Mulai Besok Jalan Layang Tol Jakarta-Cikampek Ditutup

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 23 April 2020 17:48
Mulai Besok Jalan Layang Tol Jakarta-Cikampek Ditutup
Yang bawah masih beroperasi, tapi ada penyekatan.

Dream – Korlantas Polri meminta jalan tol layang elevated Jakarta-Cikampek ditutup untuk sementara waktu. Pengelola tol tersebut, PT Jasa Marga Tbk (Persero) menyatakan siap untuk melaksanakan permintaan tersebut.

“ Saat ini, kami sedang melaporkan rencana penutupan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang berwenang untuk memberlakukan penutupan jalan tol,” kata Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis 23 April 2020.

Berdasarkan informasi yang diterima, penutupan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated tersebut rencananya akan dimulai pada hari Jumat, 24 April 2020 pukul 00.00 WIB. Sementara Jalan Tol Jakarta-Cikampek lama yang berada di bawahnya masih akan tetap beroperasi.

“ Namun, diberlakukan beberapa titik penyekatan,” kata dia.

1 dari 5 halaman

Sekat Beberapa Ruas

Jasa Marga menyatakan kesiapannya mendukung Kementerian Perhubungan dan Polri untuk menyekat beberapa titik di jalan tol yang dioperasikan.

“ Untuk memastkan kendaran yang lewat sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah,” kata Dwimawan.

Penutupan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated ini juga akan disosialisasikan Jasa Marga melalui VMS yang ada di Jalan Tol Jabotabek, juga di akun media sosial Jasa Marga.

“ Untuk mengetahui informasi terkini terkait jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga, pengguna jalan tol juga dapat mengakses Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor telepon 14080,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Volume Kendaraan di Jalan Tol Jabodetabek Anjlok karena Corona

Dream – Sejak ada imbauan Work From Home (WFH) pada 16 Maret 2020, PT Jasa Marga Tbk (Persero) mencatat penurunan volume kendaran yang melintas di ruas jalan tol. Penurunan ini berlanjut saat dimulai diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Corporate Communication and Comunnity Development Group Head, Dwimawan Heru, mengatakan, tren penurunan terjadi di gerbang tol utama yang berbatasan dengan wilayah Jabodetabek.

“ Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta Cikampek (akses arah Timur), GT Cikupa Exit Jalan Tol Jakarta-Merak (akses arah barat) dan GT Ciawi 2 Jalan Tol Jagorawi (akses arah Selatan),” kata Dwimawan di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Minggu 19 April 2020.

© Dream

 

Berikut ini rinciannya:

  1. 7 hari sejak imbauan WFH (16-22 Maret 2020), terdapat penurunan di GT Cikampek Utama 2 sebesar 12 persen, GT Cikupa Exit sebesar 14 persen dan GT Ciawi 2 sebesar 19 persen.
  2. 14 hari sejak imbauan WFH (16-29 Maret 2020), terdapat penurunan di GT Cikampek Utama 2 sebesar 15 persen GT Cikupa Exit sebesar -19% dan GT Ciawi 2 sebesar 26 persen.
  3. Yang paling terkini, yaitu 28 hari sejak imbauan WFH dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar/PSBB (16 Maret 2020-13 April 2020), terdapat penurunan di GT Cikampek Utama 2 sebesar 27 persen, GT Cikupa Exit sebesar 26 persen dan GT Ciawi 2 sebesar 35 persen.
3 dari 5 halaman

Penurunan Terjadi di Tol Jarak Jauh Antar Kota

Tidak hanya di Jalan Tol Jasa Marga Group yang berbatasan dengan wilayah Jabotabek, Jasa Marga juga mencatat adanya penurunan lalu lintas di ruas jalan tol jarak jauh antar kota. Sebagai contohnya di Jalan Tol Trans Jawa yang dikelola oleh Jasa Marga Group, terjadi penurunan sekitar 34 persen dari LHR normal.

Dwimawan mengatakan pihaknya akan mengoperasikan jalan-jalan tol yang dikelola di Indonesia untuk mendukung distribusi logistik.

“ Jasa Marga juga menghimbau pengguna jalan yang masih menggunakan jalan tol, khususnya di wilayah-wilayah yang diberlakukan PSBB, untuk mematuhi ketentuan khususnya jumlah maksimal penumpang didalam kendaraan, dalam rangka menjalankan prinsip physical distancing,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Jalan Tol Jasa Marga yang Masih Ditutup Karena Banjir

Dream - PT Jasa Marga Tbk melaporkan sejumlah ruas tol dari pantauan hingga pukul 14.40 WIB masih mengalami genangan air yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat perushaan memutuskan menutup ruas-ruas tersebut.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 25 Februari 2020, rest area KM 19 di Tol Jakarta-Cikampek ditutup sementara karena tercatat masih mengalami genangan air setinggi 30 cm.

Penutupan sementara jug dilakukan pada terowongan yang berada di rusa Gerbang Tol Cikunir 4 arah Jatiasih karena adanya genangan air. Jasa Marga memutuskan mengalihkan arus Lalu lintas ke GT Kalimalang 2.

Selain dua rus tol tersebut, Jasa marga juga emenutup sementara akses jalan tol karena banjir di GT Pondok Gede Timur 2 (KM8/Jatibening), GT Cikunir 3, GT Cibatu arah Jakarta, GT Cikarang Barat 4 arah Jakarta, dan GT Cikarang Barat 5 arah Jakarta.

 

5 dari 5 halaman

Ruas yang Bisa Dilalui

Namun tak semua ruas jalan tol yang dikelola Jasa Marga mengalami penutupan. Beberapa ruas masih bisa dilalui meski ditemukan genangan air.

Berikut ini adalah daftar ruas tol yang masih bisa dilalui kendaraan.

1. Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Arah Cikampek:

-KM 08+800 (Jatibening), ada genangan 5-10 cm di lajur 1 dan 2, masih bisa dilintasi seluruh jenis kendaraan.

Arah Jakarta:

- Km 19, terdapat genangan 10-20cm di lajur 1, 2 dan 3. Pengguna jalan dapat melintas dengan menggunakan lajur 3 dan lajur 4.

- Km 08+800 (Jatibening), saat ini berangsur surut. Genangan saat ini 10-30 cm di Lajur 1 dan 2, untuk Lajur 3 dan 4 sudah dapat dilintasi oleh seluruh jenis kendaraan.

2. Jalan Tol Jagorawi

Arah Jakarta:

-Genangan air di Kali Cipinang Km 3+800 juga sudah mulai surut, saat ini genangan ada di bahu jalan dan lajur 1 setinggi 5-10 cm. Lajur 1 dapat dilalui semua jenis kendaraan.

3. Jalan Tol JORR Non S

Arah Rorotan: Nihil Genangan

Beri Komentar