Kumbang Super Ini Jadi Inspirasi Desain Mobil dan Pesawat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 26 Oktober 2020 10:35
Kumbang Super Ini Jadi Inspirasi Desain Mobil dan Pesawat
Disebut tak mati ditabrak mobil. Oh, ini rahasianya.

Dream – Sejak dulu, manusia melihat alam sebagai sumber inspirasi dalam memecahkan masalah dan tantangannya sendiri. Ini dinamakan biomimikri.

Dikutip dari Auto Evolution, Minggu 25 Oktober 2020, sebuah proyek terbaru senilai US$8 juta (Rp117,14 miliar) mencari makhluk kecil yang tangguh untuk menjadi inspirasi model pesawat, kendaraan, bahkan bangunan yang lebih baik dan kuat. Proyek ini didanai oleh Angkatan Udara Amerika Serikat.

Ditemukanlah kumbang Phloeodes diabolicus. Serangga ini “ berbaju besi” yang kokoh dan bisa menahan tabrakan mobil dan tak bisa dihancurkan. Ini berkat kerangka luarnya yang unik.

1 dari 2 halaman

Ini Penyebabnya

Penemuan studi itu telah dipublikasikan di edisi terbaru Nature. Para peneliti mencatat elytra tak lagi berfungsi sebagai pelindung sayap untuk membran sayap belakang. Sebaliknya, kerangka luar yang terdiri dari kitin saling bertautan dan berlaku seperti baju zirah.

Pelindung ini membuat kumbang tahan terhadap patukan burung, injakan hewan, bahkan tabrakan mobil Toyota Camry.

Insinyur sipil, Pablo Zavattieri, mengatakan pelindung itu alih-alih langsung putus, tapi dia patah secara progresif.

“ Pengamatan ini bisa diterapkan dalam mengembangkan material yang kuat, tahan benturan, dan tahan benturan dengan menggabungkan material yang berbeda,” kata Zavattieri.

2 dari 2 halaman

Dirancang Agar Tahan Lama

Material-material ini mengacu kepada logam, plester, dan plastik. Bahan-bahan ini dirancang menggunakan arsitektur serupa agar lebih tahan lama dan bisa bertahan.

Selain itu, peneliti juga mengamati kumbang lain di California Selatan dan melakukan tes kompresi untuk membandingkan daya tahannya dengan kumbang “ baju zirah”. Serangga ini dirasa mampu menahan beban yang lebih besar karena struktur elytra yang paling kompleks.

Berdasarkan model tersebut, para peneliti membangun sambungan logam dan composites. Rangkaian ini memiliki kekuatan dan ketangguhan yang lebih baik daripada sambungan rekayasa yang umum digunakan. 

Beri Komentar