadap lingkungan melalui inovasi teknologi dan transportasi listrik.

Sejalan dengan program tersebut, Grab Indonesia juga telah meluncurkan Peta Jalan (Roadmap) Ekosistem Kendaraan Berbasis Listrik bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta jajaran menteri/lembaga yang berkaitan. Peluncuran ini merupakan dukungan atas Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang memasyarakatkan KBL di Indonesia.

Grab juga telah memperkenalkan GrabCar Elektrik powered by Hyundai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Januari 2020. Saat ini, Grab telah bekerja sama dengan Hyundai, Kymco, VIAR dan SELIS dalam menyediakan kendaraan listrik di Indonesia.

2 dari 5 halaman

20 Mobil Listrik Grab Resmi Beroperasi di Bandara Soetta

Dream - Mobil Hyundai Ioniq resmi beroperasi sebagai taksi online di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Mobil ramah lingkungan karena tak mengeluarkan emisi buang ini dihadirkan oleh penyedia jasa transportasi online, Grab.

Untuk tahap awal Grab menyediakan 20 unit Ioniq di Terminal 3 Gate 2 Bandara Soetta. Perusahaan menargetkan akan menghadirkan 500 unit mobil listrik serupa yang beroperasi sebagai taksi online di Indonesia.

“ Kami menargetkan dalam setahun ini bisa membawa 500 unit Hyundai loniq untuk dijadikan taksi online Grab,” kata Ridzki Kramadibarata, President of Grab Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin 27 Januari 2020.

 

© Dream

 

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan keberadaaan taksi online ini mendukung Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Akseleresi Program Kendaraan Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Budi Karya mengatakan mobil listrik bisa menjadi kendaraan yang mendukung konsep smart cities.

“ Di saat yang bersamaan, mobil listrik juga lebih ramah lingkungan serta minim biaya pengelolaan,” kata dia.

“ Kendaraan listrik ini diharapkan dapat menjadi solusi mobilitas yang mengusung konsep smart cities

President Director Hyundai Motor Indonesia, Sung Jong Ha, menawarkan pengalaman berkendara yang pintar. Jong Ha mengatakan pelanggan bisa memanfaatkan teknologi canggih seperti Ioniq Electric. 

“ Kami berharap pelangan Grab di Indonesia bisa menikmati kenyamanan mengendarai mobil elektrik yang ramah lingkungan ini,” kata dia.

3 dari 5 halaman

Tarifnya?

Ridzky mengatakan pelanggan Grab bisa menjajal taksi online Ioniq. Pemesanan bisa dilakukan mulai pukul 12.00 WIB melalui aplikasi Grab. 

“ Iya, langsung bisa dipesan di aplikasi GrabCar Elektrik,” kata dia.

Bagaimana dengan tarifnya? Ridzky mengatakan ongkos taksi listrik sedikit mahal daripada yang biasa. 

“ Akan sedikit lebih mahal, berkisar 10-15 persen,” kata dia. 


(Laporan: Michelle Rachel Evangelista Maramis)

4 dari 5 halaman

Grab Operasikan Puluhan Mobil dan Motor Listrik Awal 2020

Dream - Plaltform transportasi online, Grab, berencana mengoperasikan mobil dan motor bertenaga listrik masing-masing 20 unit pada 2020. Rencana tersebut sebagai bukti komitmen perusahaan untuk mendukung program pemerintah yang tengah mengembangkan kendaraan listrik.

Rencana penggunakan kendaraan berbahan listrik tersebut tertuang dalam Roadmap Ekosistem Kendaraan Listrik yang diusung Grab. Rencananya, puluhan armada itu baru akan beroperasi di daerah Jabodetabek pada Januari 2020.

Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, mengatakan peta jalan ini merupakan perwujudan komitmen perusahaan dalam mendorong pembangunan infrstruktur digital di Indonesia.

 

© Dream

 

“ Electronic Vehicle Ecosystem Roadmap memungkinkan Grab dan Pemerintah Indonesia untuk mempersiapkan dan mendorong kemajuan Indonesia dalam memenuhi target kendaraan listrik dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin EV di Indonesia dan Asia Tenggara,” kata Ridzki di Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019.

Menurut Ridzki, percepatan pembangunan infrastruktur digital bisa membantu menghadirkan solusi efisiensi biaya transprotasi. “ (Dan) mendorong lebih banyak orang mengadopsi kendaraan listrik,” kata Ridzki.

Untuk memperluas ekosistem kendaraan listrik, Grab menggandeng Hyundai dan pemerintah. Produsen mobil asal Korea Selatan memberikan 20 unit Hyundai Ioniq electric kepada Grab.

5 dari 5 halaman

Gandeng Honda, Gesits, dan PLN

Selain mobil berbasis listrik, ada juga 20 unit sepeda motor berbasis listrik dari perusahaan motor EV di Indonesia yaitu, AHM dan Gesits. 

Untuk pengisian (cas) kendaraan listrik, Grab juga telah bekerja sama dengan PT PLN (Persero). BUMN setrum ini membangun jaringan stasiun pengisian kendaraan listrik. Hal tersebut juga dilakukan untuk mendukung tujuan pemerintah yang menargetkan dua juta unit kendaraan listrik pada tahun 2025. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsr Pandjaitan, yang turut hadir mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi inisiatif Grab yang sejalan dengan peraturan saat ini untuk mengembangkan industri kendaraan listrik.

“ Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi penyedia lain untuk juga mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” kata Luhut.

(Laporan : Diah Tamayanti)

Beri Komentar