Kisah Syahroni, Pengendara Andal Ambulans dengan Satu Kaki Palsu

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 8 Juni 2021 17:35
Kisah Syahroni, Pengendara Andal Ambulans dengan Satu Kaki Palsu
Meski dalam keterbatasannya, Syahroni masih dapat beraktivitas dan membantu orang lain.

Dream - Para pengendara mobil ambulans harus memiliki kelihaian mengendarai mobil di atas rata-rata. Di saat harus berpacu dengan waktu mengantar pasien ke rumah sakit, para pengendara ini harus bisa menyelip di antara mobil kala kondisi lalu lintas tengah macet.

Selain kemampuan mengemudi, salah satu modal lain untuk bertahan sebagai sopir ambulans adalah semangat dan keyakinan pada kemampuan diri sendiri. 

Kedua hal itulah yang ditunjukan seorang pengendara mobil ambulans bernama Syahroni.

Di saat banyak pengendara hidup dengan kesempurnaan alat tubuh, lelaki asal Pandegelang, Banten, harus mengemudikan mobil ambulans dengan satu kaki palsu. Namun kondisi ini tak membuat kemampuannya berkendara diragukan.

1 dari 3 halaman

Sempat Koma

Syahroni merupakan penyandang disabilitas yang mengalami kecelakaan fatal saat bekerja di tahun 2000 silam. Dia harus kehilangan kaki kirinya ketika mengalami kecelakaan.

Dalam kondisi kritis, Syahroni mengalami koma selama tiga hari dan menghabiskan hingga 36 kantong darah. Tak hanya itu, beban Syahroni sempat besar karena harus menanggung biaya pengobatan hingga Rp65 juta.

Cobaan tersebut tak membuatnya patah semangat. Setelah berjalannya waktu, Syahroni mulai berdamai dengan kondisi tubuhnya. Hidup dengan kaki palsu.

2 dari 3 halaman

Tak Menyerah dengan Keadaan

Berjalan dengan kaki palsu tak lantas membuatnya jadi orang yang menyerah dengan keadaan. Dia tetap bisa mengendarai mobil ambulans dengan baik seperti orang normal pada umumnya. Meski perjuangan saat pertama kali menjadi sopir dilaluinya secara tak mudah.

Syahrono awalnya harus menggunakan mangkok yang diletakkan di pedal kopling agar tak lepas dari pijakan kaki palsunya. Perlahan-lahan setelah bisa menguasai badannya, Syahroni bisa berkendara dengan menggunakan kaki palsunya langsung.

" Tadinya saya pakai mangkok, kopling saya akalin supaya jangan lepas, tapi sekarang saya buka," ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Tetap Bersyukur

Kelihaiannya dalam mengendarai mobil tak perlu diragukan lagi. Syahroni sudah bolak-balik ke Lampung sebanyak dua kali. Perjalanan dalam dan luar kota sudah lagi tak terhitung.

Bahkan mobil ambulans yang dikendarainya kerap digunakan untuk keperluan lain, misalnya membawa rombongan ziarah.

" Alhamdulillah, pakai mobil ini saya sudah ke Lampung dua kali, kalau ke Jakarta itu tiap pekan, ke Bandung, ke Cikampek, kemarin saya bawa rombongan ziarah," ujarnya.

Syahroni bersyukur karena dalam keterbatasannya, ia masih dapat beraktivitas dan membantu orang lain. Ia berharap, apa yang dilakukannya dapat mendatangkan keberkahan bagi dirinya dan keluarga.

Beri Komentar