Naik Satu Peringkat, Hyundai Masuk 5 Besar Brand Otomotif Dunia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 22 Oktober 2020 10:12
Naik Satu Peringkat, Hyundai Masuk 5 Besar Brand Otomotif Dunia
Apa saja yang yang menjadikan perusahaan otomotif ini naik peringkat?

Dream – Nilai brand Hyundai Motor Company naik 1 persen menjadi US$14,3 miliar (Rp208,97 triliun) pada tahun ini, menurut survey Best Global Brand Interbrand 2020.

Nilai merek ini menjadikan Hyundai Motor menduduki peringkat kelima di antara brand otomotif global dan peringkat ke-36 secara keseluruhan meskipun pasar resesi akibat pandemi Covid-19.

Dikutip dari keterangan tertulis, Rabu 21 Oktober 2020, perusahaan otomotif asal Korea Selatan ini terdaftar dalam 40 perusahaan global teratas Interbrand selama enam tahun berturut-turut.

Sejak masuk dalam jajaran 100 perusahaan teratas dalam hal nilai brand pada tahun 2005, Hyundai Motor tetap berada di peringkat 100 teratas selama 15 tahun berturut-turut.

“ Peningkatan nilai sebuah brand dari Hyundai Motor Company, dapat dikaitkan dengan ekspansi bisnis yang substansial terhadap mobilitas masa depan dan investasi berkelanjutan pada brandnya, seperti peluncuran brand khusus EV, IONIQ,” kata Brand Valuation Global Director Interbrand, Mike Rocha.

Rocha mengatakan perusahaan aktif dan tanggap terhadap perubahan pasar. Hyundai dinilai memperluas penjualan online, bereaksi cepat terhadap kegiatan kontribusi sosial, dan penjualan tepat sasaran dalam penjualan baterai mobil listrik maupun fuel cell electric vehicle (EV).

1 dari 2 halaman

Komitmen Terhadap Kendaraan Listrik

Hyundai serius dengan kendaraan listrik dengan meluncurkan brand mobil listrik, yaitu Ioniq. Perusahaan ini menjawab permintaan pasar akan mobil listrik dengan Ioniq dan berencana menjadi pemimpin pasar global mobil listrik dengan kendaraan itu.

“ Kami telah beradaptasi dengan kondisi pasar yang berkembang pesat untuk menjadi pemimpin untuk mobilitas masa depan dan kami juga tanggap untuk merespon faktor-faktor yang tidak terduga, seperti yang disebabkan oleh pandemi,” kata Chief Marketing Officer Hyundai Motor Company, Wonchong Cho.

Hyundai juga berinvestasi di teknologi hydrogen fuel cell. Perusahaan ini mengirimkan tujuh unit heavy duty fuel cell electric yamg diproduksi secara massal pertama di dunia kepada pelanggan Swiss. Total 50 unit baterai itu sudah beroperasi di sana.

Kapasitas produksi untuk heavy-duty fuel cell electric akan mencapai 2 ribu unit per tahun pada tahun 2021 untuk mendukung ekspansinya ke Eropa, AS, dan Tiongkok seiring dengan meningkatnya permintaan untuk mobilitas bersih.

Perusahaan ini juga berinovasi melalui urban air mobility (UAM) untuk memperkuat daya saing di bidang robotika, teknologi kemudi otonom, dan bisnis mobilitas masa depan. Skema kolaborasi penelitian dan pengembangan dengan berbagai laboratorium inovasi terbuka di seluruh dunia pun ditandatangani.

“ Berbasis investasi yang berani dan daya saing teknologi terhadap industri mobilitas di masa depan, kami akan terus berupaya untuk memberikan pengalaman hidup yang lebih baik kepada pelanggan dan seluruh masyarakat dunia, sehingga menjadikan diri kami sebagai merek yang berkontribusi pada kebahagiaan manusia,” kata dia.

Wonchong mengatakan perusahaan ini memperkuat saluran penjualan online selama pandemi Covid-19, misalnya mengadakan pilihan “ click to buy” di pasar Amerika Serikat dan India.

Hasilnya, brand telah menyambut 1,5 juta pengunjung virtual secara kumulatif, menerima 20 ribu pertanyaan penjualan, dan melakukan lebih dari 2 ribu penjualan melalui platform “ Click to Buy” di India. Di Amerika Serikat, lebih dari 95 persen dealer lokal menggunakan platform ini. Perusahaan juga mengembangkan platform penjualan online untuk pasar Eropa.

Di Indonesia, lebih lanjut, Hyundai telah mengumumkan rencana investasi US$1,55 miliar (Rp22,65 triliun) untuk mengembangkan EV di Indonesia, di Kota Delta Mas - Bekasi, Indonesia akhir tahun lalu. Pabrik tersebut akan menjadi manufaktur Hyundai terbesar di ASEAN dan pusat manufaktur pertama yang berbasis di kawasan ASEAN, yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2021.

Dengan meningkatnya tren pengunaan EV di Indonesia, Hyundai akan memperkenalkan beberapa tipe mobil EV murni dalam waktu dekat.

“ HMID berkomitmen untuk membangun tonggak sejarah baru sebagai game changer di ekosistem EV murni serta membawa Indonesia ke era elektrifikasi,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Turun Tangan dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Selain itu, menanggapi kondisi Covid-19, Hyundai Motor telah melakukan berbagai kegiatan kontribusi sosial bagi para pelanggan yang terkena dampak pandemi di seluruh dunia. Perusahaan ini telah memberikan dukungan kendaraan untuk produk kebersihan, transportasi pasien dan tenaga medis, serta berbagai manfaat finansial dan layanan bagi pelanggannya.

Kegiatan ini membantu Hyundai Motor menjadi satu-satunya perusahaan otomotif dalam daftar yang mengalami kenaikan nilai brand tahun ini. Hasilnya, peringkat perusahaan dalam daftar tersebut naik satu peringkat dari tahun lalu menjadi peringkat kelima di antara perusahaan otomotif global lainnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Hyundai Motors Indonesia juga telah menunjukkan komitmen perusahaan untuk mengembangkan ekosistem EV di Indonesia dengan menggandeng pihak ketiga melalui Hyundai IONIQ Electric yang dimanfaatkan untuk memobilisasi tenaga kesehatan guna mengurangi penyebaran Covid-19.

Hyundai juga terlibat aktif dalam membantu memerangi pandemi, yaitu donasi Alat Pelindung Diri (APD) 50 ribu set kepada tenaga kesehatan serta pelaksanaan tes cepat Drive-Thru di Jawa Barat.

Beri Komentar