87 Persen Penjualan Suzuki Berasal dari Mobil Made In Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 19 September 2019 07:36
87 Persen Penjualan Suzuki Berasal dari Mobil Made In Indonesia
Terutama, Ertiga dan Carry.

Dream – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengantongi penjualan ritel sebanyak 9.114 unit pada Agustus 2019. Capaian ini didukung oleh produk-produk dalam negeri.

“ Kami sangat senang sejak awal semester kedua tahun 2019 ini penjualan Suzuki terus menunjukkan tren positif setiap bulannya,” kata 4W Sales Director SIS, Makmur, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 19 September 2019.

Menurut catatan Suzuki, pada Agustus 2019, seluruh produk lokal Suzuki, yaitu Carry, All New Ertiga, Karimun Wagon R, dan APV berkontribusi sebesar 87 persen terhadap total penjualan Suzuki.

New Carry memimpin penjualan Suzuki dengan kontribusi sebesar 54 persen. Penjualan ritel mobil angkutan dan minibus ini meningkat 6,8 persen dari bulan sebelumnya.

Suzuki New Carry laku 4.913 unit pada Agustus 2019. Dengan penjualan ini, New Carry memegang 59,6 persen pasar kendaraan ringan.

Yang kedua, ada All New Suzuki Ertiga. Mobil ini terjual sebanyak 2.134 unit pada Agustus 2019. Kontribusinya terhadap penjualan mencapai 23,4 persen.

“ Capaian positif ini menjadi motivasi untuk selalu menghadirkan produk dan layanan terbaik bagi pelanggan, serta terus berkontribusi terhadap industri otomotif Indonesia melalui produk lokal,” kata dia.

1 dari 6 halaman

Didorong Promo?

Peningkatan penjualan Suzuki pada bulan Agustus 2019 tak lepas dari berbagai program penjualan yang ditawarkan. Misalnya, promo September Ceria yang memberikan penawaran menarik bagi pelanggan. Pelanggan yang membeli All New Ertiga tipe GL atau GX pada September 2019 akan mendapatkan hadiah langsung Suzuki GSX150 Bandit dan berkesempatan mendapatkan Jimny.

Sedangkan untuk pembelian produk unggulan Suzuki lainnya, konsumen berkesempatan untuk mendapatkan hadiah langsung berupa smartphone hingga sepeda motor.

 Biaya Perawatan Suzuki Carry Diklaim Murah, Ini Rinciannya

Tidak hanya itu, program Pasar Panen Besar New Carry juga masih berlangsung. Khusus bagi pembeli New Carry Pick Up, konsumen akan mendapat hadiah langsung satu unit sepeda motor All New Satria F150.

Produsen otomotif ini juga memberikan gratis oli mesin dan jasa servis hingga 50 ribu km bagi pelanggan yang membeli New Carry Pick Up selama periode promo. Tentunya seluruh program promo yang ditawarkan ini berlansung pada periode promo dengan syarat dan ketentuan berlaku. “ Raihan ini membuat kami semakin optimistis dapat menguasai 11% pangsa pasar otomotif Tanah Air pada akhir 2019 mendatang,” kata dia.

2 dari 6 halaman

Suzuki Siap Rilis Mobil Murah, Harga di Bawah Rp100 Juta

Dream – Suzuki akan mengeluarkan produk baru di India dalam waktu dekat. Produsen otomotif asal Jepang ini telah menyiapkan mobil rival Renault Twid dan Tata Tiago.

Kuda besi yang dipersiapkan tersebut bernama Suzuki S-Presso. Mobil itu akan mengaspal pada 30 September 2019 dengan harga mengiurkan. Tentu saja dijual di India.

Mengutip laman Motorbeam, Rabu 18 September 2019, Suzuki S-Presso didesain seperti SUV. Kendaraan itu memiliki pelek 15 inci, lampu LED besar, full body plastic cladding, dan lampu ekor LED.

Mobil ini mengusung mesin berkapasitas 1000 liter yang bisa mengeluarkan tenaga 68 PS dan torsi 90 Nm. Kendaraan ini bisa menempuh jarak 24,07 km untuk satu liter bensin.

Untuk keamanan, S-Presso menawarkan airbag depan, sistem pengereman ABS dan EBD, dan sensor parkir. Ada juga fitur peringatan kecepatan dan pengingat pemakaian sabuk pengaman.

Mau tahu harganya. Suzuki S-Presso kabarnya akan dilepas dengan harga sekitar 350 ribu rupee atau sekitar Rp69,07 juta.

Mobil-mobil ini akan tersedia dalam empat varian, tak dijelaskan rinciannya.

3 dari 6 halaman

Suzuki Perkenalkan All New Ertiga Ramah Lingkungan

Dream – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) terus mendukung kebijakan pemerintah terkait rencana penerapan kendaraan bermotor listrik. Produsen otomotif menampilkan All New Ertiga berteknologi ramah lingkungan Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).

“ Suzuki turut mendukung pemerintah memasuki era kendaraan listrik yang ramah lingkunan dan minim kadar emisi CO2 dengan menghadirkan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki,” kata 4W Marketing Director SIS, Dony Saputra, dalam “ Pameran dan Parade Kendaraan Bermotor Listrik” di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 3 September 2019.

 

 

Suzuki membenamkan teknologi SHVS pada New Ertiga Diesel Hybrid pada 2017. Mobil ini menjadi yang pertama di kelasnya yang mengadaptasi teknologi ramah lingkungan.

“ Maka dari itu, kami siap mendukung pemerintah menuju masa transisi era mobil listrik, untuk Menuju Indonesia Bersih Udara dan Hemat Energi,” kata dia.

4 dari 6 halaman

Apa Itu Smart Hybrid by Suzuki?

SHVS adalah teknologi mesin mild hybrid yang telah dikembangkan Suzuki secara global. Khusus di Indonesia, teknologi SHVS masih dalam tahap penelitian agar bisa disesuaikan dengan karakter dan kondisi jalanan di dalam negeri.

Teknologi ini sendiri dibuat untuk sistem penggerak mesin dan telah dilengkapi dengan Integrated Starter Generator (ISG) sebagai pengganti alternator konvensional yang mampu memberikan dukungan tenaga pada mesin, sehingga dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Teknologi SHVS juga dilengkapi lithium ion battery yang dirancang untuk menyimpan tenaga yang dihasilkan oleh ISG dan akan digunakan ketika mesin membutuhkan dukungan tenaga. Teknologi SHVS ini mencakup efisiensi bahan bakar, ringan, dan kompak sehingga merupakan sistem yang ideal untuk mobil-mobil kompak.

5 dari 6 halaman

Begini Cara Kerjanya

Teknologi SHVS memiliki sistem kerja yang sederhana. Teknologi ini diawali dengan kendaraan pada posisi berhenti serta pengemudi tidak menginjak pedal dan gigi pada posisi ‘N’ atau netral. Secara otomati, kendaraan akan melakukan Engine Auto Stop yang berfungsi mematikan mesin, namun sistem kelistrikan tetap menyala.

Kemudian apabila pedal diinjak, secara otomatis ISG akan menyalakan kembali mesin kendaraan.

Saat melakukan akselerasi awal, tenaga atau listrik yang tersimpan pada baterai akan memberikan dukungan tenaga pada mesin. Ketika kendaraan dalam posisi melaju, tenaga atau listrik yang tersimpan pada baterai akan dialihkan pada komponen elektrik, seperti lampu, audio, air conditioner, serta multi-information display, sehingga kerja mesin hanya akan dipusatkan untuk menghasilkan tenaga. Hal ini akan meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar serta meningkatkan performa saat berkendara.

6 dari 6 halaman

Bagaimana dengan Memperlambat Laju Mobil?

Ketika kendaraan melakukan deselerasi atau memperlambat laju, ISG secara otomatis akan mengubah energi kinetik yang dihasilkan pada putaran roda menjadi energi listrik yang akan mengisi daya baterai yang terdapat pada kendaraan dengan teknologi SHVS.

Ketika mobil melakukan pengereman, pengisian daya listrik pada baterai akan semakin besar.

Lantas, bagaimana dengan engine auto stop? Apabila kendaraan melaju pada kecepatan 15km/jam hingga berhenti dan pengemudi memindahkan gigi ke posisi ‘N’ atau netral serta melepas pedal, maka secara otomatis kendaraan akan melakukan engine auto stop dan mematikan mesin.

Saat mesin berhenti inilah daya listrik yang disimpan pada baterai akan dialihkan pada komponen elektrik untuk tetap menjaga sistem kelistrikan tetap menyala. Siklus yang sama akan berulang lagi ketika pengemudi menjalankan kendaraannya.

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal