Harga Rp3 M, Intip Bus Tingkat yang Diekspor Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 25 Februari 2020 10:14
Harga Rp3 M, Intip Bus Tingkat yang Diekspor Indonesia
Apa saja fitur-fiturnya?

Dream - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, baru saja melepas bus buatan karoseri CV Laksana yang diekspor ke Bangladesh. Bus buatan anak bangsa ini merupakan jenis double decker alias tinggkat.

Bus yang ditaksir berharga Rp13 miliar ini lebih panjang daripada yang dijual di Indonesia. Bus SR2 Double Decker ini menggunakan sasis tipe Scania K41EB 6x2.

 Laksana© laksanabus.com

Ukuran panjangnya 14,4 meter, tinggi 5,1 meter, dan lebar 2,5 meter. Bus ekspor ini lebih panjang 1 meter dari yang dijual di Indonesia yang sepanjang 13,5 meter. 

 bus laksana© laksanabus.com

Bus ini menggendong mesin 13 ribu cc, 4 stroke 6 silinder turbocharged. Mesin tersebut bisa menyemburkan tenaga 410 hp. 

 bus laksana© laksanabus.com

Dari sisi interior, joknya terdiri atas 45 kursi luxury seat ditambah dengan 1 kursi VIP suites dengan konfigurasi 2 kanan dan 1 kiri. Bus itu juga didesain sesuai dengan permintaan negara yang bersangkutan, seperti posisi tangga untuk naik ke atas yang berada di bagian depan dekat kursi awak kabin.

 laksana© laksanabus.com

Bus itu juga didukung oleh fitur-fitur yang melengkapi kenyamanan penumpang, seperti TV, kulkas, defroster system, dan bagasi yang lega. Tak hanya itu, bus tingkat ini juga dilengkapi dengan safety hammer dan fire extinguisher and first aid kit.

(Sumber: Laksana, mobilkomersial.com)

1 dari 5 halaman

Ganjar Pranowo Ekspor 10 Bus Tingkat ke Bangladesh

Dream - Karya anak bangsa kini makin moncer di dunia internasional. Kali ini, 10 bus double decker bikinan karoseri Laksana dari Semarang, Jawa Tengah, dikirim ke Bangladesh.

Dikutip dari laman Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sabtu 22 Februari 2020, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Bupati Semarang, Mundjirin, meresmikan ekspor bus tersebut. Pelepasan ekpor ini dilakukan dengan menyiramkan air kendi ke bus.

Ganjar juga langsung menjajal bus tingkat dengan panjang 14,4 meter dan tinggi 4,1 meter itu. Kekagumannya semakin menjadi saat mendengar bus tingkat itu didesain oleh anak bangsa.

Setelah menjajal bus, Ganjar bersemangat mengelilingi pabrik perakitan bus yang sudah terkenal di dunia otomotif Indonesia itu. Satu per satu bagian pabrik dia masuki untuk melihat langsung proses perakitan badan bus dari awal sampai akhir.

 

 © Dream


“ Yang membuat saya semangat menggebu-gebu ya karena ini mau diekspor. Karoseri ini sudah ekspor ke beberapa negara. Yang sekarang ini ke Bangladesh,” kata dia.

Ganjar mengapresiasi pihak karoseri yang memanfaatkan fasilitas kemudahan ekspor yang diberikan pemerintah.

“ Saya mau sampaikan ke Pak Presiden dan Bu Menkeu, kami di Jateng sudah memanfaatkan insentif yang diberikan pemerintah. Manfaatnya sudah dirasakan, salah satunya ini,” kata Ganjar.

2 dari 5 halaman

Dukung Kemajuan Dunia Usaha

Ganjar menegaskan bahwa pemerintah akan mendukung penuh kemajuan dunia usaha, khususnya yang berorientasi ekspor. Menurutnya, ekspor merupakan salah satu upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Terlebih, Jateng ditarget mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi 7 persen pada 2023 mendatang.

Bahkan, dia menawarkan diri untuk menjadi tenaga marketing produk unggulan asal Jawa Tengah ke berbagai negara.

“ Nanti saya bantu. Saya bisa telpon para dubes di negara yang prospektif untuk memasarkan produk ini. Ini bagus lho, mewah dan nggak kalah saing dengan produk luar negeri,” kata dia.

3 dari 5 halaman

Beberapa Kali Tembus Pasar Global

Direktur Utama Laksana, Iwan Arman, menambahkan, karoserinya sudah beberapa kali mengekspor bus ke beberapa negara, di antaranya Fiji dan Timor Leste. Untuk seri double decker, ekspor ke Bangladesh menjadi yang pertama.

“ Dalam waktu dekat, kami akan ekspor ke Filipina dan Thailand. Saat ini kami sedang penjajakan,” kata dia.

Iwan mengakui, dukungan pemerintah berperan besar dalam kesuksesan usahanya. Dia merasakan beragam kemudahan.

“ Banyak sekali kemudahan dan fasilitas yang diberikan pemerintah, misalnya yang sudah saya rasakan adalah kemudahan impor untuk tujuan ekspor. Apalagi, mengurus segala perizinannya sekarang cepat, satu jam sudah selesai semuanya,” kata Iwan.

4 dari 5 halaman

5 dari 5 halaman

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup