Pemilik Mobil Mewah di Gandaria Tunggak Pajak Rp81 Juta

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 12 Desember 2019 17:48
Pemilik Mobil Mewah di Gandaria Tunggak Pajak Rp81 Juta
Ini penyebab dia kesulitan finansial.

Dream - Petugas Samsat Jakarta Selatan mendatangi rumah bercat cokelat dua lantai di Gandaria, Jakarta Selatan. Petugas ingin mengecek mobil-mobil mewah yang menunggak pajak.

“ Kami akan melakukan razia door to door di Gandaria karena ada penemuan petugas sebuah mobil mewah belum membayarkan pajaknya selama tiga tahun,” kata Kepala Samsat Jakarta Selatan, Khairil Anwar, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 12 Desember 2019.

Petugas berdiri di depan pagar hitam. Di halaman dalam, terparkir Mercedes Benz C63 bernomor polisi B 279 AU. Pada catatan petugas Samsat, pajak mobil itu sudah mati sejak 2016.

Setelah menemukan mobil itu, petugas langsung memanggil orang yang ada di dalam rumah. Seorang wanita berkerudung hitam keluar dan mengakui mobil itu miliknya.

Namanya, Ratih. Wanita ini kooperatif saat melihat petugas yang memasang stiker bertuliskan “ Objek Pajak Ini Belum Melunasi Kewajiban Pajak Daerah” di mobil Mercedes miliknya.

Ratih mengakui belum membayar pajak selama tiga tahun karena belum ada uang. Karena menunggak tiga tahun, dia harus membayar pajak sebanyak Rp81 juta.

“ Alasan saya belum bayar karena belum ada dananya dan sedang diusahakan,” kata dia.

1 dari 5 halaman

Usaha Percetakan Bermasalah

Wanita usia 40 tahun ini mengaku tidak bisa membayar pajak mobil dikarenakan sedang mengalami kesusahan. Usaha percetakan yang dia bangun bersama suami mengalami masalah sehingga harus tutup pada tahun 2016.

" Tadinya saya usaha percetakan dan usaha konveksi tas di rumah tapi dua-duanya tutup karena ada masalah keluarga," kata dia.

Ratih mengaku bahwa mobil ini dibeli oleh suaminya pada tahun 2013. Namun memang kepemilikan mobil ini atas namanya. Mobil ini digunakan oleh Ratih untuk mobilitas kesehariannya. Dia mengaku sejak pajak mati, mobil itu sudah tak dia gunakan lagi.

" Suami saya beli second mobil ini pada tahun 2013, alasan beli mobil ini karena rare hitam. Sudah lama ini tidak dipakai, faktor utama karena menunggak pajak," kata dia.

2 dari 5 halaman

Cara Cek Pajak Kendaraan Secara Online, Tak Perlu Repot ke Samsat!

Dream - Pemilik kendaraan bermotor wajib membayar pajak dengan tepat waktu. Selain pajak lima tahunan, pemilik mobil atau motor juga harus patuh melunasi kewajiban pajak tahunan. Hal ini bertujuan agar registrasi kendaraan tidak hangus.

Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 13 November 2019, pajak kendaraan yang dibayar oleh pemilik kendaraan berbeda-beda berdasarkan kepada merek dan tipe kendaraan. Dengan kemudahan digital yang ada saat ini, status pajak kendaraan bermotor dan nominalnya dapat diketahui dengan mudah. Pemilik kendaraan tak perlu lagi repot-repot datang ke Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

 

 © Dream

 

Untuk kamu yang tinggal di Jakarta, pajak kendaraan bisa dicek menggunakan dua cara ini. Pertama, membuka situs https://samsat-pkb2.jakarta.go.id. Setelah membukanya, pemilik kendaraan hanya perlu mencantumkan nomor kendaraan dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Tak hanya mengetahui besaran jumlah pajak, pemilik kendaraan juga bisa melakukan pembayaran melalui website tersebut. Berbagai pilihan pembayaran bisa dilakukan secara online.

3 dari 5 halaman

Lewat Aplikasi Juga Bisa

Di Playstore dan App Store, terdapat aplikasi untuk mengecek status pajak kendaraan di seluruh Indonesia. Ada aplikasi yang dapat mengecek status pajak kendaraan untuk seluruh wilayah Indonesia,

Ada pula aplikasi yang hanya menyediakan informasi status pajak di daerah atau provinsi tertentu, seperti DKI, Jawa Tengah, Jawa Barat dan lain sebagainya.

Cukup ringan dan tidak memakan penyimpanan internal ponsel, pemilik kendaraan dapat menggunakannya secara berkala untuk mengetahui status pajak kendaraan bermotor. Tak ada alasan lagi untuk menunggak pembayaran pajak.

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)

4 dari 5 halaman

Anies Baswedan Naikkan Pajak Mobil Baru Jadi 12,5 Persen

Dream - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menaikkan pajak kendaraan baru 2,5 persen, dari 10 persen menjadi 12,5 persen. Perubahan ini berlaku mulai 11 Desember 2019.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 6 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2010 tentang Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

Dikutip dari beleid aturan ini, kenaikan pajak kendaraan baru bertujuan untuk mengendalikan laju pertumbuhan kendaraan dan mengatasi kemacetan.

Pengenaan pajak bea balik nama kendaraan bermotor dinilai belum ampuh menekan pertumbuhan kendaraan dan mengatasi macet.

5 dari 5 halaman

Ini Daftarnya

Berikut ini rincian kenaikan pajak kendaraan bermotor baru berdasarkan Pasal 7 Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 9 Tahun 2019.

1. Tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor ditetapkan
masing-masing sebagai berikut:

  1. penyerahan pertama sebesar 12,5 persen.
  2. penyerahan kedua dan seterusnya sebesar 1 persen.

2. Khusus untuk kendaraan bermotor alat-alat berat dan alat-alat besar yang tidak menggunakan jalan umum, tarif pajak ditetapkan masing-masing sebagai berikut :

  1. penyerahan pertama sebesar 0,75 persen.
  2. penyerahan kedua dan seterusnya sebesar 0,075 persen.

Aturan ini telah ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada 7 November 2019. Peraturan Daerah ini telah diundangkan pada 11 November 2019 oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah.

Beri Komentar