Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
MRT Jakarta Tengah Melintasi Rel Di Kawasan Lebak Bulu, Jakarta (Foto: Jakartamrt.co.id)
Dream - PT MRT Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memberikan nama Ratangga untuk kereta MRT rute Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Lebak Bulus. Nama tersebut diambil dari bahasa Jawa kuno.
" Kemarin gerbong-gerbong kereta baru MRT resmi menyandang nama RATANGGA. Jenis sistem/ moda transportasinya adalah MRT yaitu Moda Raya Terpadu, nama kendaraan yang kita naiki adalah RATANGGA," tulis dia dikutip dari akun Instagramnya, @aniesbaswedan, Selasa 11 Desember 2018.
Anies menjelaskan nama Ratangga berasal dari kitab Arjuno Wijaya dan Sutasoma karya Mpu Tantular.
" Dalam bahasa Jawa kuno, Ratangga artinya kereta perang yang identik dengan ketangguhan, kekuatan, dan kejuangan," tulis dia.
Menurut Anies Ratangga memiliki pesan jelas. Nama ini menunjukkan MRT akan selalu teguh dan kuat untuk mengangkut para penumpang di kawasan ibukota.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan pembuatan MRT ini melibatkan putra-putri Indonesia yang tangguh dan dipenuhi oleh semangat juang.
" Ratangga tidak hanya meningkatkan mobilitas, tetapi juga memberikan manfaat tambahan seperti perbaikan kualitas udara, perubahan gaya hidup masyarakat di kawasan ibu kota dengan kenyamanan bepergian menggunakan kendaraan umum," tulis dia.
Anies mengatakan nama MRT tidak sembarangan. Dia ingin nama yang dipilih membawa pesan yang jelas dan mengutamakan dari bahasa yang ada di Indonesia.
" Setiap nama harus punya makna, setiap makna harus bawa pesan. Itu arahan dan pedoman bagi seluruh jajaran di DKI. Dan gunakan bahasa kita sendiri," tulis dia.
Anies mengatakan pihaknya terus mencari kata dari bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Di sini ada 668 bahasa daerah yang kosa katanya bisa dijadikan inspirasi nama.
" Ibu kota berkomitmen untuk menggunakan dan memperkaya bahasa persatuan kita, Bahasa Indonesia," tulis dia.
Bahkan, Anies akan menggunakan 54 kosa kata baru untuk peristilahan dalam sistem MRT. Misalnya " Mesin Penambah Saldo" untuk mesin " Add Value Machine" . Dia mengharapkan akar budaya Indonesia tetap terlihat di bidang teknologi dan dirasakan oleh warga DKI Jakarta.
" Kelak saat seluruh warga bisa menggunakan maka akan terasa bahwa teknologi dan pengelolaan harus kelas dunia tapi penamaan dan akar budayanya adalah tetap Indonesia," tulis dia.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam