Jangan Sepelekan Spesifikasi Minyak Rem!

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 24 Mei 2019 11:15
Jangan Sepelekan Spesifikasi Minyak Rem!
Ini alasannya.

Dream – Salah satu komponen vital di kendaraan adalah sistem pengereman yang berguna untuk memperlambat atau menghentikan kendaraan. Kalau diabaikan, kecelakaan yang mengancam jiwa adalah risiko terbesar.

Dikutip dari Auto2000, Jumat 24 Mei 2019, penting bagimu untuk mempertahankan perangkat pengereman. Salah satunya dengan mengganti minyak rem setiap dua tahun atau ketika jarak tempuh kendaraan sekitar 40 ribu kilometer (km).

Kalau ada cairan lain dalam kendaraan, seperti air radiator, gagal berfungsi, kamu dapat diingatkan melalui lampu indikator. Tapi, indikator ini tak ada di minyak rem.

Padahal, minyak rem yang gagal berfungsi bisa membahayakan jiwa pengendara. Kamu juga tidak tahu apakah minyak rem masih bekerja maksimal atau sudah turun performanya.

Tetapi indikator ini tidak ada di minyak rem.

Padahal jika cairan rem gagal berfungsi maka keselamatan jiwa dipertaruhkan lantaran Anda tidak tahu apakah minyak rem masih bisa bekerja maksimal atau sudah turun performanya.

1 dari 2 halaman

Perhatikan Titik Didih Minyak

Makanya penting untuk melakukan pemeliharaan sistem rem, terutama minyak rem. Begitu ada kandungan air dalam minyak rem, maka performa pengereman bakal menurun.

Cairan rem akan menyerap kadar air dari udara, sehingga setiap dua tahun harus diganti karena kandungan air dalam minyak rem akan mengurangi titik didih minyak dan mengganggu pengereman.

Untuk itu, minyak rem yang Anda pilih harus punya titik didih yang tinggi. Kalau tidak, minyak rem bisa gagal beroperasi karena timbul buih gelembung akibat suhu tinggi.

2 dari 2 halaman

Harus Punya Aditif Anti Karat

Yang tak kalah penting, minyak rem harus punya aditif anti karat. Kandungan ini bisa melindungi sistem pengereman dari serangan karat yang bisa mengakibatkan kebocoran di pipa minyak rem.

Makanya penting untuk melakukan pemeliharaan sistem rem, terutama minyak rem. Begitu ada kandungan air dalam minyak rem, maka performa pengereman bakal menurun.

Cairan rem akan menyerap kadar air dari udara, sehingga setiap dua tahun harus diganti karena kandungan air dalam minyak rem akan mengurangi titik didih minyak dan mengganggu pengereman.

Untuk itu, minyak rem yang kamu pilih harus punya titik didih yang tinggi. Kalau tidak, minyak rem bisa gagal beroperasi karena timbul buih gelembung akibat suhu tinggi.

Yang tidak kalah penting, minyak rem harus punya aditif anti karat, sehingga bisa melindungi sistem pengereman dari serangan karat yang bisa mengakibatkan kebocoran di pipa minyak rem.

Beri Komentar
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri