Tips Memperbaiki Kaca Helm Tergores dan Lecet

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 30 Juli 2019 08:12
Tips Memperbaiki Kaca Helm Tergores dan Lecet
Kamu bisa melakukan cara ini agar kaca helm kembali kinclong.

Dream – Kaca helm atau visor berfungsi untuk melindungi wajah dan mata pengendara motor. Visor membantu kamu dari tgerpaan debu, kotoran, air hujan, dan sinar mentari.

Sayangnya, kaca helm sangat mudah tergores. Apalagi jika kamu termasuk orang yang sembarangan menyimpan alat pengaman kepala ini.

Dikutip dari Suzuki, Selasa 30 Juli 2019, Penyebab kaca helm tergores bisa bermacam-macam.  Mulai dari cara mengelap yang kasar, helm terjatuh, atau menempatkan helm terlalu keras.

Biasanya kita akan langsung membeli kaca helm baru untuk menggantinya. Sayang, harganya tak selalu murah. Belum lagi baut yang sudah aus sehingga kamu sulit mengganti sendiri.

Sebelum mencari penggantinya, mengapa tak mencoba membuat tampilan kaca helm seperti baru kembali.

Hal Pertama yang kamu lakukan adalah melepaskan kaca dari helm. Lalu, cucilah dengan air sabun dan upayakan membilasnya di bawah air yang mengalir. Tujuannya agar kotoran yang masih menempel bisa cepat hilang.

Selanjutnya, permukaan visor yang masih basah, diamplas perlahan dengan jenis amplas paling halus (1.50 –2.200 SW) sembari disiram dengan air yang mengalir. Lakukan beberapa kali tahap ini, khususnya pada bagian kaca yang memiliki banyak goresam.

1 dari 5 halaman

Langkah Terakhir

Selesai diamplas, kaca memang akan terlihat kusam. Tunggulah beberapa saat sebelum membersihkannya. Keringkan kaca helm, kemudian poles bagian kusam tadi dengan white compound.

Pakailah kain katun yang halus untuk melakukan hal tersebut.

Sebeum melakukan 4 langkah di atas, ada satu hal yang wajib diperhatikan. Untuk mengetahui helm kamu tahan amplas atau tidak, coba dulu untuk mengamplas sedikit saja pada bagian pojok visor (dekat engsel).

Kalau memang tahan amplas, lanjutkan proses di atas ke bagian tengah visor. Tetapi ingat, kalau goresan pada kaca helm terlalu banyak dan dalam, ada baiknya untuk menggantinya dengan kaca helm yang baru.

2 dari 5 halaman

Mengapa Harus Pakai Helm yang Pas di Kepala?

Dream – Banyak pengendara motor hanya mau pakai helm karena tidak mau ditilang polisi. Karena pemikiran ini, tak sedikit pengendara asal pilih helm.

Parahnya lagi, mereka sering melepas helm ketika melewati jalan yang tak dijaga polisi. Padahal, helm merupakan pelindung kepala untuk keselamatan pengendara.

Dikutip dari Suzuki, Selasa 9 April 2019, helm bukan hanya sekadar aksesoris atau pelengkap formalitas berkendara. Lebih dari itu, helm merupakan perangkat keselamatan yang berfungsi untuk melindungi dari benturan, baik saat terjatuh atau terjadi tabrakan.

 

© Dream

 

Lalu, helm seperti apa yang harus digunakan?

Di Indonesia, ada regulasi khusus yang mengatur helm. Helm harus berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI). Label ini merupakan bukti bahwa produk tersebut sudah melewati tahap uji coba dan memastikan barangnya aman ketika digunakan untuk berkendara.

Memilih helm dengan label SNI merupakan hal mutlak yang harus diperhatikan.

3 dari 5 halaman

Harus Pas di Kepala

Selain harus memiliki label SNI, helm yang digunakan pun harus sesuai dengan ukuran kepala yang menggunakannya, tidak terlalu besar, tidak pula terlalu kecil.

Menurut Transport Research Laboratory, sebagaimana dikutip dari Visordown, setidaknya 20 persen responden mengklaim bahwa helm mereka hampir terlepas ketika tabrakan. Hal ini disebabkan karena sebanyak 25 persen pengendara sepeda motor memiliki helm yang salah ukurannya alias terlalu besar.

Dalam penelitian tersebut, terungkap jika 25 persen responden mengaku membeli helm secara online, dan hanya 3 persen yang membeli helm di toko resmi dan dicoba dulu kelayakannya, termasuk menentukan apakah ukurannya pas dengan ukuran kepala pengguna atau tidak. 

Tim peneliti menyebut bahwa menggunakan helm yang tidak sesuai dengan ukuran kepala sangat berbahaya. Helm bisa saja terlepas saat terjadi kecelakaan, dan menyebabkan cedera yang sangat serius, hingga menyebabkan meninggal dunia.

Selain itu, sebelum berkendara kamu pun harus memastikan jika tali helm sudah terpasang dengan baik. Sudah banyak contoh kecelakaan yang terjadi akibat dari tali pelindung helm yang tidak dipasang dengan baik, salah satunya contohnya tragedi yang menimpa pembalap Moto GP Marco Simoncheli.

Kesimpulannya, punya label helm SNI saja belum cukup untuk menjaga kamu dari risiko kecelakaan, helm harus memiliki ukuran yang pas dengan pengendara, dan tali pengikatnya dipasang dengan baik.

4 dari 5 halaman

Bau Tak Sedap Helm Susah Hilang? Bersihkan Lewat 5 Cara Ini

Dream – Para bikers, sebutan untuk pecinta motor, takkan segan mengeluarkan uang untuk mempercantik wajah tunggangannya. Selain membuat motor lebih tangguh, biker kerap memodifikasi kuda besinya akan memancing perhatian orang yang melihatnya.

Setelah tampilan kinclong, bikers rajin merawat motor tunggangannya. Saking cintanya, si kuda besi bisa jadi dicuci pagi dan siang hari. Namun ada bagian yang sering dilupakan mereka. 

Tampilan kece motor kamu takkan berarti jika helm yang sehari-hari dikenakan malah menebarkan aroma tak sedap. Tak mau dong, rambut menjadi bau karena aroma helm yang tak enak

Dikutip dari Wahana Honda, Jumat 29 Maret 2019, helm yang bau masih bisa dicuci. Bahkan, tanpa dicuci juga baunya bisa hilang sendiri. Berikut ini adalah lima langkah untuk mengusir bau helm.

Pertama, kamu bisa memberikan parfum di helm yang baunya masih belum parah. Kamu bisa menyemprotkan cairan pewangi beralkohol rendah. Atau kamu juga bisa menyemprotkan parfum helm ke dalam pelengkap berkendara itu,.

Perlu diingat, kadar alkoholnya tidak boleh terlalu tinggi. Pasalnya, helm akan bersentuhan dengan rambutmu. Ada kemungkinan rambutmu rusak terkena alkohol.

Kedua, cuci dengan air sabun. Langkah ini manjur untuk helm yang aromanya sudah tidak tertahankan. Mengapa harus air sabun? Tujuannya agar sisa alkohol tercampur dengan air dan bisa ikut mengalir bersama bakteri-bakteri yang membuat helm jadi bau.

Jangan lupa untuk menyikat lembut helm. Biasanya helm yang bau itu juga sedikit kotor. Keringat penggunanya akan membuat cover dari spons berubah. Pastikan helm bisa kinclong setelah disikat.

Ketiga, pakai kopi. Cara ini bisa digunakan jika belum sempat mencuci helm. Tapi, cara ini hanya bisa menghilangkan bau selama beberapa hari.

Kamu bisa menggunakan bubuk kopi hitam untuk menghilangkan bau tidak sedap di helm. Bungkus bubuk kopi dengan kain kecil. Lalu, taruh kain semalaman di helm. Setelah itu, kamu takkan mencium bau apek, tetapi bau kopi.

5 dari 5 halaman

Jangan Lupa Dijemur

Keempat, kamu bisa menjemurnya di bawah sinar matahari. Cara ini mencegah bakteri dan kuman jahat berkembang biak di helm. Biasanya orang-orang melakukan hal ini.

Selain menghilangkan bau pada helm, menjemurnya di bawah sinar matahari akan membuat spons helm kembali mengembang. Ini juga akan membuatmu nyaman mengenakan helm.

Kelima, bawa ke jasa cuci helm. Nah, cara ini paling mudah. Bawa saja ke cuci helm. Banyak jasa cuci helm bertebaran di mana-mana, termasuk di parkiran mal-mal besar. Ya, kamu harus merogoh duit untuk membuat helm bersih dan wangi. (Sah)

Beri Komentar