Jarang yang Tahu, Ini Cara dan Kegunaan Balancing Pelek Motor

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 1 Desember 2019 16:01
Jarang yang Tahu, Ini Cara dan Kegunaan Balancing Pelek Motor
Misalnya, motor matic 150 cc.

Dream - Pelek merupakan salah satu perlengkapan penting dan khusus bagi setiap kendaraan. Apa jadinya jika sebuah motor tak memiliki velg. Yang pasti ban tidak bisa dipasang dan motor cuma teronggok di garasi.  

Meski jadi komponen penting tak banyak yang tahu bahwa balancing pelek motor yang dipakai harian itu cukup penting.

Sekadar informasi, balancing adalah proses menyamakan berat dari semua roda sehingga bisa berputar dengan lancar. Untuk membuat berat roda menjadi sama, kamu perlu menggunakan besi kecil untuk menyeimbangkan berat ban dan pelek.

Dikutip dari Federal Oil, Minggu 1 November 2019, balancing ban itu perlu, terutama untuk sepeda motor yang menggunakan pelek lebar. Bisa dibilang balancing ban sangat dianjurkan untuk motor yang sudah pakai pelek lebar, misalnya motor sport, matic 150 cc-250 cc, atau motor gede.

Lalu, apa yang terjadi jika ban motor tidak seimbang? Pada kecepatan rendah sampai sedang memang tidak akan terlalu terasa masalahnya.

Nah, masalah baru terasa saat sepeda motor dipacu dengan kecepatan tinggi, ban akan terasa kurang stabil dan bergetar. Ini akan membuat berkendara menjadi tidak nyaman.

1 dari 5 halaman

Beda Balancing Ban Motor dengan Mobil

Pada prisipnya, balancing velg motor tak jauh beda dengan balancing ban mobil. Di motor, biasanya dilakukan balancing static. Proses ini dilakukan di satu titik, yaitu titik kesimbangan.

Kalau pelek yang lebih besar, umumnya balancing dynamic. Lebar pelek juga diperhitungkan untuk menyamakan berat ban dan pelek.

Ketika balancing, ban motor akan dimasukkan ke dalam alat yang bernama balancer. Hebatnya alat ini adalah mampu menunjukkan di titik mana ban harus diseimbangkan.

Setelah ketemu titik keseimbangan, mekanik akan memberi timah sesuai dengan gram yang dibutuhkan. Pecahan timahnya beragam, mulai dari 5 gram sampai 20 gram, sesuai kebutuhan.

2 dari 5 halaman

Camkan! Risiko Ganti Pelek Menjadi Racing tapi Bukan dari Pabrikan

Dream – Pelek mobil menjadi salah satu komponen mobil yang jadi sasaran para modifikator. Pemilik mobil tinggal menyesuaikan keinginannya membuat tunggangannya menjadi ceper atau tinggi seperti mobil off road. 

Ada pula pemilik mobil yang hanya ingin mengubah penampilan mobilnya jadi lebih enak dilihat. Mereka mengganti pelek standar dengan model racing.

Jika kamu dalam waktu dekat mau mengganti pelek, ada beberapa hal yang perlu diketahui, Sahabat Dream. Apalagi kamu memilih pelek dari aftermarket. Ada konsuekuensi-konsekuensi yang harus kamu tanggung.

 

 

Dikutip dari Auto2000, Senin 9 September 2019, tampilan mobil yang lebih keren justru malah banyak kerugiannya. Yang paling terdampak adalah kenyamanan dan keamanan. Pelek aftermarket tak terjamin kualitasnya. Hal ini berbeda dengan pelek stadar yang dikeluarkan oleh pabrik.

Risiko lain yang meski siap dihadapi adalah garansi mobil bisa hangus karena mengganti komponen kendaraan.

3 dari 5 halaman

Berimbas Pada Kestabilan Mobil

Kebanyakan pemilik mobil tak sadar. Ganti pelek banyak berdampak kepada kendaraan.  Contoh seperti dari sisi kestabilan saat mobil digunakan, pengendalian, bahkan bisa sampai berimbas pada jarak pengereman yang ikut bergeser.

Perubahan kondisi tersebut sangat besar dampaknya dari sisi keselamatan berkendara. Belum lagi bila sampai hilangnya sisi kenyamanan berkendara yang dikorbankan demi penampilan semata.

Bila mengubah pelek dan ban dengan dimensi yang tidak sesuai standar, lebih lebar dari standar pabrikan, kemungkinan besar feel saat berkendara ikut berubah.

Hal ini, menurut ,Indah lantaran kondisi kemudi yang bisa saja menjadi lebih berat dan efek jangka panjangnya bisa merusak beberapa komponen kaki-kaki.

Kemudi, ball joint, tie rod, dan bearing roda akan menjadi lebih berat dari yang seharusnya. Yang ada umur kendaraan lama-lama bisa berkurang. (Sah)

4 dari 5 halaman

Jangan Dipaksa Jalan, Ganti Velg Jika Temukan Kerusakan Ini

Dream – Mengganti ukuran velg sering dilakukan oleh penyuka modifikasi. Selain alasan kenyamanan, bentuk maupun warna velg bisa membuat penampilan kendaraan semakin canik bahkan performa mobil meningkat.

Umumnya para modifikator mengubah diameter pelek diganti dengan ukuran yang lebih besar.

Pergantian ukuran velg ini pasti akan diikuti dengan penggantian ukuran diameter yang lebih besar.

Penampilan velg mobil lebih gagah memang memuaskan, tapi perlu kamu ingat penggantian ukuran velg dan ban ada syaratnya.

Dikutip dari Achilles Radial, Sabtu 13 April 2019, hal utama yang perlu diperhatikan adalah outside diameter (od). Ini adalah adalah ukuran diameter yang dihitung dari titik tengah pelek sampai dengan bahu ban.

Sebaiknya, outside diameter ban—setelah diganti—tetap sama dengan yang lama. Hal ini bertujuan agar ban tidak terantuk spakbor.

5 dari 5 halaman

Pelek Retak Cukup Berisiko

Untuk menjaga od tetap sama, kamu bisa menggunakan aspect ratio kecil. Misalnya, pada ukuran ban 225/35R19. Angka 225 menunjukkan lebar ban, sedang aspect ratio ada pada angka 35. Artinya, tebal ban ada 35 persen dari lebar ban sebesar 225 mm. Semakin kecil angka aspect ratio-nya, ban akan semakin tipis.

Semakin besar velg yang digunakan, ban yang digunakan semakin tipis pula. Hal ini tentu akan sangat berdampak pada kenyamanan. Ban yang semakin tipis akan mengurangi kemampuan menyerap getaran. Kalau terlalu memaksakan untuk menggunakan pelek yang terlalu besar, dampaknya bisa berimbas pada roda gigi kemudi, tie rod, ball joint, dan bearing roda.

Kalau mau menggunakan velg yang berukuran lebih besar, tapi tak mengorbankan kenyamanan, kamu bisa menaikkan ukuran pelek sebanyak 2 inci.

Kalau ukuran velg standar itu 14 inci, angka maksimal yang direkomendasikan adalah 16 inci. Dengan menambah ukuran sebanyak 2 inch kamu tetap dapat menggunakan ban dengan aspect ratio yang tidak terlalu kecil sehingga tidak akan menggangu kenyamanan.(Sah)

Beri Komentar
Bikin Geleng-geleng Kepala, 3 Mobil Ini Sukses Terjang Banjir