3 Cara Memilih BBM yang Tepat untuk Mobilmu, Jangan Asal Tuang!

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 18 Oktober 2019 09:24
3 Cara Memilih BBM yang Tepat untuk Mobilmu, Jangan Asal Tuang!
Penggunaan jenis bahan bakar yang tepat setidaknya bisa `memperpanjang` usia mobil.

Dream – Layaknya manusia, kendaraan bermotor juga membutuhkan sumber tenaga untuk bisa bergerak. Untuk mobil atau motor, sumber itu berasal dari bahan bakar minyak (BBM).

Untuk menentukan jenis BBM yang akan digunakan, kamu tak boleh melakukannya sembarangan. Pemakaian BBM harus sesuai dengan jenis mesin kendaraan kamu agar bisa bergerak secara optimal.

Dikutip dari seva.id, Jumat 18 Oktober 2019, ada beberapa cara yang harus kamu perhatikan sebelum menentukan jenis BBM untuk mobil kesayangan.

Hal pertama harus diperhatikan adalah mengetahui mesin jenis yang terpasang di mobilmu. Di Indonesia kita mengenal dua jenis mesin mobil yaitu diesel dan mesin bensin.

Mesin diesel biasanya terpasang di kendaraan besar seperti truck dan bis. Kini jenis mesin ini juga banyak dipakai pada kendaraan sport utility vehicle (SUV). Biasanya mesin diesel memiliki kapasitas yang lebih besar dan sudah dilengkapi turbo untuk mendongkrak tenaganya.

Perbedaan signifikan antara kedua jenis mesin tersebut adalah mesin diesel memiliki titik nyala api yang lebih tinggi dibandingkan dengan bensin.

Mesin diesel wajib diisi dengan bahan bakar minyak khusus diesel. Di Indonesia, bahan bakar diesel yang paling umum adalah solar, sedangkan mesin bensin diisi dengan bensin.

1 dari 6 halaman

Perhatikan Rasio Kompresi

Kedua, rasio kompresi. Perlu diketahui, setiap mesin kendaraan memiliki rasio kompresi berbeda-beda. Begitu juga dengan BBM yang memiliki kandungan nilai oktan yang berbeda.

Rasio kompresi adalah nilai yang bersifat mewakili rasio volume ruang pembakaran dari kapasitas terbesar ke terkecil. Dalam piston, yang dimaksud rasio adalah rasio antara volume silinder dan ruang bakar pada saat piston berada di titik mati bawah dan di titik mati atas.

Kamu harur menyesuaikan antar kompresi mesin dengan nilai oktan dari BBM. Cara mudahnya, kamu dapat melihat rasio kompresi mobil pada buku manual kendaraan atau cari saja di internet,

Rasio kompresi yang tinggi dapat membuat mesin mengekstrak energi mekanis lebih banyak dari massa campuran udara bahan bakar karena efisiensi termalnya lebih tinggi.

2 dari 6 halaman

Bagaimana dengan Nilai Oktan?

Kamu pasti sering mendengar istilah nilai oktan atau kadar Research Octane Number (RON). Dua istilah ini merujuk pada nilai yang menunjukkan daya tahan bakar terhadap kompresi mesin tanpa terbakar sendiri.

Nilai oktan yang semakin tinggi akan membuat sedikit timbal yang dihasilkan dari proses pembakaran. Semakin rendah kandungan nilai oktan, maka akan semakin sulit terbakar karena titik bakar lebih tinggi dan mengakibatkan BBM lebih sulit untuk menguap.

BBM yang tidak bisa terbakar akibat nilai oktan yang terlalu rendah akan menyebabkan penumpukan kerak di ruang bakar.

3 dari 6 halaman

Jangan Sekali-kali Pasang Alat Penghemat BBM, Bisa Picu Kebakaran!

Dream – Kamu pemilik kendaraan pasti pernah ditawari zat atau alat khusus yang diklaim bsia menghemat penggunaan bahan bakar. Benarkah klaim yang para penjual itu sampaikan?

Mulai sekarang sebaiknya kamu berpikir ulang sebelum membei alat penghemat bahan bakar tersebut. Alat tersebut memiliki risiko yang bisa membahayakan tak hanya kendaraan tapi keselamatan jiwa kamu.

Alat penghemat bahan bakar dituding bisa membuat mobil terbakar karena korslet di sistem kelistrikan mobil.

Dikutip dari Suzuki, Minggu 18 Agustus 2019, pengendara memang akan aman memasang alat apapun saat mesin atau sistem kelistrikan dalam kondisi mati.

 

 

Alat seperti kapasitor ini bisa menyimpan daya dan sangat berisiko ketika terkena panas berlebihan. Terlebih jika pintu kendaraan tertutup bisa saja menyebabkan kebakaran

Terbakarnya penghemat bahan bakar itu sangat mungkin terjadi. Terlebih kalau alat tersebut menuju ke lighter. Hal ini bisa terjadi karena arus listriknya tidak stabil dan akhirnya bisa menimbulkan panas.

Padahal, di sisinya banyak material yang terbuat dari plastik yang sangat berpotensi terbakar.

4 dari 6 halaman

Pernah Terjadi

Kasus mobil yang akhirnya terbakar karena alat penghemat bahan bakar ini bukan isapan jempol belaka. Seorang pemilik mobil pernah melaporkan salah satu bengkel kendaraan di daerah Tebet, Jakarta Selatan ke polisi.

Namun untuk kasus yang satu ini kapasitor dipasang di sekitar area mesin kendaraan. Pemasangan di area mesin memang sangat tidak aman dan sangat tidak dianjurkan.

Namun ingat, kalau pemasangan penghemat bahan bakar di area mesin tidak aman, bukan berarti pemasangan penghemat bahan bakar di dalam kabin kendaraan menjadi aman.

Alat alat jenis ini memang pada bagian dalamnya terdapat kumpulan kapasitor yang on, yang kalau kualitasnya tidak bagus, bisa beresiko meledak.

Nah, hal inilah yang bisa menjadi penyebab kebakaran.

Karena itulah sangat dianjurkan, kamu tidak sembarang memasang alat apapun, termasuk penghemat bahan bakar, di mobil mengingat risikonya yang tinggi. Sebaiknya konsultasikan terlebih dulu ke bengkel resmi.

5 dari 6 halaman

Benarkah AC Mobil Bikin Konsumsi BBM Boros?

Dream – AC menjadi fitur wajib dalam mobil, terutama bagi kawasan tropis seperti Indonesia. Dengan AC, berkendara terasa jauh lebih nyaman dan tubuh tidak mudah lelah.

Tapi, banyak orang menganggap menyalakan AC bisa menyebabkan borosnya bahan bakar. Benarkah demikian?

Dikutip dari Suzuki, Jumat 27 September 2019, konsumsi bensin mobil tinggi saat menyalakan AC di suhu paling rendah dalam waktu yang lama. Saat temperatur diset di suhu yang paling dingin, AC akan terus berusaha bekerja keras untuk selalu mencapai suhu tersebut.

 

 

Kamu harus tahu bahwa kinerja AC ini juga dibebankan pada mesin dan hal ini sudah pasiti akan membuat konsumsi mesin bahan terhadap bahan bakar menjadi lebih banyak dan akhirnya akan menyebabkan konsumsi BBM menjadi boros.

6 dari 6 halaman

Adakah Solusi Agar AC Tak Boros?

Ada. Kalau temperatur di dalam kabin mobil sudah terasa terlalu dingin, segera naikkan temperatur. Jika udara di luar cukup sejuk (seperti saat pagi hari, malam hari atau kamu sedang berada di wilayah pegunungan yang sejuk), matikan AC dan buka kaca mobil.

Saat cuaca panas, parkirlah mobil di tempat yang teduh. Agar saat akan digunakan lagi AC tidak akan bekerja terlalu berat. Saat masuk ke mobil, bukalah semua kaca untuk mengeluarkan udara panas dari kabin dengan cepat. Sehingga dapat mengurangi kerja AC untuk mendinginkan kabin.

Jangan paksakan diri untuk tetap menggunakan AC dalam temperatur rendah, terlebih jika kalau tangki bensin mobil kamu hampir kosong. Jika nekat, bukan kabin mobil yang akan terasa dingin tapi kamu justru harus kerja keras mendorong mobil yang kehabisan bahan bakar.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone