Jangan Lupakan Satu Hal Ini Saat Mau Ganti Pelek Mobil

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 28 Januari 2020 06:36
Jangan Lupakan Satu Hal Ini Saat Mau Ganti Pelek Mobil
Pemilik kendaraan biasanya ingin tampil beda dengan mengganti velg mobil.

Dream - Tak sedikit pemilik kendaraan merasa kurang puas dengan tampilan kaki-kaki standar bawaan pabrik. Mereka akan melakukan perubahan agar mobil terlihat sporty dimulai dengan mengganti pelek.

Dikutip dari Otosia, Selasa 28 Januari 2020, Community Manager HSR Wheel, Aldi Rais, mengingatkan pemilik kendaraan tak boleh sembarangan jika ingin mengganti velg. Yang perlu diperhatikan adalah jarak antar baut atau pitch circle diameter (PCD).

Pelek aftermarket acapkali tak bisa langsung dipasang karena baut rodanya tak sesuai dengan yang asli. Pemilik bisa saja memasang adaptor kalau PCD tak sesuai dengan lubang pelek yang ingin dipasang. Bagaimanapun PCD asli sangat disarankan untuk keselamatan berkendara.

“ Jangan dipaksain deh, apalagi buat harian. Dimodifikasi pakai adaptor bisa, tapi itu tidak menjamin kekuatannya sama,” kata dia.

1 dari 6 halaman

Perhatikan Batas Toleransi

Ketika mengganti velg, ada batas toleransi yang dianjurkan. Istilah anak bengkel adalah min 2 dan plus 2. Artinya batas menganti velg dengan menaikkan atau menurunkan 2 inci dari standarnya msih dapat ditoleransi.

“ Misalnya standarnya ring 14, kalau ngak mau repot jangan coba-coba pakai ring 19 apalagi 20. Maksimal naiknya sampai 2 inci. Contohnya dari ring 14 ke ring 16,” kata dia.

Selain itu, ban juga harus mengikuti dimensi velg. Ketika mengganti velg, pilihlah aspek rasio ketebalan dari lebar telapak ban yang direkomendasikan. Untuk harian disarankan tidak memilih ban tipis demi mengejar tampilan.

2 dari 6 halaman

Pilih Ban yang Sesuai

Aldi menyarankan untuk memilih ban yang sesuai. Ban punya peranan penting dalam menjaga pelek. Semakin tipis bannya, kekuatan pelek akan menurun karena tak bisa menopang getaran atau kena lubang.

“ Kalau pakai ban standar bawaan mobil, masih bisa menahan. Kalau pakai ban rasio 30 atau 35, pasti kekuatannya akan menurun,” kata dia. 

Yang terkahir, jika sudah menganti velg dan ban yang aman dan nyaman, jangan lupa untuk melakukan cek balancing di bengkel terpercaya.

“ Jadi sekali lagi kalau mau ganti velg, pastikan offset dan lebarnya cocok dengan mobil. Gunakan ban yang sesuai dengan rekomendasi, atau bisa juga konsultasi ke kita, HSR Wheel,” kata dia.

3 dari 6 halaman

Jangan Sembarang Modifikasi Velg Mobil, Baca Dulu Ini

Dream – Mengganti ukuran velg sering dilakukan oleh penyuka modifikasi. Selain alasan kenyamanan, bentuk maupun warna velg bisa membuat penampilan kendaraan semakin canik bahkan performa mobil meningkat.

Umumnya para modifikator mengubah diameter pelek diganti dengan ukuran yang lebih besar.

Pergantian ukuran velg ini pasti akan diikuti dengan penggantian ukuran diameter yang lebih besar.

 

 © Dream

 

Penampilan velg mobil lebih gagah memang memuaskan, tapi perlu kamu ingat penggantian ukuran velg dan ban ada syaratnya.

Dikutip dari Achilles Radial, Sabtu 13 April 2019, hal utama yang perlu diperhatikan adalah outside diameter (od). Ini adalah adalah ukuran diameter yang dihitung dari titik tengah pelek sampai dengan bahu ban.

Sebaiknya, outside diameter ban—setelah diganti—tetap sama dengan yang lama. Hal ini bertujuan agar ban tidak terantuk spakbor.

4 dari 6 halaman

Perhatikan Juga Angka Rasionya

Untuk menjaga od tetap sama, kamu bisa menggunakan aspect ratio kecil. Misalnya, pada ukuran ban 225/35R19. Angka 225 menunjukkan lebar ban, sedang aspect ratio ada pada angka 35. Artinya, tebal ban ada 35 persen dari lebar ban sebesar 225 mm. Semakin kecil angka aspect ratio-nya, ban akan semakin tipis.

Semakin besar velg yang digunakan, ban yang digunakan semakin tipis pula. Hal ini tentu akan sangat berdampak pada kenyamanan. Ban yang semakin tipis akan mengurangi kemampuan menyerap getaran. Kalau terlalu memaksakan untuk menggunakan pelek yang terlalu besar, dampaknya bisa berimbas pada roda gigi kemudi, tie rod, ball joint, dan bearing roda.

Kalau mau menggunakan velg yang berukuran lebih besar, tapi tak mengorbankan kenyamanan, kamu bisa menaikkan ukuran pelek sebanyak 2 inci.

Kalau ukuran velg standar itu 14 inci, angka maksimal yang direkomendasikan adalah 16 inci. Dengan menambah ukuran sebanyak 2 inch kamu tetap dapat menggunakan ban dengan aspect ratio yang tidak terlalu kecil sehingga tidak akan menggangu kenyamanan.(Sah)

5 dari 6 halaman

Jangan Dipaksa Jalan, Ganti Velg Jika Temukan Kerusakan Ini

Dream – Kenyamanan mobil tak lepas dari sektor kaki-kaki. Bagian ini cukup kompleks karena mempengaruhi kinerja banyak komponen lainnya.

Pengecekan kondisi kaki-kaki yang bisa dilakukan oleh pemilik kendaraan adalah pelek.

Nah, banyak pemilik mobil malas mengecek pelek kendaraan. Padahal, pemeriksaan ini penting dilakukan terutama jika tunggangan kamu sering melalui medan jalan yang rusak.

Dikutip dari Auto2000, Senin 18 Februari 2019, Kepala Bengkel Auto2000 Cikarang Indah Yuliana mengatakan, untuk memeriksa kondisi pelek mobil, pemilik kendaraan tak perlu keahlian khusus.

 

 © MEN

 

Cara sederhananya adalah dengan melihat seksama kondisi pelek dengan mata telajang. Kamu tak perlu membawa mobil ke bengkel hanya untuk melakukan pengecekan ini.

“ Perhatikan kondisi luarnya, apakah ada bagian yang rusak atau retak,” kata Indah.

Dia menjelaskan pelek memang komponen mobil yang cukup rentan setelah menghantam jalan rusak atau berlubang. Apalagi, kalau pelek yang dipakai bukan lagi barang asli bawaan dari pabrik.

Selama hanya kerusakan ringan, seperti baret karena terkikis trotoar atau hal lain, kondisi tersebut masih dianggap cukup wajar karena pemakaian.

Tapi, kalau, sudah terlihat ada keretakan atau pelek yang permukaannya sudah tak bulat lagi seperti melengkung, disarankan untuk segera mengganti dengan pelek baru.

6 dari 6 halaman

Pelek Retak Cukup Berisiko

Menurut Indah, pelek yang retak akan cukup berisiko bila dipaksakan untuk terus dipakai. Dikhawatirkan jika kembali menghantam lubang atau menahan beban yang terlampau berat, kerusakan yang lebih fatal bisa terjadi seperti pecah.

Sementara pelek yang permukaanya sudah tidak rata lagi bisa mempengaruhi sistem pengendalian mobil. Kondisi tersebut tentu akan sangat mengganggu pengemudi.

Belum lagi risiko yang mungkin saja terjadi ketika sedang memacu kendaraan di kecepatan tinggi. Bisa fatal akibatnya jika dibiarkan.

“ Jika memang konidisi pelek sudah cukup parah, jangan ditunda untuk melakukan penggantian. Disarankan mengganti pelek dengan orisinil bawaan pabrik untuk kenyamanan,” jelas Indah.

Dia tak merekomendasikan pelek-pelek aftermarket, apalagi yang tak asli. Sebab, velg itu tak diketahui secara pasti kualitas dan daya tahannya. Indah juga menyarankan untuk memilih pelek sesuai ukuran ban dan berasal dari rekomendasi pabrik.(Sah)

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam