Jokowi: Kita Bangun Mobil Listrik Sendiri

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 16 Agustus 2019 14:36
Jokowi: Kita Bangun Mobil Listrik Sendiri
Jokowi mendorong pelaku industri Tanah Air untuk berani berekspansi.

Dream - Jokowi menyinggung industri mobil lstrik dalam pidato kenegaraan di Gedung MPR/ DPR, Jumat 16 Agustus 2019. Menurut dia, ruang pengembangan mobil listrik telah dibuka.

" Kita sudah mulai membuka ruang pengembangan mobil listrik tapi kita ingin lebih dari itu," ujar Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat 16 Agustus 2019.

Pemerintah telah menerbitkan sejumlah regulasi untuk mendorong pembangunan mobil listrik. Sejumlah insentif telah disiapkan agar industri otomotif terpacu untuk terjun membangun mobil listrik.

" Kita ingin membangun industri mobil listrik sendiri," kata presiden bernama lengkap Joko Widodo tersebut.

1 dari 5 halaman

Dorong Ekspansi Industri

Jokowi juga mendorong industri Tanah Air melakukan ekspansi. Sehingga industri tidak melulu mengandalkan pasar dalam negeri.

" Produk-produk kita harus mampu membanjiri pasar regional dan global, itu yang harus kita wujudkan," ucap dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memacu para pengusaha dan perusahaan BUMN berani menjadi pemain global. Talenta Indonesia, kata dia, harus dipersiapkan agar diperhitungkan dunia.

" Sekali lagi, kita harus semakin ekspansif, from local to global," tegas Jokowi.

2 dari 5 halaman

Jokowi: Data Digital Kekayaan Bangsa, Lebih Berharga dari Minyak

Dream - Jokowi meminta masyarakat dan aparat penegak hukum bersiap menghadapi ancaman kejahatan siber dan penyalahgunaan data digital.

" Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita, kini data lebih berharga dari minyak," ujar Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung DPR/ MPR, Jakarta, Jumat 16 Agustus 2019.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta aparat penegak hukum melindungi data pribadi masyarakat. Menurut dia, perlindungan data pribadi merupakan hak rakyat Indonesia.

" Regulasinya harus segera disiapkan tidak boleh ada kompromi," ucap presiden bernama lengkap Joko Widodo ini.

Dengan adanya regulasi tersebut, kata dia, akan membuat masyarakat menjadi aman.

" Sekali lagi, inti dari regulasi adalah melindungi kepentingan rakyat, serta melindungi kepentingan bangsa dan negara. Regulasi harus mempermudah rakyat mencapai cita-citanya," kata mantan Walikota Solo itu.

Apabila regulasi dibuat bertujuan untuk memudahkan masyarakat, niscaya rakyat Indonesia akan terus melakukan inovasi untuk kemajuan bangsa.

3 dari 5 halaman

Jokowi Sindir Anggota DPR yang Studi Banding ke Luar Negeri

Dream - Di atas mimbar, Jokowi menunjukkan layar ponsel. Di tengah pidato kenegaraan tersebut, presiden bernama lengkap Joko Widodo itu menyentuh gambar.

" Mau ke Amerika? Di sini ada komplit semuanya. Mau ke Rusia? Juga ada semuanya. Mau ke Jerman? Di sini juga ada semuanya. Dan saya kira ini juga relevan untuk Bapak Ibu anggota Dewan," kata Jokowi.

Sebelum menunjukkan ponsel pada pidato kenegaraan dalam Sidang Bersama Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Jumat 16 Agustus 2019 itu, Jokowi meminta anggota dewan agar bekerja lebih efisien.

" Saya ingatkan kepada jajaran eksekutif agar lebih efisien. Untuk apa studi banding jauh-jauh sampai ke luar negeri padahal yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smart phone kita," ujar dia.

4 dari 5 halaman

Kepentingan Rakyat

Jokowi, pada pidato ke dua ini, menyinggung perlindungan kepentingan rakyat melalui regulasi yang dibuat. Dia mengatakan, regulasi harus mempermudah rakyat mencapai cita-citanya.

" Regulasi harus memberikan rasa aman. Dan regulasi harus memudahkan semua orang untuk berbuat baik, mendorong semua pihak untuk berinovasi menuju Indonesia Maju," kata dia.

Menurut Jokowi, untuk mencapai tujuan itu, salah satunya dengan mengubah ukuran kinerja para pembuat peraturan perundang-undangan.

" Bukan diukur dari seberapa banyak UU, PP, Permen ataupun Perda yang dibuat. Tetapi sejauh mana kepentingan rakyat, kepentingan negara dan bangsa," ujar Jokowi.

 

 

5 dari 5 halaman

Jokowi Minta Izin Pindahkan Ibukota ke Kalimantan

Dream - Presiden Jokowi (Joko Widodo) akhirnya secara resmi menyampaikan bakal memindahkan ibukota negara ke Kalimantan. Bahkan, Presiden Jokowi meminta izin di sela pidato kenegaraan. 

" Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya banggakan, pada kesempatan yang bersejarah ini. Dengan memohon ridho Allah SWT, dengan meminta izin dan dukungan dari Bapak Ibu Anggota Dewan yang terhormat, para sesepuh dan tokoh bangsa terutama dari seluruh rakyat Indonesia, dengan ini saya mohon izin untuk memindahkan ibu kota negara kita ke Pulau Kalimantan," ucap Jokowi. 

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi di tengah pidato kenegaraan dalam Sidang Bersama DPD-DPR RI 2019 di gedung DPR-MPR, Senayan, Jakarta, Jumat 16 Agustus 2019. 

" Ibukota yang bukan hanya simbol identitas bangsa, tetapi juga representasi kemajuan bangsa. Ini demi terwujudnya pemerataan dan keadilan ekonomi," tambah Jokowi yang mengenakan busana Sasak asal Nusa Tenggara Barat ini. 

Menurut Jokowi, pemindahan ibukota ini demi visi Indonesia Maju, Indonesia yang hidup selama-lamanya.

" Dirgahayu Republik Indonesia! Dirgahayu Negeri Pancasila! SDM Unggul, Indonesia Maju!
Merdeka!" tutup Jokowi. 

Beri Komentar