4 Hal Berbahaya Ketika Berkendara Sepeda Motor

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 20 Desember 2018 10:44
4 Hal Berbahaya Ketika Berkendara Sepeda Motor
Nomor 3 sering dilakukan, sih.

Dream – Konsentrasi sangat diperlukan ketika berkendara sepeda motor agar perjalanan aman sampai di tujuan. Ketika sedang melajukan kuda besi, kedua tangan harus memegang setang motor dengan sempurna.

Selain untuk menjaga keseimbangan, sikap ini juga bisa menghindarkan kamu dan pengguna jalan lainnya dari kecelakaan.

Kalau sudah mengantuk dan fokus menurun, lebih baik berhenti dan menepi untuk istirahat. Memaksakan diri untuk berkendara dalam keadaan mengantuk bisa membahayakan dirimu.

Selain berkendara sambil mengantuk, kira-kira apa saja perbuatan berbahaya yang harus dihindari pengendara sepeda motor? Berikut ini adalah rinciannya, dikutip dari Planet Ban, Kamis 20 Desember 2018.

 

1 dari 2 halaman

1. Jangan merokok sambil berkendara

Ini kerap ditemui di jalan. Ada saja pengendara sepeda motor yang berkendara sambil merokok.

Ketika berkendara, abu rokok akan tertiup angin. Nah, kotoran ini berpotensi mengenai pengendara di belakang. Hal ini bisa membahayakan pengguna jalan lainnya jika abu rokok jatuh tepat mengenai mata. Risiko kecelakaan bisa terjadi.

2. Lupa Mematikan Lampu Sign

Pengendara sepeda motor sebaiknya memberikan tanda melalui lampu sign alias lampu sein. Tujuannya agar pengendara di belakangmu bisa mengatur jarak. Dia juga tak membatasi ruang gerak ketika berbelok.

Namun, lampu sein motor tak seperti mobil yang bisa mati otomatis setelah berbelok. Kalau lupa mematikannya, pengendara lainnya bisa menjadi bingung.

2 dari 2 halaman

Nomor 3 Sering Dilakukan

3. Menggunakan Earphone

Ada, lho, pengendara motor memilih untuk mendengarkan lagu. Mereka tak mau bosan saat menempuh perjalanan jauh. Tidak jarang juga, pengendara motor kerap menelpon seseorang sambil menggunakan earphone.

Ini berbahaya karena bisa mengurangi kepekaan telinga terhadap bunyi di sekitar kendaraan lain yang memberikan tanda dengan klakson. 

4. Menyalip Dadakan

Mendahului kendaraan di depan memang bisa dilakukan dengan sejumlah ketentuan. Misalnya, melalui sisi kanan kendaraan, memastikan arah sebaliknya aman untuk mendahului, dan tidak berada di tikungan.

Jika kendaraan yang ingin didahului telah mengurangi kecepatan, sebaiknya kamu tidak langsung menyalipnya. Bisa jadi, kendaraan tersebut telah memberi jalan untuk orang yang menyeberang.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup