Jasa Marga Sudah Sekat Tol Jakarta-Cikampek, di Sini Lokasinya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 24 April 2020 16:36
Jasa Marga Sudah Sekat Tol Jakarta-Cikampek, di Sini Lokasinya
Penyekatan ini bertujuan untuk membatasi arus keluar masuk kendaraan pribadi.

Dream – PT Jasa Marga Trans Jawa Tollroad Regional Division (JTT) mulai menyekat atau membatasi kendaraan di sejumlah titik di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Pemberlakuan penyekatan di sejumlah titik Jalan Tol Jakarta-Cikampek ini telah dimulai dini hari tadi, Jumat 24 April 2020 pukul 00.00 WIB.

General Manager Representative Office 1 Regional JTT, Widiyatmiko Nursejati, menjelaskan ada dua titik penyekatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

“ Penyekatan untuk pengguna jalan arah Cikampek adalah di Cikarang Barat KM 28. Sementara itu, penyekatan untuk pengguna jalan arah Jakarta terletak di Karawang Barat KM 47,” kata Miko di Cikarang, Jawa Barat, dikutip dari keterangan tertulis.

Selain dua titik ini, Miko juga menjelaskan adanya penutupan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated di kedua arah atas diskresi Kepolisian. “ Diberlakukan di jam yang sama dengan penyekatan di Cikarang Barat dan Karawang Barat, 24 April 2020 pukul 00.00 WIB. JTT mendukung dengan penempatan petugas dan perambuan,” kata dia.

Penyekatan jalan tol dilakukan untuk membatasi keluar masuknya kendaraan pribadi dan angkutan penumpang di wilayah Jabodetabek, kecuali kendaraan dinas, petugas, ambulans, pemadam kebakaran serta angkutan logistik.

Miko meminta masyarakat untuk menaati peraturan yang diterapkan pemerintah terkait pelarangan mudik untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

“ Untuk mengetahui informasi terkini terkait jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga, pengguna jalan tol juga dapat mengakses Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor telepon 14080,” kata dia.

1 dari 4 halaman

Volume Kendaraan di Jalan Tol Jabodetabek Anjlok karena Corona

Dream – Sejak ada imbauan Work From Home (WFH) pada 16 Maret 2020, PT Jasa Marga Tbk (Persero) mencatat penurunan volume kendaran yang melintas di ruas jalan tol. Penurunan ini berlanjut saat dimulai diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Corporate Communication and Comunnity Development Group Head, Dwimawan Heru, mengatakan, tren penurunan terjadi di gerbang tol utama yang berbatasan dengan wilayah Jabodetabek.

“ Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta Cikampek (akses arah Timur), GT Cikupa Exit Jalan Tol Jakarta-Merak (akses arah barat) dan GT Ciawi 2 Jalan Tol Jagorawi (akses arah Selatan),” kata Dwimawan di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Minggu 19 April 2020.

 

© Dream

 

Berikut ini rinciannya:

  1. 7 hari sejak imbauan WFH (16-22 Maret 2020), terdapat penurunan di GT Cikampek Utama 2 sebesar 12 persen, GT Cikupa Exit sebesar 14 persen dan GT Ciawi 2 sebesar 19 persen.
  2. 14 hari sejak imbauan WFH (16-29 Maret 2020), terdapat penurunan di GT Cikampek Utama 2 sebesar 15 persen GT Cikupa Exit sebesar -19% dan GT Ciawi 2 sebesar 26 persen.
  3. Yang paling terkini, yaitu 28 hari sejak imbauan WFH dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB (16 Maret 2020-13 April 2020), terdapat penurunan di GT Cikampek Utama 2 sebesar 27 persen, GT Cikupa Exit sebesar 26 persen dan GT Ciawi 2 sebesar 35 persen.
2 dari 4 halaman

Penurunan Terjadi di Tol Jarak Jauh Antar Kota

Tidak hanya di Jalan Tol Jasa Marga Group yang berbatasan dengan wilayah Jabotabek, Jasa Marga juga mencatat adanya penurunan lalu lintas di ruas jalan tol jarak jauh antar kota. Sebagai contohnya di Jalan Tol Trans Jawa yang dikelola oleh Jasa Marga Group, terjadi penurunan sekitar 34 persen dari LHR normal.

Dwimawan mengatakan pihaknya akan mengoperasikan jalan-jalan tol yang dikelola di Indonesia untuk mendukung distribusi logistik.

“ Jasa Marga juga menghimbau pengguna jalan yang masih menggunakan jalan tol, khususnya di wilayah-wilayah yang diberlakukan PSBB, untuk mematuhi ketentuan khususnya jumlah maksimal penumpang didalam kendaraan, dalam rangka menjalankan prinsip physical distancing,” kata dia.

3 dari 4 halaman

Jalan Tol Jasa Marga yang Masih Ditutup Karena Banjir

Dream - PT Jasa Marga Tbk melaporkan sejumlah ruas tol dari pantauan hingga pukul 14.40 WIB masih mengalami genangan air yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat perushaan memutuskan menutup ruas-ruas tersebut.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 25 Februari 2020, rest area KM 19 di Tol Jakarta-Cikampek ditutup sementara karena tercatat masih mengalami genangan air setinggi 30 cm.

Penutupan sementara jug dilakukan pada terowongan yang berada di rusa Gerbang Tol Cikunir 4 arah Jatiasih karena adanya genangan air. Jasa Marga memutuskan mengalihkan arus Lalu lintas ke GT Kalimalang 2.

Selain dua rus tol tersebut, Jasa marga juga emenutup sementara akses jalan tol karena banjir di GT Pondok Gede Timur 2 (KM8/Jatibening), GT Cikunir 3, GT Cibatu arah Jakarta, GT Cikarang Barat 4 arah Jakarta, dan GT Cikarang Barat 5 arah Jakarta.

 

4 dari 4 halaman

Ruas yang Bisa Dilalui

Namun tak semua ruas jalan tol yang dikelola Jasa Marga mengalami penutupan. Beberapa ruas masih bisa dilalui meski ditemukan genangan air.

Berikut ini adalah daftar ruas tol yang masih bisa dilalui kendaraan.

1. Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Arah Cikampek:

-KM 08+800 (Jatibening), ada genangan 5-10 cm di lajur 1 dan 2, masih bisa dilintasi seluruh jenis kendaraan.

Arah Jakarta:

- Km 19, terdapat genangan 10-20cm di lajur 1, 2 dan 3. Pengguna jalan dapat melintas dengan menggunakan lajur 3 dan lajur 4.

- Km 08+800 (Jatibening), saat ini berangsur surut. Genangan saat ini 10-30 cm di Lajur 1 dan 2, untuk Lajur 3 dan 4 sudah dapat dilintasi oleh seluruh jenis kendaraan.

2. Jalan Tol Jagorawi

Arah Jakarta:

-Genangan air di Kali Cipinang Km 3+800 juga sudah mulai surut, saat ini genangan ada di bahu jalan dan lajur 1 setinggi 5-10 cm. Lajur 1 dapat dilalui semua jenis kendaraan.

3. Jalan Tol JORR Non S

Arah Rorotan: Nihil Genangan

Beri Komentar