Industri Otomotif Didorong Produksi Ventilator

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 8 April 2020 06:31
Industri Otomotif Didorong Produksi Ventilator
Pabrikan otomotif siap saja asalkan ini terpenuhi.

Dream – Kementerian Perindustrian mendorong industri otomotif di dalam negeri untuk bisa memproduksi alat bantu pernapasan atau ventilator.

Hal ini disebabkan oleh banyak rumah sakit rujukan corona, yang memerlukan alat bantu pernapasan seiring dengan meningkatnya jumlah penderita.

“ Sesuai arahan Bapak Menteri Perindustrian, kami telah meminta pelaku industri otomotif melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), agar beberapa anggotanya dapat memproduksi ventilator,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Putu Juli Ardika di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Perindustrian, Selasa 7 April 2020.

Menurut Putu, sudah ada industri otomotif yang siap memenuhi permintaan pemerintah tersebut.

“ Kami memberikan apresiasi kepada pelaku industri yang menyambut baik terhadap upaya kemanusiaan ini. Semoga produksi ventilator nantinya bisa menjadi solusi untuk mempertahankan kinerja sektor otomotif di tengah kondisi sulit sekarang,” kata dia

Lebih lanjut, Putu mengemukakan, produsen otomotif tersebut sedang menindaklanjuti kerja sama dengan industri komponen untuk melakukan reverse engineering dalam pengembangan prototipe ventilator.

“ Perusahaan itu juga telah mengidentifikasikan ada beberapa tim di lembaga pendidikan dan penelitian yang sedang bekerja mengembangkan ventilator,” kata dia.

1 dari 3 halaman

Butuh Rekanan

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menyatakan, dalam upaya mendorong para anggotanya untuk memproduksi ventilator, pihaknya meminta kepada pemerintah dapat menyediakan rekanan kompeten.

“ Kami membutuhkan pendamping khususnya industri yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam pembuatan ventilator,” kata Yohanes.

Pendamping tersebut akan membantu mulai dari menjabarkan blueprint terkait teknis pembuatan ventilator, alih teknologi, sampai memodifikasi fasilitas perakitan mobil yang ada saat ini. Tujuannya, agar dapat digunakan memproduksi ventilator dan menentukan standar bahan baku kepada supplier.

“ Kemudian, partner yang sudah berpengalaman itu menentukan standar bahan baku kepada pemasok, kami hanya membantu menjahitkan,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Siap Tunggu Arahan

Sementara itu, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) siap menunggu arahan pemerintah terkait teknis memproduksi ventilator yang dibutuhkan.

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, mengatakan, pihaknya yang membawahi lima merek motor di Tanah Air ini butuh gambaran detail melakukan produksi massal ventilator.

 

© MEN

 

Negara seperti Amerika Serikat dan Inggris sudah mengerahkan kemampuan industri otomotifnya untuk membantu produksi ventilator yang ketersediannya terbatas dalam upaya memenuhi kebutuhan bagi pasien Covid-19.

Ventilator dibutuhkan oleh pasien untuk menghindari terjadinya gagal nafas yang diakibatkan virus korona.

3 dari 3 halaman

Butuh Desain

Sementara itu, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menyebut produsen otomotif bisa saja merakit ventilator. Namun, pabrikan perlu persiapan. Misalnya cetak biru alat.

Hal paling utama yang dibutuhkan saat ini ialah wujud ventilator. Setelah pabrikan menerima desainnya, koordinasi dengan para supplier akan dilakukan.

" Melalui Gaikindo pemerintah minta. Saat ini seluruh brand di bawah naungan Gaikindo menunggu blueprint. Sekarang prioritasnya harus tahu gambarnya dulu, baru kita bisa tanya ke supplier tingkat kesulitannya berapa persen," kata Direktur Pemasaran ADM, Amelia Tjandra, dikutip dari Liputan6.com.

Dia mengatakan produsen otomotif itu juga masih menunggu dan mempelajari perubahan yang harus dilakukan saat melakukan perakitan ventilator.

" Pabrik sih sebenarnya enggak terlalu sulit. Yang sulit part-part-nya. Jadi supplier kita tanya dulu, karena perlu tooling. Sesudah mereka siap kami dari APM bisa assembling. Kalau assembling enggak butuh waktu terlalu lama," kata Amelia.

(Sumber: Kementerian Perindustrian, Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)

Beri Komentar