Kode Oli Mesin SAE dan API, Camkan Bedanya Agar Tak Salah Pakai

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 27 Januari 2020 10:48
Kode Oli Mesin SAE dan API, Camkan Bedanya Agar Tak Salah Pakai
Kode oli mesin beragam dan bisa menjadi referensi kamu saat mengganti pelumas.

Dream – Pemilik kendaraan bermotor wajib mengganti oli mesin secara berkala agar performa mobil atau motor tetap prima. Selain untuk memaksimalkan akselerasi, penggantian oli mesin secara berkala bisa menjaga daya tahan mesin mobil.

Tahukah kamu jika oli ternyata memiliki beragam kode di kemasannya. Ini bisa digunakan sebagai petunjuk untuk kendaraan dengan teknologi yang berbeda-beda.

Dikutip dari Liputan6.com yang melansir pressroomtoyotastra, Minggu 26 Januari 2020, ada dua kode internasional yang umum digunakan oleh setiap produsen oli. Dua kode tersebut, adalah SAE (Society of Automotive Engineers), dan API (American Petrolium Institute).

SAE merupakan standarisasi internasional yang menjelaskan kekentalan oli. Hal ini berpengaruh pada saat pengaliran minyak pelumas, serta ketahanannya di suhu udara.

Kode pada SAE juga menunjukkan kemampuan suatu oli dalam menjaga stabilitas kekentalan terhadap pengaruh suhu mesin dan lingkungan baik itu dingin atau panas. Jika angka indeks SAE kecil, artinya oli semakin encer. Jadi, kemungkinan oli untuk membeku atau mengeras pada suhu rendah semakin kecil.

Hal ini berguna ketika mesin mobil dinyalakan pada suhu dingin, misalnya saat musim salju di negara-negara Eropa atau Amerika.

1 dari 5 halaman

Bagaimana dengan Oli Mobil?

Pada oli mesin mobil, biasanya diikuti huruf W singkatan dari winter (musim dingin). Kode ini, artinya penggunaan oli tersebut bisa sampai -20 derajat celcius, misalnya SAE 5W, SAE 10W atau SAE 20W.

Selain kode SAE, juga terdapat kode API. Perlu diperhatikan, oli mesin bensin dengan diesel mempunyai kode API yang berbeda. Pada mesin bensin, umumnya dimulai dengan huruf S, sementara diesel huruf C.

Setelah huruf tersebut, diikuti oleh huruf kedua sesuai abjad. Misalnya SA, SB, SC, SD, SE dan seterusnya.

Huruf kedua tersebut, bisa diartikan untuk mesin mobil yang lebih modern. Adapun standarisasi API ini juga disesuaikan dengan perkembangan jenis mesin mobil. Umumnya, semakin tinggi huruf kedua akan menunjukkan spesifikasi yang lebih tinggi.

(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)

2 dari 5 halaman

Tak Cuma Melumasi, Ini Fungsi Lain Oli Mesin

Dream – Oli mesin selama ini lebih banyak diketahui berfungsi melumasi bagian dapur pacu kendaraan. Tapi tahukah Sahabat Dream jika ada fungsi lain dari cairan kental berwarna pekat ini.

Dikutip dari Federal Oil, Kamis 17 Oktober 2019, oli mesin yang berfungsi melumasi mesin berfungsi mendinginkan komponen mobil yang paling aktif bekerja ini. Oli akan meredam panas yang berlebihan yang dihasilkan oleh mesin.

 

 © Dream

 

Oli mesin juga bisa membantu membersihkan komponen. Pelumas memiliki zat aditif yang bisa membersihkan komponen di dalam mesin.

Fungsi oli mesin ketiga adalah menghaluskan suara mesin. Jika mesin motor bersuara kasar, kemungkinannya berasal dari oli yang sudah lama tidak diganti. Oli ini berperan sebagai peredam suara agar membuat mesin terdengar halus.

3 dari 5 halaman

Cegah Mesin Berkarat

Keempat, mencegah mesin berkarat. Oli memiliki aditif yang berfungsi sebagai anti karat yang efektif membantu mesin berbahan dasar logam.

Kemungkinan besar karat timbul karena bercampur dengan elemen lain. Saat mesin berkarat, kerjanya akan semakin terbebani.

Terakhir, Oil mesin berfungsi sebagai perapat. Selain melumasi, oli mesin merapatkan celah-celah antara silinder dan piston.

Ini akan membuat kemungkinan terjadinya kebocoran kompresi dan tekanan hasil pembakaran akan berkurang. 

4 dari 5 halaman

Tak Cukup Rutin Ganti, Aturan Isi Oli Mesin Ini Sering Dilupakan

Dream – Penggantian rutin oli mesin wajib dilakukan setiap pemilik kendaraan. Lalai melakukannya hingga membuta kering, bersiap-siap saja mengeluarkan biaya perbaikan yang sangat mahal.

Selain soal rutinitas, sayangnya masih banyak pemilik kendaraan yang lupa satu aturan penting saat mengganti oli mobil. 

Tahukah Sahabat Dream jika pengisian oli mobil juga harus memperhatikan ketepatan takaran.

 

 © Dream

 

Pengisian oli, baik kurang maupun berlebih, akan berakibat buruk kepada mesin. Ingat, setiap mesin memiliki kapasitas masing-masing. Bahkan, mesin yang punya kapasitas sama, tapi beda produksi, bisa punya takaran yang berbeda.

Makanya, pemilik kendaraan diminta untuk melihat stik penunjuk yang disediakan pada mesin kendaraan ketika mengisi oli.

Berikut ini adalah tiga efek pengisian oli yang terlalu banyak, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 20 September 2019.

5 dari 5 halaman

3 Bahaya Isi Oli Mesin Berlebih

Kualitas Oli Turun

Ketika terlalu banyak, oli mesin akan menggenani poros engkol. Akibatnya, oli tak bisa melunasi komponen mesin dengan baik dan gesekan antar komponen berlangsung secara kasar. Ha ini berpotensi merusak kualitas oli dan keausan komponen menjadi lebih cepat.

Langkah Piston Terhambat

Efek yang satu ini masih ada hubungannya dengan yang pertama. Biasanya, poros engkol tidak terendam oleh oli mesin. Gerakannya terbebas dari hambatan zat cair.

Saat poros engkol terendam oleh cairan oli, pekerjaan piston akan menjadi lebih berat. Jika itu terjadi, ada dua kemungkinan: putaran mesin jadi tidak maksimal atau bensin menjadi lebih boros.

 Mengganggu Kopling Basah

Di sepeda motor, transmisi manual (sport/bebek) dilengkapi dengan wet clutch atau kopling basah. Kopling ini bekerja maksimal saat terendam oli mesin. Kalau rendaman ini berlebih, kopling juga berpotensi slip.

Jika benar-benar tergenang, gesekan menjadi semakin besar dan imbasnya tenaga mesin kurang atau bensin juga semakin boros.

(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam