Camkan! Risiko Ganti Pelek Menjadi Racing tapi Bukan dari Pabrikan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 10 September 2019 06:36
Camkan! Risiko Ganti Pelek Menjadi Racing tapi Bukan dari Pabrikan
Lebih baik kamu berpikir matang-matang dulu, Sahabat Dream.

Dream – Pelek mobil menjadi salah satu komponen mobil yang jadi sasaran para modifikator. Pemilik mobil tinggal menyesuaikan keinginannya membuat tunggangannya menjadi ceper atau tinggi seperti mobil off road. 

Ada pula pemilik mobil yang hanya ingin mengubah penampilan mobilnya jadi lebih enak dilihat. Mereka mengganti pelek standar dengan model racing.

Jika kamu dalam waktu dekat mau mengganti pelek, ada beberapa hal yang perlu diketahui, Sahabat Dream. Apalagi kamu memilih pelek dari aftermarket. Ada konsuekuensi-konsekuensi yang harus kamu tanggung.

Dikutip dari Auto2000, Senin 9 September 2019, tampilan mobil yang lebih keren justru malah banyak kerugiannya. Yang paling terdampak adalah kenyamanan dan keamanan. Pelek aftermarket tak terjamin kualitasnya. Hal ini berbeda dengan pelek stadar yang dikeluarkan oleh pabrik.

Risiko lain yang meski siap dihadapi adalah garansi mobil bisa hangus karena mengganti komponen kendaraan.

1 dari 6 halaman

Berimbas Pada Kestabilan Mobil

Kebanyakan pemilik mobil tak sadar. Ganti pelek banyak berdampak kepada kendaraan.  Contoh seperti dari sisi kestabilan saat mobil digunakan, pengendalian, bahkan bisa sampai berimbas pada jarak pengereman yang ikut bergeser.

Perubahan kondisi tersebut sangat besar dampaknya dari sisi keselamatan berkendara. Belum lagi bila sampai hilangnya sisi kenyamanan berkendara yang dikorbankan demi penampilan semata.

Bila mengubah pelek dan ban dengan dimensi yang tidak sesuai standar, lebih lebar dari standar pabrikan, kemungkinan besar feel saat berkendara ikut berubah.

Hal ini, menurut ,Indah lantaran kondisi kemudi yang bisa saja menjadi lebih berat dan efek jangka panjangnya bisa merusak beberapa komponen kaki-kaki.

Kemudi, ball joint, tie rod, dan bearing roda akan menjadi lebih berat dari yang seharusnya. Yang ada umur kendaraan lama-lama bisa berkurang. (Sah)

2 dari 6 halaman

Jangan Dipaksa Jalan, Ganti Velg Jika Temukan Kerusakan Ini

Dream – Mengganti ukuran velg sering dilakukan oleh penyuka modifikasi. Selain alasan kenyamanan, bentuk maupun warna velg bisa membuat penampilan kendaraan semakin canik bahkan performa mobil meningkat.

Umumnya para modifikator mengubah diameter pelek diganti dengan ukuran yang lebih besar.

Pergantian ukuran velg ini pasti akan diikuti dengan penggantian ukuran diameter yang lebih besar.

Penampilan velg mobil lebih gagah memang memuaskan, tapi perlu kamu ingat penggantian ukuran velg dan ban ada syaratnya.

Dikutip dari Achilles Radial, Sabtu 13 April 2019, hal utama yang perlu diperhatikan adalah outside diameter (od). Ini adalah adalah ukuran diameter yang dihitung dari titik tengah pelek sampai dengan bahu ban.

Sebaiknya, outside diameter ban—setelah diganti—tetap sama dengan yang lama. Hal ini bertujuan agar ban tidak terantuk spakbor.

3 dari 6 halaman

Pelek Retak Cukup Berisiko

Untuk menjaga od tetap sama, kamu bisa menggunakan aspect ratio kecil. Misalnya, pada ukuran ban 225/35R19. Angka 225 menunjukkan lebar ban, sedang aspect ratio ada pada angka 35. Artinya, tebal ban ada 35 persen dari lebar ban sebesar 225 mm. Semakin kecil angka aspect ratio-nya, ban akan semakin tipis.

Semakin besar velg yang digunakan, ban yang digunakan semakin tipis pula. Hal ini tentu akan sangat berdampak pada kenyamanan. Ban yang semakin tipis akan mengurangi kemampuan menyerap getaran. Kalau terlalu memaksakan untuk menggunakan pelek yang terlalu besar, dampaknya bisa berimbas pada roda gigi kemudi, tie rod, ball joint, dan bearing roda.

Kalau mau menggunakan velg yang berukuran lebih besar, tapi tak mengorbankan kenyamanan, kamu bisa menaikkan ukuran pelek sebanyak 2 inci.

Kalau ukuran velg standar itu 14 inci, angka maksimal yang direkomendasikan adalah 16 inci. Dengan menambah ukuran sebanyak 2 inch kamu tetap dapat menggunakan ban dengan aspect ratio yang tidak terlalu kecil sehingga tidak akan menggangu kenyamanan.(Sah)

4 dari 6 halaman

Hindari 3 Hal Ini Agar Velg Mobil Awet

Dream – Velg mobil merupakan salah satu komponen yang perlu diperhatikan. Kalau tidak dirawat, mobil bisa kecelakaan.

Velg yang tidak terawat bisa mengganggu laju ban. Meskipun terlihat kokoh, velg bisa retak dan bengkok.

Makanya pemilik mobil harus merawat velg. Apalagi, harganya tidak murah.

Dilansir dari Honda, Sabtu 6 Oktober 2018, ada tiga hal yang harus dihindari oleh Sahabat Dream jika ingin velg mobilnya awet.

Yang pertama, jangan sering melewati jalan berlubang. Sebisa mungkin, gunakanlah jalan yang tidka berlubang. Jika terpaksa lewat jalan berlubang, pelankan laju kendaran. Tujuannya agar velg tidak bengkok atau pecah di bagian pinggir.

Kamu juga sebaiknya lebih waspada ketika menggunakan ban yang tipis. Hentakan dengan jalan dengan ban akan lebih terasa, lalu ini akan mempengaruhi velg.

5 dari 6 halaman

Tekanan Angin dan Ukuran Tidak Sesuai

Tekanan angin pada ban mobil telah memiliki standar ukuran yang biasanya dapat dilihat di buku manual atau di sekitar pintu mobil. Pada Honda Brio RS, petunjuk tekanan angin standar terdapat di tiang pintu pengemudi.

Apabila tekanan angin tidak sesuai, velg akan mudah penyok di bagian bibir velg.

Pada petunjuk diatas, perhatikan angka yang ditunjuk anak panah. Petunjuk ini mengartikan bahwa ban depan harus diisi angin bertekanan 29 PSI, dan ban belakang 26 PSI.

6 dari 6 halaman

Ukuran Ban Tidak Sesuai dengan Velg

Ukuran ban yang tidak sesuai dapat membuat ban cepat rusak yang pada akhirnya akan mempengaruhi velg. Setiap velg memiliki ukuran standar minimal dan maksimal untuk penggunaan ban.

Dengan begitu, perhatikan baik-baik ban yang dibeli. Pastikan ukuran ban tersebut sudah sesuai dengan ketentuan untuk mencegah velg rusak.  (ism)

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie