Uji Coba E-Tilang Motor Diberlakukan di Thamrin-Sudirman Bulan Depan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 22 Januari 2020 19:15
Uji Coba E-Tilang Motor Diberlakukan di Thamrin-Sudirman Bulan Depan
Siap-siap nih Sahabat Dream.

Dream - Para pengendara sepeda motor yang melintasi jalan protokoler di Jakarta sebaiknya mengurangi kecepatannya. Selain untuk keselamatan berkendara, polisi mulai bulan depan akan memberlakukan uji coba tilang elektronik pada kendaraan roda dua. 

Ujicoba tilang elektronik sepeda motor ini rencananya akan diberlakukan selama sepekan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mulai berlaku 1 Februari 2020.

“ Uji coba nggak lama. Paling tiga hari sampai seminggu. Kalau oke, langsung kami tilang,” kata Kabid Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Fahri Siregar, dikutip dari NTMC Polri, Kamis 23 Januari 2020.1.22

Fahri menerangkan penerapan E-TLE terhadap kendaraan roda dua ini akan berlangsung di Jalan Sudirman – Thamrin dan koridor 6 Transjakarta, yaitu Ragunan–Dukuh Atas. Jenis kamera yang digunakan pun merupakan kamera E-TLE yang saat ini sudah beroperasi.

“ Ada 57 (kamera E-TLE) di ruas Sudirman – Thamrin, kami tingkatkan untuk penindakan sepeda motor plus 2 kamera yang di jalur Transjakarta,” kata dia.

1 dari 6 halaman

Hanya Rekam Motor Plat B

Kamera tilang elektronik ini akan merekam sepeda motor berplat B saja yang melakukan pelanggaran seperti rambu lalu lintas, tidak memakai helm, hingga pelanggaran marka jalan.

Kamera E-TLE pertama kali dioperasikan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya pada 1 November 2018 dengan menyasar kendaraan mobil. Hingga November 2019, E-TLE telah menangkap pelanggaran sebanyak 54.074 kali.

Sebanyak 25.459 pelanggar telah melakukan konfirmasi dan pembayaran denda tilang. Serta 28.615 pelanggar yang diblokir kendaraannya. Tilang elektronik atau disingkat E-TLE juga diklaim mampu menurunkan jumlah pelanggar lalu lintas hingga 27 persen. Semakin banyak kamera yang dipasang akan bisa mendorong pengguna jalan lebih tertib dalam berkendara.

2 dari 6 halaman

Resmi! Sistem Tilang Elektronik Berlaku di 4 Ruas Jalan Tol Ini

Dream - Tilang elektronik resmi diterapkan di jalan tol. Kepastian ini ditandai dengan kerja sama PT Jasa Marga Tbk (Persero) dengan Polda Metro Jaya tentang penerapan sistem electronic traffic law enforcement (ETLE).

Kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (Persero), Desi Arryani, dan Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusuf.

“ Dalam penerapan ETLE ini, Standard Operating Procedure (SOP) juga sangat penting. SOP ini nantinya diharapkan bisa digunakan untuk moda-moda transportasi lainnya,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis Jasa Marga yang diterima Dream, Rabu 4 Desember 2019.

Danang mengatakan penerapan sistem ETLE dan electronic registration and identification (ERI) bisa mendukung penerapan pembayaran tol dengan sistem multi lane free flow.

 

 © Dream

 

Yusuf mengatakan penerapan ETLE selama setahun bisa menurunkan tingkat pelanggaran lalu lintas di jalan non-tol hingga 27 persen di Jakarta.

“ Tentu saja hal ini dapat kita capai bersama dengan memperhatikan apa yang juga sudah disampaikan oleh Kepala BPJT tadi, bahwa penerapan SOP terkait dengan ETLE, khususnya yang akan diterapkan di Kawasan Jalan Tol dan Trans Jakarta akan menjadi perhatian kami,” kata dia.

Desi mengharapkan kerja sama ini bisa menurunkan tingkat pelanggaran di jalan tol. Dikatakan terjadi banyak pelanggaran di jalan tol, seperti penggunaan sabuk pengaman dan ponsel saat mengemudi.

“ Kami berharap pengguna jalan tol juga semakin tertib lalu lintas, menurunkan tingkat kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas dengan ETLE di jalan tol,” kata dia.

Penegakan hukum ETLE kerja sama Jasa Marga-Polda Metro Jaya ini awalnya akan dilakukan pada Jalan Tol wilayah hukum Polda Metro Jaya, yakni Jalan Tol Dalam Kota (ruas Cawang-Tomang-Pluit), Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Soedijatmo, Jalan Tol JORR, dan Jalan Tol Jagorawi melalui Smart CCTV yang telah dipasang. Selain itu dilengkapi juga rambu-rambu yang dipasang pada lokasi Smart CCTV tersebut.

Teknisnya, Smart CCTV akan memotret kendaaraan yang melebihi ketentuan batas kecepatan atau pelanggaran lainnya di ruas jalan tol tersebut. Lalu data hasil capture Smart CCTV  yang ada di Jasa Marga akan diintegrasikan dengan database kepemilikan kendaraan yang ada pada sistem ERI dan ETLE milik Polda Metro Jaya untuk kemudian diproses lanjut oleh Polda Metro Jaya sesuai ketentuan yang berlaku.

3 dari 6 halaman

Tilang Elektronik di Jalan Tol Berlaku Bulan Depan, 12 Kamera Siap Mengintai

Dream – Sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) akan diuji coba di sejumlah ruas tol pada Oktober 2019. Perangkat ETLE punya fitur baru yang membuat kinerjanya lebih cekatan membaca pelanggaran di jalan tol.

Dikutip dari NTMC Polri, Jumat 20 September 2019, Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komusaris Besar, M. Nasir mengatakan fitur baru tersebut mampu menjerat pengemudi yang ugal-ugalan atau pelanggar batas kecepatan.

 

 © Dream

 

Kamera ETLE juga bisa membaca kendaraan truk yang kelebihan muatan alias ODOL (over dimension over load). Kelebihan ETLE lain yaitu membaca kendaraan yang tidak terdaftar atau ‘bodong’.

“ Jadi sistem-sistem itu sekarang masih dibuat dan dipelajari dulu, misal bagaimana bisa CCTV tahu kendaraan itu overloading,” kata Nasir di Jakarta.

4 dari 6 halaman

CCTV Ditempatkan di Mana?

Menurut Nasir, PT Jasa Marga Tbk (Persero) dan Ditlantas Polda Metro Jaya bakal memfokuskan penempatan CCTV disebar di ruas tol dalam kota.

“ Berapa titiknya nanti, tapi di tol dalam kota dulu. Nanti ada penambahan, yang penting sistem berjalan dahulu, semua terkoneksi, baru nanti tinggal tambah,” kata dia.

Sebelumnya Polda Metro Jaya juga sudah menggandeng Transportasi Jakarta untuk menerapkan tilang CCTV di jalur Transjakarta. Kamera tilang itu berfungsi menindak pelanggar lalu lintas.

Seperti diketahui, tilang CCTV telah diberlakukan sejak Oktober 2018 dan pada 1 Juli 2019 fitur lebih canggih yang bisa mengambil gambar sampai ke kabin mobil diterapkan.

Menurut Nasir sudah 12 titik kamera terpasang untuk pengawasan tilang CCTV. Sementara itu targetnya ada 81 kamera yang tersebar di seluruh Jakarta.

“ Ketika 12 titik sudah berjalan sempurna mampu mengurangi pelanggar, kami akan kembangkan ke seluruh wilayah yang infonya akan menjadi 81 titik di seluruh Jakarta,” kata dia.

5 dari 6 halaman

Begini Cara Urus Tilang Elektronik

Dream – Tilang elektronik resmi berlaku untuk kawasan Jalan Sudirman dan Thamrin, Jakarta. Pengawasan pun kali ini lebih ketat.

Pengendara mobil yang kedapatan tak memakai sabuk pengaman dan bermain ponsel ketika berkendara, siap-siap mendapatkan surat tilang.

Kalau terkena denda tilang elektronik, bagaimana cara mengurusnya?

Tahapan pertama mekanisme tilang ini adalah polisi memverifikasi kendaraan yang tertangkap kamera CCTV. Setelah itu, polisi mengirim surat konfirmasi bersama foto bukti pelanggaran.

Nantinya, pemilik kendaraan memverifikasi apakah kendaraan yang “ terciduk” itu kendaraannya atau bukan.

 

 © Dream

Setelah menerima surat konfirmasi, pelanggar harus mengonfirmasi melalui www.etle-pmj.info apakah dia melanggar lalu lintas atau tidak. Pelanggar diberi waktu lima hari untuk melakukan konfirmasi.

“ Kalau memang tidak benar, ada respons dari pemilik kendaraan itu bahwa ‘Oh, ya, memang benar saya’ (atau) ‘Bukan saya’, sehingga kami mengirim tilangnya nanti sesuai siapa yang melanggar,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusuf, di Jakarta.

Menurut Yusuf, ada kode pembayaran virtual melalui PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero). Denda tilangnya dibayar melalui bank dan tidak akan mengikuti sidang. Dengan begitu, masalah selesai.

" Kalau pelanggar mau sidang karena merasa tidak bersalah, ada waktu tujuh hari," kata Yusuf. Pelanggar juga bisa membayar secara manual di Posko ETLE di Pancoran, Jakarta Selatan.

6 dari 6 halaman

Duh, STNK Bisa Diblokir

Sahabat Dream perlu mengingat bahwa denda tilang elektronik ini harus dibayar. Jika tidak, nantinya STNK kendaraan akan diblokir. “ Kalau belum, berarti nanti ada pemblokiran,” kata Yusuf.

Dikutip dari Liputan6.com, Kasie STNK Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Arif Fazlurrahman, mengatakan blokir surat-surat kendaraan akan dilakukan jika tak ada konfirmasi setelah surat diberikan. Kalau sudah diblokir, pemilik kendaraan tak bisa membayar pajak dan melakukan pengubahan identitas.

Jika maksimal 14 hari tidak ada konfirmasi, atau sudah konfirmasi tapi dendanya tidak dibayar maka STNK nya akan diblokir di Samsat. Jadi tidak bisa bayar pajak dan tidak bisa ubah identitas sampai dia melunasi," kata dia.

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis