Kala Mantan Panglima TNI Jadi `Juragan` Bus Listrik

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 6 Desember 2018 18:44
Kala Mantan Panglima TNI Jadi `Juragan` Bus Listrik
Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yakin jika regulasi kendaraan listrik sudha diterbitkan, pemesan bus yang dikembangkannya akan semakin banyak.

Dream – PT Mobil Anak Bangsa (MAB) mengklaim produk bus yang disediakannya sudah 100 persen berasal dari kendaraan bertenaga listrik. Produsen bus listrik milik Jenderal TNI (Purn). Moeldoko ini siap menjadi mobil nasional jika Peraturan Presiden (Perpres) tentang kendaraan listrik sudah terbit.

“ Yang sudah dipesan beberapa unit,” kata Moeldoko yang masih merahasikan para pemesan kendarannya dikutip Dream dari Liputan6.com, Kamis 6 Desember 2018.

Moeldoko optimistis pemesan bus listriknya pesanan akan semakin banyak jika regulasi kendaraan listrik telah disetujui pemerintah.

Kehandalan bus dari MAB yang sempat dipajang Gaikindo Indonesia Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) pernah dibuktikan saat melakukan konvoi dari gedung BPPT Thamrin Jakarta, menuju Balai Besar Teknologi Konversi Energi, Serpong.

  Kepala Staff Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko dan bus listrik gagasannya di GIICOMVEC 2018.

(Sumber: Liputan6.com)

Pembuatan bodi bus listrik ini dikembangkan bersama perusahaan karoseri New Armada. Saat ini statusnya bus listrik MAB sudah memasuki prototype kedua.

“ Untuk prototype ketiga nanti akan kita luncurkan kembali dan setelah itu mass product (produksi massal). Semua itu sudah disiapkan. Mudah-mudaha, setelah nanti turunnya Perpres semuanya akan berjalan baik,” kata dia.

1 dari 1 halaman

Regulasi Mobil Listrik Terbit Awal 2019

Pria yang menjabat sebagai kepala staf kepresidenan ini mengatakan beleid itu akan ditargetkan terbit 2019. Hal ini dikatakan ketika meresmikan stasiun pengisian daya (charging station) untuk kendaraan listrik di gedung BPPT.

Menurut Moeldoko tahapan Perpres soal kendaraan listrik sudah dilakukan mulai dari Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian dan akan diselaraskan di Kementerian Koordinator Kemaritiman.

" Targetnya awal 2019, makin cepat makin bagus. Sesungguhnya, sudah menggeliat mobil listrik di Indonesia," kata dia.

Moeldoko mengatakan sejumlah instansi mendukung fasilitas kendaraan listrik, termasuk BPPT. 

Nantinya, lanjut Moeldoko, fasilitas-fasilitas seperti stasiun pengisian daya listrik akan berdiri bertahap dan dimasifkan sesuai titik atau lokasi yang menjadi prioritas kendaraan listrik seperti statiun kereta, hingga pusat perbelanjaan.

(Sumber: Liputan6.com/Herdi Muhardi) 

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya